171011 RA untuk Kargo Internasional Diimplementasikan

JAKARTA—Kementrian Perhubungan (Kemenhub) mengimplementasikan pemeriksaan kargo internasional melalui agen inspeksi (Regulated Agent/RA) mulai Minggu (16/10) menyusul telah dilakukan hal serupa pada 4 September 2011.

RA untuk kargo internasional tetap dijalankan sesuai jadwal yakni Minggu (16/10). Pihak-pihak yang keberatan terhadap prose situ hanya sebagian kecil,” ungkap Juru bicara Kemenhub Bambang S Ervan di Jakarta, akhir pekan lalu.
Dikatakannya, pihak bea dan cukai sudah paham pentingnya proses pemeriksaan kargo internasional melalui RA, begitu juga sekitar 80-90  pengirim pabrikan (Known Shipper atau Known Consignor).
“Implementasi RA untuk kargo internasional ini bagian dari penilaian Komisi Eropa terkait keselamatan penerbangan di Indonesia. Jika tidak dijalankan, bisa saja ada dampak larangan terbang ke Eropa terjadi lagi,” tuturnya.
Berdasarkan surat edaran yang dikeluarkan oleh Direktur Keamanan Penerbangan Ditjen Perhubungan Udara, M. Fuschad pada Jumat (14/10) terungkap untuk jenis kiriman barang kargo/pos yang dikirim oleh pengirim pabrikan dari kawasan berikat dapat langsung menuju daerah kemanan terbatas area gudang kargo (lini 1).
Untuk jenis barang kargo/pos yang dikirim oleh pengirim (un-known shipper atau un-known consignor), pemeriksaan keamanan dilakukan untuk sementara waktu dilakukan di lini 1 oleh RA. Dampak dari hal ini adalah Angkasa Pura II yang selama ini melakukan pemeriksaan di lini 1 diminta untuk menghentikan kegiatan pemeriksaan.
Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Jasa Ekspres Indonesia  M. Kaderial menilai Kemenhub tidak konsisten dengan keputusannya karena seharusnya implementasi RA untuk kargo internasional masih ditunda.
“Dalam rapat terakhir dinyatakan ditunda tiga bulan lagi. Lantas ada  Surat Edaran  yang menyatakan dilaksanakan mulai 16 Oktober 2011. Kondisi ini  membuat para pengirim barang dan  perusahaan pengiriman barang susah atas ke tidakpastian yang diakukan seenaknya,” keluhnya.
Ditegaskannya, tidak ada dukungan dari Bea dan Cukai atau known shipper terkait implementasi RA untuk kargo internasional. ”Tim kecil yang dibentuk untuk urusan pembahasan RA itu anggotanya semua asosiasi terkait kegiatan ekspor dan masih berpendirian harus diselesaikan dulu sejumlah pekerjaan rumah untuk RA, seperti tarif dan lainnya,” katanya.
Menurutnya, tindakan Kemenhub   telah menurunkan kepercayaan para investor dan  pelaku bisnis yang menggunakan transportasi udara dan  menghambat daya saing produk Indonesia.
Diingatkannya, pada umumnya surat edaran ini bersifat sementara, sehingga membuat dunia usaha ini semangkin tidak ada kepastian tata cara dalam proses logistik di dalam maupun internasional melalui pesawat udara.
Hal lain yang disorot adalah masalah barang kargo dan pos yang dinyatakan cepat rusak, (barang barang medis, perishable, live animal )  harus melalui pemeriksaan X-Ray, termasuk juga vaksin dan jenazah yang harus di tanganin dengan segera malahan harus juga di X-Ray. Sementara  pengecualian Koran yang tidak harus di X-Ray tidak sejalan dengan ketentuan mayat dan vaksin yang harus di X-Ray.[dni]

171011 Pengiriman SMS Premium Dihentikan

JAKARTA—Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) akhirnya mengeluarkan perintah kepada  10 operator telekomunikasi untuk menghentikan penawaran konten melalui SMS broadcast, pop screen, atau voice broadcast sampai dengan batas waktu yang akan ditentukan kemudian melalui Surat Edaran (SE) No. 177/BRTI/2011 yang dikeluarkan pada  Jumaat (14/10).
“Memang benar  ada SE yang dikeluarkan oleh Ketua BRTI, Syukri Batubara pada Jumat (14/10).  SE tersebut merupakan suatu paket instruksi BRTI terkait dengan kualitas layanan jasa pesan premium dan  salah satu bentuk respon konkret  makin berkembangnya kasus sedot pulsa yang merugikan masyarakat akibat  sejumlah layanan jasa pesan premium  menyediakan  jasanya  secara sepihak, yang   melanggar  aturan,” ungkap Kepala Pusat Informasi dan Humas Kemenkominfo Gatot S Dewo Broto di Jakarta, Minggu (16/10).
Berdasarkan data yang didapat, dalam SE tersebut berisikan sejumlah instruksi selain penghentian pengiriman penawaran konten yakni operator harus melakukan deaktivasi/unregistrasi paling lambat Selasa, 18 Oktober 2011 pukul 00.00 WIB untuk semua layanan Jasa Pesan Premium (termasuk namun tidak terbatas pada SMS/MMS Premium berlangganan, nada dering, games atau wallpaper) kecuali untuk layanan publik dan fasilitas jasa keuangan serta pasar modal yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, dengan memberikan notifikasi deaktivasi dan informasi cara registrasi ulang bagi pengguna yang berminat tanpa dikenakan biaya tambahan.
Menyediakan data rekapitulasi pulsa pengguna yang terpotong akibat layanan Jasa Pesan Premium yang diaktifkan melalui SMS broadcasting/ pop screen. Mengembalikan pulsa pengguna yang pernah diaktifkan dan dirugikan akibat layanan Jasa Pesan Premium
Terakhir, pelaksanaan butir 1 sampai 4 di atas wajib dilaporkan secara tertulis dan berkala kepada BRTI dimulai hari Rabu, 19 Oktober 2011 dan setiap hari Rabu pada tiap minggunya sampai dengan tanggal 31 Desember 2011.
Dijelaskannya, instruksi penghentian penawaran konten  semata mata untuk penataan kembali secara total jasa pesan premium,   sehingga masyarakat dapat dikembalikan kepercayaanya   pada regulator bahwa BRTI sangat serius menangani masalah itu.
”Masalah  tenggat waktu deaktivasi/unregistrasi yang  sangat pendek, saya yakin operator akan mematuhinya. Kami akan secara intensif memonitor tingkat kepatuhan para penyelenggara telekomunikasi, dan menginformasikan secara berkala pada masyarakat,” katanya.
Selanjutnya dikatakan, terkait   pengembalian pulsa (Refund), tetap dibuka peluang  sejauh dibuktikan terlebih dulu  terdapat   kesalahan operator. “Mekanisme  teknisnya diserahkan pada operator dan Penyedia Konten karena butuh penghitungan tersendiri secara obyektif,” jelasnya.
Head of Corporate Communication Indosat Djarot Handoko mengaku siap menjalankan isi SE dari Ketua BRTI dan telah mengirimkan pemberitahuan kepada para penyedia konten yang menjadi mitra.
Ketua Indonesia Mobile Multimedia Association (IMMA) T. Amershah   keberatan dengan langkah yang diambil regulator  hanya karena ulah segelintir penyedia konten nakal.
“Penghapusan data pelanggan milik penyedia konten  sama saja dengan mematikan bisnis kreatif, terutama para penyedia konten besar  mengingat hidup mereka adalah dari basis data pelanggan tersebut,” ujarnya
Menurutnya,  regulator seharusnya tidak memukul rata semua penyedia konten dan cukup memanggil dan memberi sanksi kepada CP yang terbukti melakukan penipuan lewat layanan SMS premium. IMMA sendiri  mengklaim anggotanya tida ada yang bermasalah dengan layanan konten premium dan tidak ada keluhan pelanggan terhadap layanan dari anggotanya.
Dikhawatirkannya, bisnis kreatif ini   meredup hanya karena sebagian kecil penyedia konten  melakukan praktik penyedotan pulsa. industri kreatif IT yang banyak menciptakan lapangan kerja meski dengan modal kecil ternyata tidak banyak dilindungi oleh regulasi, apalagi insentif yang memacu pertumbuhannya.
”Industri konten bukan hanya menghidupi pelaku usaha konten, tetapi juga artis dan pencipta lagu di tengah maraknya pembajakan lagu-lagu melalui   website maupun kaset atau CD,” katanya.
Sementara Sekjen Asosiasi Telekomunikasi Seluler Indonesia (ATSI) Dian Siswarini mengingatkan, masalah refund bukanlah hal yang gampang dan harus ada panduan yang jelas dari regulator untuk menjalankan hal tersebut. ”Refund kalau untuk pelanggan yang komplain itu bisa dilakukan, tetapi kalau dilakukan secara massal terlepas sebagai korban atau benar-benar berlangganan SMS Premium, itu akan butuh upaya yang luar biasa dari operator,” katanya.[dni]

161011 BPSDM akan Dirikan 3 Sekolah Penerbang

JAKARTA-Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDM Perhubungan) akan mendirikan tiga sekolah penerbang guna memenuhi kebutuhan pilot di masa depan.

“Kita akan mendirikan tiga sekolah penerbang. Lokasinya di Medan, Papua, dan Sumenep,” ungkap Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDM Perhubungan) Kemenhub Bobby Mamahit di Jakarta, Jumaat (14/10).

Diungkapkannya,  untuk di Medan dan Papua sudah tahap detil engineering design (DED), sedangkan di Sumenep masih tahap studi. Diperkirakan biaya pembangunan satu sekolah penerbangan sekitar 100 miliar rupiah, sehingga ketiganya menelan investasi sekitar  300 miliar rupiah.

Dikatakannya, pemerintah berniat menjadikan Bandara Polonia, Medan, sebagai basis sekolah penerbangan baru di Tanah Air.

Hal Itu bisa terjadi setelah operasional Bandara Polonia dipindahkan ke Bandara Kualanamu pada akhir tahun depan.

Untuk sementara sekolah itu masih jadi bagian dari Akademi Teknik Keselamatan Pelayaran (ATKP) Medan, namun seiring tidak digunakannya Polonia sebagai bandara komersial maka sekolah akan dikelola mandiri oleh badan layanan umum (BLU)

“Kami sedang berkoordinasi dengan Ditjen Perhubungan Udara Kemenhub dan juga PT Angkasa Pura II agar Polonia bisa jadi basis sekolah penerbangan di wilayah barat. Saat ini basis sekolah penerbangan di Indonesia baru di Curug,” jelasnya.

Diperkirakannya, pembangunan sekolah yang paling cepat direalisasikan adalah di Medan pada  tahun depan karena status masih di bawah ATKP.

“Kalau yang lain benar-benar sekolah penerbangan murni, untuk di Sumenep akan gunakan Bandara Sumenep dan Papua gunakan Bandara Sorong,” katanya.

Pendirian sekolah penerbangan adalah untuk menggejot produksi pilot. Kebutuhan pilot per tahun mencapai 800 orang per tahun, namun kemampuan STIP Curug hanya 120 orang per tahun jika ditambah dengan sekolah penerbang swasta hanya 300 orang per tahun.[Dni]

161011 Persaingan Rute Bandung Kian Ketat

JAKARTA—Persaingan maskapai melayani rute ke Bandung kian ketat dengan masuknya anak usaha Singapore Airlines berbasis low cost carrier (LCC), Silk Air, mulai awal pekan lalu.

Corporate Communication Manager Indonesia Air Asia Audrey Progastama Petriny mengakui, masuknya Silk Air menjadikan persaingan kian ketat untuk tujuan ke Kota Parahyangan tersebut dan memaksa maskapainya untuk terus berinovasi.

“Selain berinovasi kami juga terus menawarkan jaringan yang luas dari Bandung dengan menyediakan penerbangan langsung ke Bali, Medan, dan Kuala Lumpur,” jelasnya di Jakarta, Jumaat (14/10).

Dijelaskannya, dari Kuala Lumpur para penumpang Indonesia Air Asia bisa melanjutkan perjalanan ke banyak destinasi, bahkan ke Eropa dengan fasilitas fly-thru.

Chief Executive Silk Air Marvin Tan mengatakan penerbangan maskapainya dari Singapura ke Bandung dilakukan tiga kali dalam semiggu dengan menggunakan pesawat Airbus A319 dengan kapasitas 128 kursi.

“Rencananya mulai 30 Oktober jumlah frekuensi dinaikkan menjadi lima kali seminggu. Rute baru ini menawarkan kelas bisnis sebanyak 8 kursi dan ekonomi 120 kursi,” katanya.

Sebelumnya, maskapai negeri jiran Malaysia Airlines juga membuka rute Kuala Lumpur-Bandung pada medio Juli 2011. Sedangkan pemain lokal yang sudah terbang ke bandara Husein Sastranegara adalah Merpati Nusantara Airline, Susi Air, Sriwijaya Air, Sky Aviation, dan Wings Air. Ramainya maskapai melayani rut eke Bandung tak bisa dilepaskan dari diperpanjangnya runway bandara sehingga bisa darati oleh pesawat berbadan lebar.

Tender Sub-100
Pada kesempatan lain, Direktur Keuangan Garuda Indonesia Elisa Lumbantoruan menargetkan perseroan mulai mengoperasikan pesawat dengan kapasitas kursi di bawah 100 (Sub-100) pada kuartal III-2012.

“Kami targetkan bisa mengoeprasikan pada periode tersebut dengan memperkirakan pabrikan pesawat baru bisa mengirimkan pada jangka waktu itu. Saat ini sedang ditimbang antara jenis Embraer 190 buatan Brazil atau Bombardier CRJ 1000 buatan Kanada,” ungkapnya.

Diungkapkannya, rencananya perseroan akan mendatangkan sebanyak 15 unit pesawat tipe sub-100 hingga 2015. Pada akhir Oktober ini akan diumumkan pilihan pabrikan pesawat yang digunakan dan pada November dipastikan sudah ada pembuatan kontrak pemesanan dengan pabrikan pilihan.

Diperkirakannya, harga satu unit pesawat yang akan didatangkan antara 30-40 juta dollar AS. Untuk mendatangkan pesawat tersebut perseroan akan menggunakan skema operating lease atau financial lease.

Garuda akan menggunakan pesawat tersebut sebagai feeder dari bandara-bandara kecil menuju bandara utama di pulau besar seperti Kalimantan, Sumatera, Sulawesi, dan Bali.[dni]