121011 GMF Optimistis Kuasai Perawatan Boeing 747

JAKARTA—PT GMF AeroAsia (GMF) optimistis bisa menguasai bisnis   perawatan pesawat Boeing 747 di kawasan regional karena memiliki daya saing yang lebih tinggi dibanding  bengkel pesawat lainnya.

“Kami optimistis dapat menangkap peluang pasar Modifikasi Section 41 khusus perawatan Boeing 747 karena  lebih unggul ketimbang  maintenance repair overhaul (MRO) atau bengkel pesawat  lainnya di kawasan regional,” ungkap Presiden Direktur GMF Richard Budihadianto di Jakarta, Rabu (12/10).

Modifikasi Section 41 mencakup penggantian atau memperkuat body skin (kulit tubuh), frame, stringer, intercostal dan beberapa struktur pilihan di area Nose Section 41. Modifikasi Section 41 pesawat AP-BIB untuk struktur ini membutuhkan waktu 25 hari.

Dikatakannya, menggarap perawatan tipe Boeing 747  dapat meningkatkan pangsa pasar yang saat ini masih 3 persen  untuk kawasan Asia. Hal ini karena pendapatan GMF dari modifikasi Section 41 ini lumayan signifikan, untuk satu pekerjaan modifikasi membutuhkan biaya 1,4 juta dollar AS belum termasuk material untuk modifikasi sehingga total bisa mencapai 3 juta dollar AS. Apalagi jumlah Boeing 747 di kawasan berjumlah sekitar 800 unit.

Diungkapkannya,   keunggulan dari  GMF dibanding bengkel perawatan lainnya terutama dari sisi biaya lebih kompetitif yakni 40 dollar AS per jam kerja, dimana rata-rata dalam overhaul perawatan sebanyak 50.000-60.000  jam kerja. Sementara MRO di kawasan regional rata-rata mengenakan biaya pekerja sebesar 40-45 dollar AS per jam kerja.

“Setiap tahun bisnis  perawatan pesawat di  Indonesia mencapai 750 juta dollar AS, namun MRO kita hanya mampu menyerap 250 juta dollar AS karena kemampuan terbatas, seperti kurangnya tenaga ahli,” jelasnya.

Selanjutnya dikatakan, sejak 1989 GMF telah  melakukan perawatan B 747 untuk Modifikasi Section 41 terhadap 10 unit pesawat. Kali ini GMF berhasil menangani perawatan satu pesawat milik maskapai asing dengan biaya 3 juta dollar AS. Pesawat kargo jenis Boeing 747-200 milik Aerospace Consortium International yang dioperasikan Rayyan Air dari Pakistan ini menjalani  perawatan besar berupa Modifikasi Section 41.

Satu pesawat milik Aerospace ini merupakan salah satu dari 10 pesawat jenis B 747 yang berhasil ditangani GMF sejak 1989 khusus untuk Modifikasi Section 41.

Dari 10 pesawat itu, enam pesawat B747-200 milik Garuda Indonesia, sisanya milik Pakistan International Airlines sebanyak 3 unit yang dikerjakan pada 1989-2000, dan satu unit jenis B 747-300 yang dikerjakan pada 2011. Dari seluruh pesawat tersebut, 9 unit pesawat merupakan pesawat penumpang dan satu pesawat kargo.[dni]

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s