111011 Kemenhub Survei Tujuan Transportasi Nasional

JAKARTA: Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Perhubungan  kembali melakukan survei  asal tujuan transportasi nasional dengan dukungan dana sebesar 41 miliar rupiah  selama empat hari yakni 13-16 Oktober 2011.

Menurut Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Kemenhub Denny Siahaan survei asal tujuan transportasi nasional ini sangat bermanfaat sebagai masukan bagi pemerintah untuk merencanakan pembangunan sistem transportasi, khususnya pergerakan antar kabupaten, propinsi, dan nasional, baik yang menyangkut pengembangan infrastruktur jalan, maupun sarana transportasi dan kebijakan lain yng terkait.

“Survei ini biasa dilakukan lima tahunan, terakhir pada 2006. Dari hasil survei tersebut diketahui ada perubahan pergerakan angkutan barang, sedangkan penumpang tidak banyak perubahan. Dari survei tahun ini, nantinya akan dijadikan pembanding dan akan digunakan untuk mengambil keputusan,” katanya di Jakarta, Senin (10/10).

Dijelaskannya,  pelaksanaan survei dilakukan oleh Litbang Perhubungan dibantu oleh perguruan tinggi negeri di 32 propinsi di Indonesia, kecuali Sulawesi Barat yang dilakukan oleh Dinas Perhubungan.

Survei dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia pada 13-16 Oktober 2011, kecuali survei kapal on board (di tempat) yang disesuaikan dengan jadwal kapal.

Survei akan dilakukan di 445 kabupaten/kota di seluruh propinsi di Indonesia dan survei secara on board untuk kereta api sebanyak 29 perjalanan (PP) dan 17 kapal (PP). Jumlah formulir yang digunakan kurang lebih 5 juta formulir untuk semua moda. Jumlah pos yang disasar sebanyak 2.541 pos yang meliputi sisi jalan, jembatan timbang, terminal, jalan tol, dermaga penyeberangan dan sungai, pelabuhan, bandara dan survei di dalam kapal dan kereta api.

Untuk melakukan survei ada membutuhkan 18.000 orang untuk melakukan pengumpulan data.

Dikatakannya, survei untuk moda jalan lokasi survei dilakukan di sisi jalan, jalan tol, jembatan timbang, dan terminal.

Untuk moda penyeberangan dan sungai di dermaga. Untuk moda kereta api survei dilakukan di stasiun, dan di dalam kereta api. Untuk moda laut, lokasi survei di pelabuhan dan di dalam kapal, serta untuk moda udara, lokasi survei di bandara.

Dijelaskannya,  dari hasil survei ini akan mengetahui volume lalu lintas dari masing-masing jenis sarana transportasi yang hasilnya akan digunakan sebagai dasar untuk proses ekspansi data sampel yang diambil.

“Hasil perhitungan lalu lintas ini akan digunakan sebagai populasi dalam proses ekspansi data hasil survei wawancara terhadap pengemudi dan penumpang sarana transportasi yang diambil sebagai sampel,” katanya.

Dari data tersebut akan dapat diputuskan apakah memerlukan tambahan sarana transportasi di beberapa daerah yang ternyata banyak penumpangnya.[Dni]

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s