111011 Aturan Netral Teknologi Disahkan

JAKARTA—Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) akhirnya mengeluarkan aturan tentang penggunaan netral teknologi di frekuensi 2,3 GHz untuk  rentang 2360-2390 MHz bagi penyelenggara layanan Broadband Wireless Access (BWA).

Aturan itu dituangkan dalam Permenkominfo No 19/2011 Tentang Penggunaan Pita Frekuensi Radio 2,3GHz untuk keperluan layanan pita lebar nirkabel berbasis netral teknologi yang ditandatangani oleh Menkominfo Tifatul Sembiring pada 14 September 2011.

Keluarnya peraturan ini memberikan payung hukum bagi operator pemilik lisensi BWA memilih teknologi selain yang ditentukan kala tender 2009 lalu. Sebelumnya,  Kemenkominfo lebih memilih standar  IEEE 802.16d-2004 untuk Fixed atau Nomadic Wimax dengan  teknik modulasi  Orthogonal Frequency Division Multiplex (OFDM) yang lebih dikenal dengan standar 16d di rentang frekuensi tersebut.

Sekarang pemilik lisensi dibebaskan memilih  standar 16d,  IEEE 802.16e-2005  untuk Mobile Wimax dengan teknik modulasi Spatial Orthogonal Frequency Division Multiplex Access (SOFDMA) atau 16e, dan mobile wimax,

Berkaitan dengan persyaratan teknis  perangkat telekomunikasi, nantinya ditetapkan dalam Peraturan Direktur Jenderal. Sedangkan masalah perubahan Biaya Hak Penggunaan (BHP) frekuensi, interferensi frekuensi, dan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) telah diatur di aturan baru ini.

Pada Senin (10/10) akan diuji coba standar WiMax 16d dan WiMax 16e berjalan bersamaan  di Serpong.

Dirjen Sumber Daya Perangkat Pos dan Informatika M.Budi Setyawan mengungkapkan, dalam regulasi yang dikeluarkan,  pemerintah hanya menjaga masalah peningkatan akses internet, kualitas layanan, dan komitmen pengembangan jaringan. “Sekarang ini sedang digodok masalah  standarisasi dan spesifikasi perangkat,” katanya di Jakarta, kemarin.

Anggota Komite Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) Nonot Harsono  mengatakan, hadirnya regulasi baru tersebut mempersilahkan semua teknolgi digunakan untuk akses internet.

”Para pemilik lisensi  dipersilakan menyiasati alokasi 15 MHz yang dimiliki   agar optimal dengan  melakukan koordinasi bersama pemilik pita disebelahnya agar kapasitas maksimal.  Kita optimistis tidak akan ada interferensi karena grekuensinya berbeda. Jika itu terjadi, berarti perangkatnya tidak comply,” katanya.[dni]

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s