071011 Mengakhiri Kisah Klasik SMS Premium

Polemik yang ditimbulkan oleh penipuan menggunakan SMS seperti kisah klasik yang tak pernah usai. Pihak-pihak  yang terlibat dalam sangkarut ini sejak beberapa tahun lalu adalah operator, penyedia konten, regulator, dan konsumen.

Bahkan, keluarnya Permenkominfo No 1/2009 tentang SMS/MMS Premium seperti macan ompong yang tak mampu menata layanan ini. Padahal, dari sisi operator layanan SMS Premium hanya berkontribusi di bawah 7 persen bagi total omset.
Namun, bagi sejumlah kalangan lainnya, minimnya investasi untuk mendapatkan keuntungan puluhan miliar rupiah dengan cara tergolong mudah, tetap menggoda untuk digeluti. Inilah yang menjadi pemicu layanan SMS Premium tetap marak walaupun jumlah pemainnya secara signifikan terus berkurang.
Secara umum, terdapat dua bentuk layanan  SMS Premium yaitu pull SMS dan push SMS. Pull SMS didasarkan pada permintaan pelanggan yaitu hanya ketika diminta maka informasi via SMS tersebut akan dikirim ke pengguna ponsel. Push SMS  layanan yang diberikan jika pelanggan melakukan registrasi (REG) terlebih dahulu.
”SMS Premium berbasis teks memang terus menurun, beda dengan Ring Back Tone (RBT). Di XL, kami  memiliki aturan teknis yang dapat menghalangi pihak manapun untuk mengirimkan SMS broadcast yang bertujuan memotong pulsa pelanggan.,” tegas GM Mobile Data Services M-Commerce XL, Thomas Aquiness Jenie di Jakarta, kemarin.
Ditegaskannya, sebagai operator XL memiliki kontrol terhadap billing, penagihan, dan pengiriman SMS apapun melalui SMS gateway. ”Pengiriman SMS Premium itu bisa terjadi kalau pelanggan sudah teregistrasi. Kami tidak pernah membiarkan penyedia konten masuk hingga ke database pelanggan,” katanya.
Ditegaskannya, dalam kasus pelanggan yang membalas nomor biasa dari permintaan mentransfer dana, pulsa yang terpotong adalah tarif biasa karena dihitung sebagai pengiriman Person to Person (P to P). ”Tidak mungkin jika membalas SMS dari nomor biasa itu pulsa tersedot,” katanya.
Head Of Corporate Communication Indosat Djarot Handoko mengungkapkan, memiliki rencana jangka pendek yang akan selesai Oktober ini menertibkan layanan SMS Premium.
Pertama,  kontinual RBT akan didahulukan dengan reminder ke pelanggan dgn info How To Unreg. Kedua, perubahan mekanisme, dimana akan selalu ada konfirmasi ulang bagi layanan yang diakses  melalui UMB, WAP, SMS. Ketiga, tidak ada auto registrasi yang melalui UMB ataupun WAP.  Berikutnya, setiap notifikasi konfirmasi ulang selalu ada informasi How To Unreg, semua penyedia konten  akan masuk ke dalam sistem SPM, serta  rekonsiliasi data antara Indosat dan mitra.
Sedangkan rencana jangka menengah yang akan selesai dalam satu hingga dua bulan ke depan adalah akan ada WAP landing page yang disediakan untuk konfirmasi  terakhir jika pelanggan akan berlangganan layanan content, Single Short Code untuk Unreg
masking MSISDN
“Rencana jangka panjang tahun depan adalah  menerapkan  Call Centre Cost dimana  setiap pelanggan yang komplain akan di bebankan ke penyedia konten dan  konsentrasi lebih di Pull Service bukan push berlangganan,” katanya.
Deputy VP Corporate Secretary Telkomsel Aulia E Marinto berjanji akan terus meningkatkan kualitas dan keamanan bagi pengguna kala menggunakan SMS Premium. ”Kita juga akan lebih selektif memilih penyedia konten yang diajak bekerjasama,” katanya.
Sementara Direktur Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat Informasi (LPPMI) Kamilov Sagala meminta, untuk mengakhiri kisah klasik ini  regulator lebih responsif dan tidak menunggu bola. “Kesan yang muncul  sekarang  kecelakaan sudah lama terjadi dan berdarah-darah namun kemarin masih diam saja, dan baru sekarang mau ditangani,” keluhnya.
Menurutnya, BRTI sebagai wakil masyarakat harus  berani dalam mengambil eksekusi karena tiga kewenangan BRTI adalah mengatur, mengendalikan dan mengawasi. ”Ini mana sekarang, seperti melempem. Buat apa ada anggota BRTI dari wakil masyarakat dan pemerintah tapi tiga fungsinya tidak jalan,” sesalnya.[dni]
Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s