071011 Kemenhub Restui Revisi Rencana Induk Bandara Sam Ratulangi

JAKARTA—Kementrian Perhubungan (Kemenhub) telah merestui revisi rencana induk (Masterplan) bandara Sam Ratulangi, Manado dengan memasukkan tanah di sekitar lokasi sebagai lahan penunjang.

“Rapat terakhir memang menyetujui adanya perubahan rencana induk dari bandara Sam Ratulangi. Tanah di sekitar bandara dimasukkan sebagai lahan penunjang,” ungkap Juru bicara Kemenhub Bambang S Ervan di Jakarta, Kamis (6/10).
Dijelaskannya, dalam revisi tersebut hanya menunjuk tanah di sekitar bandara sebagai lahan penunjang tanpa menyebut nama pemilik lahan. “Kami menghindari penyebutan karena masalah tanah terkait hukum. Kita hanya menyebutkan tanah di sekitar itu menunjang kegiatan bandara,” jelasnya.
Seperti diketahui, Bandara Sam Ratulangi rencananya akan menjadi salah satu tempat pembangunan hangar milik maskapai swasta Lion Air.  Maskapi ini   sudah memiliki komitmen memulai  bisnis pemeliharaan pesawat dengan menyiapkan  dana sebesar 30-40 juta dollar AS untuk   membangun hanggar di Bandara Sam Ratulangi, Manado.
Dana sebesar tujuh miliar rupiah sudah dikeluarkan untuk proyek ini dengan membeli tanah seluas 12 hektare (ha) di sebelah Bandara Sam Ratulangi.  Lion Air juga telah melakukan pembebasan tanah dari masyarakat untuk pembangunan jalan raya.
Hangar tersebut nantinya memiliki  kapasitas  maksimum menampung 2 pesawat Boeing 737-900ER. Struktur bangunan buatan Rubb Aviation USA, bangunan berlantai dua. Lantai dasar terdiri dari Engine Shop, Cabin Repair Shop, Avionic Shop, Non Distructvie Test Shop, Hydraulic Component Shop, Wheel Brake shop dan Ground Support Equipment. Sedangkan lantai dua untuk perkantoran dan guest house karyawan.
Realisasi proyek ini terkendala karena sempat muncul isu Angkasa Pura I (AP I) menginginkan sebagian saham dari pembangunan hangar tersebut. Alasan yang digunakan adalah lahan yang dimiliki Lion Air bukan bagian dari bandara, padahal kawasan tersebut harus dikelola oleh pengelola bandara.
Secara terpisah, Direktur Umum Lion Air Edward Sirait mengatakan, meskipun sudah ada perubahan masterplan bandara Sam Ratulangi, perseroan menginginkan kepastian hal-hal lain yang menjamin investasinya di sana.
”Masalah perubahan masterplan itu memang kami kerjakan bersama AP I  untuk melobi pemerintah. Kami terus terang belum melihat hasil perubahannya. Satu hal yang pasti kita ingin hal-hal lainnya harus diperjelas sebelum hangar di bangun,” katanya.
Ditegaskannya, Manado tetap menjadi prioritas utama untuk investasi pembangunan hangar di kawasan timur Indonesia karena ekspansi armada Lion Air lumayan agresif. ”Selain Menado kita juga akan membangun di tempat lainnya,” katanya.
Direktur Utama Angkasa Pura I Tommy Soetomo mengungkapkan, perubahan dari rencana induk bandara Sam Ratulangi nantinya akan mengakomodasi keberadaan lahan milik Lion Air.
”Sebelumnya Lion Air meminta untuk dibuka akses dari lahannya ke bandara, itu tidak bisa diakomodasi. Dengan lahannya dianggap bagian dari bandara, itu baru bisa dilakukan. Inilah yang ada di perubahan masterplan,” katanya.
Dijelaskannya, direvisinya masterplan bandara Sam Ratulangi menjadikan Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar  akan digunakan oleh  Garuda Maintenance Facility Aero Asia. Untuk pembangunan hangar di Makassar, API   menyiapkan dana dari kas internal sebesar  80 miliar rupiah.
Hanggar tersebut rencananya dibangun di atas lahan terminal lama Bandara Sultan Hasanuddin yang mampu menampung dua pesawat berbadan lebar seperti Boeing 737 series. Dalam nota kesepahaman disepakati pihak AP I pada Mei lalu, akan menyediakan lahan dan bangunan hanggar, sedangkan peralatan akan disediakan Garuda Maintenance.
“Rencananya kami akan membangun dua hangar untuk tipe middle. Saat ini hanggar tersebut masih dalam tahap desain dan ditargetkan bisa beroperasi awal tahun depan,” katanya.[dni]
Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s