051011 Regulator Proses Pencabutan  Ijin Prinsip First Media 

JAKARTA—Regulator telekomuniksi tengah memperoses pencabutan ijin Broadband Wireless Access (BWA) dari First Media yang melakukan perubahan kepemilikan disaat masih mengantongi ijin prinsip.

“Saat ini tengah diproses pencabutan itu karena melakukan pelanggaran pengalihan saham kala masih mengantongi ijin prinsip,” ungkap Menkominfo Tifatul Sembiring di Jakarta, Selasa (4/10).

Diungkapkannya, secara lisan operator itu sudah diberikan peringatan terkait pelanggaran yang dilakukan. “Kami menyarankan mereka memperbaharui administrasinya,” katanya.

Dirjen Sumber Daya Perangkat Pos dan Informatika M.Budi Setyawan mengatakan, sesuai regulasi jika 50 persen dari komitmen pembangunan jaringan belum direalisasikan maka komposisi kepemilikan tidak boleh berubah.

“Secara aturan itu otomatis berubah. Tetapi kami tidak mau main keras dulu karena kita punya tujuan memberikan akses internet murah bagi rakyat. Apalagi sekarang kondisi bisnis sedang lesu, kita menghimbau dengan lisan dulu,” katanya.

Sementara itu kabar beredar mengatakan surat untuuk pembuatan Keputusan Menteri Kominfo untuk pencabutan ijin prinsip Firs Media tengah dikaji drafnya. Sementara surat teguran ke operator bersangkutan telah dikirimkan pertengahan bulan lalu.

Pelanggaran yang dilakukan oleh operator tersebut karena secara sepihak mengalihkan aset dan kewajiban pembangunan jaringan kepada pemegang saham baru. Sementara anak usahanya  juga memegang ijin prinsip packet switched yang tidak boleh berubah kepemilikannya.

Dalam regulasi, masalah komitmen pembangunan jaringan tidak bisa dipindahkan sepihak karena dibuat dengan pemerintah.

Berdasarkan penelusuran, PT First Media Tbk (KBLV) yang menjual 49 persen saham di anak perusahaannya PT Link Net kepada anak perusahaan CVC Capital Partners (CVC).

CVC menanamkan modal sebesar 2,35 triliun rupiah  di PT Link Net. Selain itu, CVC akan membayar First Media sebesar  722 miliar rupiah untuk instrumen obligasi.  CVC pun akan menyuntikkan 1,63 triliun rupiah ke Link Net untuk pertukaran saham baru yang setara dengan 33,94 persen saham Link Net.

Kombinasi ini akan memungkinkan CVC untuk memiliki hingga 49 persen saham di Link Net. Meskipun demikian, First Media akan terus memiliki 51 persen saham mayoritas di Link Net. At

CVC merupakan perusahaan reksa dana global yang mengelola dana lebih dari 43 miliar dolar AS. CVC di Asia Pasifik merupakan salah satu investor paling aktif di kawasan ini dan tengah melakukan investasi dana di kawasan Asia senilai kurang lebih 6,8 miliar dolar AS. CVC memiliki keahlian yang mendalam di sektor media dan lainnya.[dni]

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s