031011 Dua Maskapai Baru akan Hiasi Industri Penerbangan

JAKARTA—Dua maskapai baru diperkirakan akan menghiasi ketatnya industri penerbangan nasional seiring dikeluarkannya lampu hijau perizinan dari otoritas penerbangan sipil.

Kedua maskapai itu adalah  PT Air Borneo (Air Born) yang telah  mendapatkan Surat Izin Usaha Penerbangan (SIUP) dan  PT Pacific Royale yang diniliai  telah memenuhi syarat untuk mendapatkan SIUP.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Herry Bakti Singayuda Gumay mengungkapkan,    telah menandatangani SIUP Air Born untuk penerbangan carter.

“Sudah saya teken beberapa minggu lalu. Sekarang  tunggu maskapai itu mengadakan pesawat dan setelah dapat AOC (Air Operator Certificate) 135 dan izin rute maka bisa terbang,” katanya   di Jakarta, kemarin.

Sedangkan untuk Pacific Royale, dijelaskannya,   telah memenuhi syarat untuk mendapatkan SIUP mengingat  rencana bisnisnya  disetujui oleh otoritas penerbangan.  Meski demikian, pemerintah sedang menunggu setoran modal Pacific Royale.

Dijelaskannya, sebagai maskapai penerbangan berjadwal dengan AOC 121, pemerintah ingin tahu kekuatan modal Pacific Royale. Sesuai dengan UU No 1 tahun 2009 tentang Penerbangan, maskapai penumpang berjadwal harus mengoperasikan minimal 10 unit pesawat. Minimal lima pesawat harus dimiliki sedangkan lima lainnya dikuasai maskapai tersebut.

Secara terpisah, Managing Director Pacific Royale, Samudra Sukardi   menyatakan siap menggelontorkan modal sebesar 42 juta dollar AS untuk menjadi maskapai penumpang berjadwal baru di Indonesia.
Dijelaskannya,   dana sebesar itu akan digunakan setengahnya untuk pengadaan pesawat yaitu lima unit Airbus A320 dan lima unit Fokker.  “Sisanya adalah untuk dana penyertaan modal dan operasional, termasuk sewa gedung dan lain-lain. Kita optimistis akan segera terbang sebelum tahun ini berakhir,” katanya.
Ditambahkannya, dana penyertaan modal akan segera disetorkan ke bank sebagai syarat administrasi agar mendapatkan  SIUP.
Pacific Royale adalah maskapai patungan antara pengusaha lokal dengan investor India. Goenarni Goenawan sebagai pengusaha lokal memiliki sebanyak 51 persen saham. Sisanya dikuasai oleh Tarun Trikha, pengusaha asal India.[dni]
Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s