031011 Angkutan Haji Berkontribusi 10% Bagi Omset Garuda

JAKARTA—Pelayanan angkutan haji tahun 2011/1432H diperkirakan berkontribusi kurang dari 10 persen dari total omset Garuda Indonesia pada tahun ini.

“Kontribusi pendapatan dari melayani angkutan Haji biasanya di bawah 10 persen bagi total omset. Saat ini kontribusi terbesar bagi pendapatan dari penerbangan reguler,” ungkap Direktur Keuangan Garuda Indonesia Elisa Lumbantoruan di Jakarta, Minggu (2/10).

Menurutnya, kenaikan pendapatan reguler jauh lebih cepat mengingat produk Garuda Indonesia  semakin bagus  dan mereknya kian kuat di pasar.

“Kalau keuntungan dari penerbangan haji itu tipis sekali walau biaya angkutan sudah dinaikkan. Apalagi kami sudah melakukan lindung nilai (hedge) bahan bakar hingga 100 persen,” jelasnya.

Diungkapkannya,  jika dihitung dari kinerja selama semester I  dan hingga Agustus 2011, kenaikan pendapatan Garuda Indonesia  mengalami kenaikan diatas 20 persen. Sedangkan hanya di semester pertama 2011 terjadi peningkatan mencapai  44.6 persen dibandingkan periode sama 2010.

Sebelumnya, selama Juli 2011 Garuda Indonesia  berhasil membukukan  laba usaha (operating profit) sebesar  459.5 miliar rupiah,  laba bersih (Rp 320 miliar), dan pendapatan usaha ( Rp 2,453 trilun) berkat mengangkut  1,642 juta penumpang. Kinerja selama satu bulan itu (Juli) berhasil menutup performa kurang menggembirakan maskapai ini pada semester I 2011.

VP Corporate Communication  Garuda Indonesia Pujobroto menambahkan, mulai   Minggu (2/10), perseroan  menerbangkan kloter pertama calon jemaah haji Indonesia di delapan embarkasi dari sembilan embarkasi yang dilayani oleh Garuda Indonesia pada tahun ini.

Delapan embarkasi yang mulai menerbangkan calon jemaah haji tersebut yaitu embarkasi Jakarta, Banda Aceh, Medan, Padang Pelembang, Solo, Balikpapan dan Makassar. Sementara itu embarkasi Banjarmasin akan memulai penerbangan kloter pertama pada tanggal 6 Oktober 2011 mendatang.

Pada musim haji 2011/1432H ini, Garuda Indonesia akan menerbangkan sebanyak 113.903 yang tergabung dalam 299 kelompok terbang (kloter) dari 9 embarkasi, yaitu embarkasi Banda Aceh (4.873 jemaah), Medan (8.500 jemaah), Padang (7.873 jemaah), Palembang  (7.721 jemaah), Jakarta (23.016 jemaah), Solo (33.813 jemaah), Banjarmasin (5.680 jemaah), Balikpapan (5.876 jemaah)  dan Makassar (16.551 jemaah).  Sedangkan pada musim haji 2010, Garuda Indonesia mengangkut pada 2010 sebanyak 118.999 jemaah.

Dalam pelaksanaan penerbangan haji tahun 2011 ini, Garuda Indonesia mengoperasikan 14 pesawat berbadan lebar terdiri  dari 3 pesawat B-747, satu pesawat B-767, dua pesawat A330-300 dan delapan pesawat A330-200. Pesawat–pesawat tersebut rata rata berusia muda dan bahkan ada pesawat yang di produksi pada tahun 2009. Garuda menyewa seluruh pesawat tersebut dari enam perusahaan penyewaan pesawat yaitu HiFly, Thomson Airways, Air Transat, Monarch, Pullmantur, dan Thomas Cook.

Awak kabin yang akan bertugas dalam pelaksanaan penerbangan haji tahun 2011/1432H ini berjumlah 687  orang dan 622 diantaranya (91%) adalah awak kabin yang direkrut dari daerah embarkasi. Tujuan Garuda Indonesia merekrut awak kabin asal daerah embarkasi tersebut adalah merupakan bagian dari “pelayanan” Garuda Indonesia kepada para jemaah untuk mengatasi kendala komunikasi (bahasa), mengingat sebagian besar jemaah hanya mampu berbahasa daerah. [dni]

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s