290911 Rating Indosat Direvisi

JAKARTA–Lembaga pemeringkat Moody’s Investor Services telah melakukan revisi atas outlook PT Indosat Tbk (Tbk) sebagai  Ba1 corporate family ratings and senior unsecured ratings, dari negative menjadi stable outlook.

Presiden Direktur Indosat Harry Sasongko mengungkapkan, revisi terhadap outlook ini mencerminkan posisi keuangan dan likuiditas Indosat yang meningkat, ruang gerak terhadap batas covenant yang semakin leluasa dimana hal ini diyakini Moody’s akan berkelanjutan, dan ekspektasi Moody’s atas manajemen likuditas yang memenuhi prinsip kehati-hatian akan terus berlanjut di masa yang akan datang.

“Kami sangat senang bahwa Moody’s telah mengakui peningkatan performansi Indosat. Kami telah melakukan langkah – langkah penting dalam meningkatkan struktur permodalan dan pada saat yang bersamaan membuktikan kemampuan kami untuk melangkah masuk ke dalam beragam jenis pasar pembiayaan baik dalam Rupiah maupun Dollar Amerika Serikat, katanya melalui keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (28/9).

Menurutnya,  sebagai operator terbesar kedua di Indonesia, Indosat secara jelas telah menunjukkan penurunan risiko pembiayaan, profil jatuh tempo utang yang lebih panjang, dan sebagai bukti nyata komitmen perusahaan terhadap manajemen likuiditas yang memenuhi prinsip kehati-hatian akan terus berlanjut di masa yang akan datang.

Sebelumnya, Harry mengungkapkan, perseroan  berhasil mengurangi total jumlah hutang  setelah membayar hutang jatuh tempo. Ada tujuh fasilitas hutang yang dilunasi.

“Jika pada semester I 2010 total hutang perseroan 24.703,8 triliun rupiah, pada semester I 2011 menjadi 22.069,2 triliun rupiah atau turun 10,7 persen,” katanya.

Perseroan juga  menandatangani perjanjian  fasilitas pinjaman revolving dengan Mandiri  yang jumlah maksimum sebesar satu triliun rupiah dengan tingkat bunga mengambang JIBOR +1,4 per tahun dan melakukan penarikan fasilitas pinjaman revolving BCA sebesar 500 miliar rupiah dengan jumlah maksimum sebesar satu triliun rupiah dengan tingkat bunga mengambang JIBOR + 1,4 persen per tahun.

“Kemampuan membayar hutang tak bisa dilepaskan dari meningkatnya free cash flow dan mempertahankan belanja modal yang realistis. Pada semester I 2011 free cash flow mencapai 1,346 triliun rupiah atau naik 23,4 persen dari posisi semester I 2010 sebesar 1.091 triliun rupiah,” ungkapnya.[Dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s