290911 Mandala Janji Segera Mengudara

JAKARTA—PT Mandala Airlines (Mandala) berjanji segera mengudara dalam jangka waktu tiga  bulan kedepan setelah proses penyelesaian restrukturisasi melalui penandatangan perjanjian jual beli bersyarat selesai dilaksanakan.

Presiden Direktur Mandala Airlines Diono Nurjadin mengatakan perusahaannya telah melakukan penandatanganan perjanjian jual beli bersyarat serta berbagai dokumen legal dan komersial terkait lainnya, antara manajemen Mandala dengan Saratoga Group sebagai investor keuangan dan Tiger Airways selaku investor strategis perseroan.

“Dibutuhkan waktu tiga bulan untuk Mandala bisa terbang kembali seperti semula, selama masa tersebut kami harus melengkapi persyaratan transaksi yang diperlukan, diantaranya persetujuan  dari Kementerian Perhubungan (kemenhub),” katanya di  Jakarta, kemarin.

Diungkapkannya, penandatanganan seluruh dokumen perjanjian jual beli bersyarat telah dilakukan pada Jumat (23/9) pekan lalu. Hal ini berarti  Saratoga Group telah resmi memiliki saham mayoritas di Mandala sebesar 51 persen serta Tiger Airways memiliki saham sebesar 33 persen. Sisanya akan dimiliki oleh kreditur konkuren dan pemegang saham lama.

Dijelaskannya,   untuk tahap awal Mandala akan kembali melayani rute-rute penerbangan lama dengan pesawat Airbus 320 sebanyak lima unit. Meskipun demikian, perusahaannya masih harus melakukan pembahasan dengan pihak Tiger Airways mengenai rute yang dibidik Mandala.

Mandala rencananya  tidak akan mengikuti rute-rute Tiger Airways ke luar negeri karena Mandala akan difokuskan untuk pasarnya sendiri. Pada awal terbang nanti,   Mandala akan menggunakan pesawat jenis Airbus 320 sebanyak lima unit. Dipilihnya jenis ini karena disesuaikan dengan sebelumnya sehingga tidak perlu menyiapkan kru termasuk pilot dan awak kabin yang baru.

“Dengan menggunakan pesawat dengan jenis yang sama dengan yang lama, kami tak perlu cari pilot dan kru yang baru. Kami tinggal pakai yang sudah ada yang selama ini kami pertahankan meski Mandala sudah tidak terbang sejak 13 Januari 2011,” jelasnya.

Dikatakannya, ditandatanganinya kesepakatan dengan para investor, semua pihak telah

mendekati penyelesaian restrukturisasi Mandala, yang masa uji tuntasnya telah berlangsung selama hampir lima bulan. Saat ini, Mandala sedang dalam proses restrukturisasi dengan mengikuti aturan perundang-undangan Indonesia.

Tahap berikutnya adalah melengkapi persyaratan-persyaratan transaksi yang diperlukan, termasuk persetujuan pemerintah yang diperlukan agar Mandala dapat segera terbang kembali seperti Surat Izin Usaha Penerbangan (SIUP) yang harus dilengkapi dengan rute.

“Soal rute ini, masih kami susun bersama Tiger yakni soal rencana bisnis Selama rencana bisnis belum selesai, investor baru yakni Saratoga dan Tiger belum gelontorkan dana sepenuhnya, hanya sebagian untuk persiapan,” katanya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Herry Bakti S Gumay mengatakan hingga saat ini Mandala Airlines masih belum mengirimkan susunan manajemen barunya kepada pemerintah. Padahal, susunan pengurus perusahaan sangat penting bagi pemerintah untuk memberikan revisi SIUP yang baru, sementara bila hingga 13 Januari 2012 Mandala belum juga beroperasi, maka pemerintah akan mencabut izin usaha tersebut.

Herry meminta agar Mandala secepatnya memberikan laporan manajemen terbaru Mandala mengingat tenggat waktu yang diberikan tinggal beberapa bulan lagi. Bila melebihi 12 Januari 2012, dia mengatakan, maka SIUP Mandala akan habis dengan sendirinya dan manajemen harus mengajukan rencana bisnis baru yang bakal memakan waktu lama lagi.

Juru Bicara Kementrian Perhubungan Bambang S Ervan menambahkan, biasanya mengurus Air Operation Certificate (AOC) bisa dieselesaikan dalam waktu dua bualn tergantung kesiapan maskapainya. ”Dalam kasus Mandala hanya menghidupkan AOC yang dibekukan. Kita tunggu saja kesiapan manajemennya,” katanya.

Sementara Sekjen INACA Tengku Burhanuddin mengingatkan, Mandala tidak akan mudah bersaing kembali di kancah industri penerbangan jika tidak memperbaiki kualitas dan mengembangkan armadanya.

”Pertumbuhan penumpang di Indonesia setiap tahun rata-rata  15 hingga  20 persen. Maskapai eksisting terus mengembangkan armada.  Manajemen baru Mandala harus paham budaya berbisnis di Indonesia jika ingin sukses,” katanya.

Diharapkannya, walau Mandala sebagian sahamnya dikuasai oleh pihak asing saat ini, merek Mandala Airlines tidak diganti mengikuti kemauan investor karena ini berkaitan dengan kebanggan bangsa. “Mandala punya sejarah di industri penerbangan. Namanya jangan diganti,” katanya.[dni]

 

 

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s