290911 Indonesia Perlu Domain Identitas

JAKARTA—Indonesia memerlukan nama domain yang menjadi identitas bangsa agar penggunaanya lebih massal di masyarakat.

”Saat ini di seluruh dunia terdaftar sekitar 200 juta nama domain internet dan hanya 250 ribu yang terdaftar di Indonesia. Dari 250 ribu nama domain yang digunakan di Indonesia, hanya 58 ribu di antaranya menggunakan domain dot id atau   hanya sekitar 23 persen yang menggunakan domain dot id di Indonesia,” ungkap Wakil Ketua Umum Asosiasi Penyedia Jasa Internet Indonesia (APJII) Sammy Pangerapan di Jakarta, kemarin.

Menurutnya, rendahnya penggunaan nama domain dot id tak bisa dilepaskan dari kurangnya sosialisasi dan dot id tidak punya ikatan emosional di masyarakat Indonesia. ”Saya usulkan identitas nama domain bangsa Indonesia dot RI. Ini akan menjadi kebanggaan karena RI itu Republik Indonesia. Jika dot id  nantinya di kenal sebagai indentity/indentification,” katanya.

Dikatakannya, jika dot id dipertahankan akan lucu jika situs kenegaraan seperti http://www.presiden.go.id www.dpr.id dianggap sebagai indentification. ”Seharusnya dot RI. Nantinya bisa dipilah-pilah penggunaannya untuk perusahaan, publik, atau lembaga negara. Kita harus secepatnya mendaftarkan dan meminta nama domain ini ke Country Code Top Level Domain sebelum diambil negara lain. Mempertahankan dot id tidak ada gunanya karena itu akan berubah nantinya,”sarannya.

Ketua Umum Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (Pandi) Andi Budimansyah  mengungkapkan, wacana menjual nama domain dot id pada  pihak ketiga masih dikaji. “Banyak  mau menjual dot  id, tapi terserah kita, kapan dan bagaimana mau jualnya. Masukan dan pemikiran pemerintah atau komunitas  juga harus didengar,” jelasnya.

Sebelumnya, Pandi baru saja mengumumkan akan mengganti sistem registry yang selama ini digunakan dengan standar baru.  Selama ini, Pandi  tidak hanya berfungsi sebagai registry yang bertugas membuat kebijakan dan mengelola domain id, tetapi sekaligus berfungsi sebagai registrar dan juga reseller yang menjual domain kepada masyarakat pengguna. Segera dalam beberapa bulan mendatang, Pandi   hanya akan melakukan fungsi sebagai registry. Fungsi sebagai registrar akan diserahkan pada perusahaan-perusahaan yang mampu dan memenuhi persyaratan.

Bersamaan dengan perubahan ini, Pandi   akan menerapkan standar kebijakan internasional dalam dalam pengelolaan nama domain id. Dalam masa transisi ini, Pandi   melakukan kerja sama teknis dengan perusahaan GMO Registry dari. GMO selama ini berpengalaman sebagai registry domain dot so, registrar terakreditasi ICANN sejak 1999 dan terdaftar sebagai anggota Asia Pacific Top Level Domain Association (APTLD) dan Africa Top Level Domain (AfTLD).[dni]

 

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s