270911 Kemenhub Tetap Buka Dialog Implementasi RA

JAKARTA—Kementrian Perhubungan (Kemenhub) tetap membuka pintu dialog bagi semua pemangku kepentingan untuk implementasi agen inspeksi (Regulated Agent/RA) baik di kargo domestik atau internasional.

”Kemenhub sejauh ini terbuka dan akomodatif terhadap masukan yang masih dapat diterima, namun diharapkan beberapa pihak juga mau memahami prinsip-prinsip yang secara ketentuan tidak dapat berubah karena memang sudah menjadi aturan. Pintu dialog masih terbuka untuk semua pihak,” kata Juru bicara Kemenhub Bambang S Ervan di Jakarta, Minggu (25/9).

Ditegaskannya, Kemenhub tetap konsisten untuk menerapkan RA  untuk kepentingan penerbangan nasional. Diharapkan semua pihak dapat melihat untuk kepentingan nasional karena jelas akan ada kepentingan-kepentingan  sepihak yang terkurangi. ”Sikap mau menang sendiri dan memaksakan kehendak harus dihilangkan,” tegansya.

Diingatkannya, jika Indonesia tidak menrapkan RA untuk kargo internasional, pesawat yang membawa kargo baik pesawat penumpang dan pesawat kargo tidak diijinkan terbang ke Uni Eropa.

”Tim EU European Union akan melakukan air cargo security visit ke Bandara Soekarno-Hatta  pertengahan Oktober ini. Kita harus menjalankan RA agar  tidak berdampak negatif bagi penerbangan Indonesia,” katanya.

Sebelumnya, Tim dari Kamar Dagang dan Industri (Kadin) dan pengusaha pemakai jasa RA melakukan aksi walk out dalam pertemuan regulated agent (RA)yang digelar di Kementerian Perhubungan, Jumat (23/9).

Belasan orang yang antara lain terdiri dari Wakil Ketua Kadin, Natsir Mansyur dan M Kadrial, pengusaha jasa ekspres M Syarifuddin dan anggota Gabungan Pengusaha Elektronik (Gabel) Mohan meninggalkan gedung tersebut karena menganggap materi rapat tidak sesuai dengan arahan Menhub Freddy Numberi.

Mereka kecewa karena yang datang dalam pertemuan itu dari pihak Kemenhub yang hadir  hanya kepala sub direktorat Keselamatan Udara yaitu Dwi Apriyanto. Padahal dalam undangan yang akan memimpin rapat adalah Dirjen Perhubungan Udara Herry Bakti S Gumay.

Menurut Natsir, Kemenhub sangat lamban dalam penanganan RA sendiri, padahal Kadin dan pengusaha pemakai jasa RA telah mempersiapkan jauh hari sebelumnya. Kalau masalah ini berlarut-larut, maka pelaksanaan inspeksi barang kargo untuk pengiriman internasional juga terancam mundur dari rencana semula pada 3 Oktober 2011.

Menanggapi hal itu,  Bambang Ervan menjelaskan, kala   pertemuan di Hotel Millenium dijelaskan bahwa tim kecil akan membahas tentang komponen biaya sehingga dapat dihitung tarif yngg wajar.

Dikatakannyam Ditjen Hubud sudah kirim surat untuk minta nama-nama dari semua pihak yang terkait baik pemerintah maupun swasta. Karena sudah cukup lama tidak semua beri masukan nama maka diundang rapat untuk konfirmasi.

“Pihak Kadin  yang juga diwakili Asperindo inginnya langsung bahas tarif dan keberatan mengapa RA masuk tim. Ditjen hubud khan hrs bekerja sesuai prosedur,” jelasnya.[dni]

 

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s