200911 Skynindo Bidik Tambahan 60 ribu Pelanggan

JAKARTA—Operator televisi berbayar, Sknindo, yang baru saja meluncurkan layanannya mulai Maret 2011, membidik tambahan  sekitar 40-60 ribu pelanggan baru dengan menggarap segmen  rumah tangga yang menggunakan parabola.

“Di Indonesia ada sekitar  4juta rumah tangga menggunakan parabola dan umumnya pointing diarahkan ke Satelit Palapa D milik Indosat yang kebetulan kami sewa. Kami ingin menggarap segmen ini dengan menawarkan program Skynindo Box,” ungkap Direktur Pengembangan Usaha Skynindo Widodo Mardijono di Jakarta, kemarin.

Dijelaskannya, para pemilik parabola dengan menggunakan Skynindo Box akan dapat menikmati teknologi terkini yakni dari MPEG 2 ke MPEG 4 ditambah 30 siaran gratis, dan pada akhir pekan bisa menikmati semua siaran berbayar dari Skynindo secara bebas.

“Harga perangkat ini di pasar dengan kualitas High Definition (HD) sekitar satu juta rupiah. Kami memangkasnya menjadi 600 ribu rupiah diluar bonus-bonus siaran gratis itu,” katanya.

Dia optimistis, program ini akan diminati oleh pasar sehingga setiap bulannya terjadi penjualan sekitar 10 ribu unit sehingga target menambah 40-60 ribu pelanggan dapat tercapai. Saat ini Skynindo memiliki 30 ribu pelanggan dengan dukungan satelit palapa D sebesar 2 transponder (72 MHz) pada pita C-band. Total siaran yang dipancarkan sebanyak 65 channel.

Lebih lanjut dikatakannya, persaingan di segmen televisi berbayar diprediksi makin sengit di tengah masih tersisanya potensi pasar hingga 15 juta rumah tangga dan seiring dengan kehadiran Internet Protocol TV (IPTV) di Indonesia.

“Saat ini pasar televisi berbayar yang sudah digarap baru sekitar 3,3 juta rumah tangga saja, sehingga masih ada lebih dari 12 juta rumah tangga lagi yang belum tersentuh. Televisi satelit tetap menguasai pasar mengingat daya jangkaunya yang luas dan harganya yang relatif murah,” jelasnya.

Menurutnya,   kehadiran IPTV, atau teknologi  LTE (long term evolution) dan WiMax yang juga bisa memberikan layanan televisi streaming masih sangat awal, mengingat jaringan telekomunikasi di Indonesia belum seluruhnya berbasis IP. “Teknologi ini baru sebatas dinikmati oleh mereka di perkotaan,” katanya.

Secara terpisah, Direktur Marketing and Sales Aora TV Guntur S. Siboro mengungkapkan pihaknya tidak terlalu mengkhawatirkan persaingan karena pasar yang masih sangat besar.

”Tidak perlu rebutan pelanggan. Dengan pemilik televisi lebih dari 40 juta rumah tangga, sementara pasar yang tergarap baru 2,5 persen, maka kami optimistis bisa menciptakan pangsa pasar baru,” katanya.[dni]

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s