200911 Kemenkominfo Harus Tegas Terhadap RIM

JAKARTA—Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) diminta harus tegas terhadap Research In Motion (RIM) dalam meminta  komitmen pembuat perangkat BlackBerry itu memenuhi regulasi di Indonesia.

”Pemerintah harus tegas terhadap RIM. Berikan shock therapy seperti  men-suspend layanannya  selama janji yang dilontarkan oleh perusahaan asal Kanada itu  belum dipenuhi. Jika tidak, RIM akan terus mengulur-ulur waktu dalam memenuhi regulasi,” tegas  Pengamat Telematika  M. S. Manggalanny di Jakarta, Senin (19/9).

Menurutnya, RIM banyak tidak memenuhi regulasi seperti pusat layanan purna jual yang tak lebih hanya  pick up point bukan fasilitas yang lengkap dengan  dukungan stock spare part dan memiliki tenaga ahli memadai. Belum lagi masalah pembangunan data center yang hingga sekarang belum ada titik terang.

”Saya rasa layak rasanya Kemenkominfo tidak  menerbitkan sertifikasi baru dulu untuk perangkat BlackBerry. Ini akan menjadi pelajaran bagi RIM nantinya dan menunjukkan Kemenkominfo itu bukan menang gertak saja,” tandasnya.

Menurutnya, masalah pembangunan data center RIM di Indonesia harus terus dikejar oleh Kemenkominfo karena pendiriannya tidak sesulit yang dibayangkan. Secara teknis s  infrastruktur data center RIM tidak istimewa.

“Hanya  server push dan squid proxy saja,  Jika masalah kestabilan pasokan listrik RIM bisa   membangun redundant UPS redundant generator dan redundant fuel supplier. Bicara Sumber Daya Manusia (SDM) yang akan merawat, Indonesia memiliki segudang tenaga ahli,” ketusnya

Pengamat  telematika lainnya, Abimanyu Wachjoewidajat memperkirakan, RIM  memiliki omset di Indonesia per bulan sekitar  112.5 miliar rupiah. “Omset itu dibawa semua ke Kanada. Jika ada  RIM Indonesia maka pemasukan bagi pemerintah akan lebih banyak dan bukan hanya dari Biaya Hak Penyelenggaraan (BHP). Pemerintah harus tegas terhadap RIM, karena Apple dan Samsung juga akan mengembangkan model layanan seperti RIM. Jika RIM lolos, potensi kehilangan pendapatan negara kian besar ,” katanya.

Sebelumnya, RIM telah bertemu dengan Kemenkominfo membahas empat hal. Keempat hal itu adalah  membahas penyediaan pusat layanan purna jual, memfasilitasi akses lawful interception (penyadapan) bagi penegak hukum Indonesia,  masalah membangun sebuah Regional Network Aggregator,dan melakukan pemblokiran akses konten internet negatif.

“Hasil pertemuan mengecewakan kami. Kita akan kembali memanggil RIM tak lama lagi untuk meminta pemenuhan komitmen terhadap hal-hal yang ada dalam regulasi Indonesia,” kata Juru Bicara Kemenkominfo Gatot S Dewo Broto.[dni]

 

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s