200911 Telkomsel Bersiap Menyambut Nakhoda Baru

Kinerja Telkomsel hingga semester pertama 2011 masih juga belum menunjukkan hasil yang menggembirakan. Penguasa di pasar seluler yang menjadi andalan Telkom dalam menyumbang pendapatan ini belum berhasil keluar dari tekanan melambatnya industri telekomunikasi.

Tercatat, Telkomsel selama semester I 2011   hanya membukukan omset sebesar 23,2 triliun rupiah atau naik 4,8 persen dari periode sama sebelumnya 22,1 triliun rupiah. Earning Before Interest Tax Depreciation Amortization (EBITDA)  hanya naik satu persen dari 12,99 triliun menjadi 13,12 triliun rupiah. Laba usaha turun tiga persen dari 8,3 triliun menjadi dari 8,2 triliun rupiah. Laba bersih naik satu persen menjadi 5,98 triliun daru 5,92 triliun rupiah.

Belum lagi masalah kualitas layanan dari Telkomsel yang mulai terlihat menurun akibat belum selesainya migrasi sistem penagihan yang dibesut oleh Amdocs. Konsep single vendor pada Operating System Software, Billing Software System (OSS, BSS) justru menjadi bumerang karena   sebelumnya sudah ada sistem lain yang digunakan.

Telkom pun tidak ketinggalan diam dengan kondisi ini. Reorganisasi sepertinya kian nyata dilakukan tak lama lagi seiring telah direstui pemekaran jumlah direksi dari lima menjadi delapan.

Berdasarkan catatan, susunan direksi Telkomsel sekarang adalah Direktur Utama Sarwoto Atmosutarno,    Direktur Keuangan Triwahyusari, Direktur Perencanaan & Pengembangan Herfini Haryono, Direktur Operasi Ng Kwon Kee dan Direktur Niaga Leong Shin Loong. Dua nama terakhir adalah perwakilan dari Singtel.

Pemekaran dilakukan  dengan menambah posisi direksi sumber daya manusia (SDM), penjualan, dan Teknologi Informasi. Telkom sendiri menginginkan posisi direksi utama, keuangan, operasi, penjualan, dan SDM harus diisi oleh perwakilannya.

Direktur Utama Telkom yang juga Komisaris Utama Telkomsel Rinaldi Firmansyah menegaskan, dalam struktur reorganisasi tak akan ada jabatan Chief Operating Officer (COO).  “Jumlah direksi sudah disetujui oleh SingTel untuk ditambah dari lima menjadi 8. Jabatan Chief operating Officer (COO) seperti yang selama ini diisukan tidak ada. Untuk firm-nya nama-nama dan pos yang baru ditunggu saja,” katanya di Jakarta, belum lama ini

Kabar beredar mengatakan, Telkom telah melakukan penjaringan dari kalangan internalnya untuk menduduki posisi Direktur Utama Telkomsel. Nama-nama yang masuk dalam pantauan adalah Direktur Perencanaan dan Pengembangan Telkomsel Herfini Haryono, Dirut Telkom Vision Elvizar, Dirut Metra Alex Sinaga, Dirut Telkom Sigma Rizkan Chandra, dan EVP Sales Operation  Telkomsel Hendri Mulja Sjam.

Sementara Kementrian Badan Usaha Milik Negara juga memiliki usulan agar Komisaris Utama diduduki oleh perwakilannya. Sosok yang dipersiapkan adalah Deputi Bidang Usaha Jasa Kementrian BUMN, Parikesit Suprapto. Sementara untuk posisi Direktur Keuangan tengah dipersiapkan eksekutif dari Bank BNI atau BRI.

Dari internal Telkomsel sendiri nantinya akan ada pelantikan sekitar 54 pejabat baru untuk menduduki posisi VP dan GM sebagai konsekuesi pembentukan direktorat baru. Rencananya, pengumuman pejabat baru ini akan dibalut dalam Rapat Pimpinan (Rapim) yang akan digelar pada pertengahan September ini. Guna meredam gejolak di kalangan internal, manajemen telah meminta bantuan dari konsultan SDM untuk mengadvokasi kala sosialisasi nanti.

Banyak kalangan berharap gonjang-ganjing di Telkomsel secepatnya diselesaikan agar operator ini bisa menghadapi persaingan yang kian keras. Reorganisasi dan penunjukkan pejabat baru dinilai sebagai obat pahit yang harus ditelan Telkomsel jika masih ingin menjadi yang terbesar di pasar seluler Indonesia.

Memang, konsekuensi dari reorganisasi adalah terjadinya gejolak dan melambatnya proses bisnis untuk sementara waktu. Namun, jika para pejabat baru nantinya berhasil melakukan rekonsiliasi, maka Telkomsel akan kembali bersinar layaknya beberapa tahun lalu. Kita tunggu saja hasil berbenah ala operator yang mengklaim Paling Indonesia ini.[dni]

 

 

200911 Kemenkominfo Harus Tegas Terhadap RIM

JAKARTA—Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) diminta harus tegas terhadap Research In Motion (RIM) dalam meminta  komitmen pembuat perangkat BlackBerry itu memenuhi regulasi di Indonesia.

”Pemerintah harus tegas terhadap RIM. Berikan shock therapy seperti  men-suspend layanannya  selama janji yang dilontarkan oleh perusahaan asal Kanada itu  belum dipenuhi. Jika tidak, RIM akan terus mengulur-ulur waktu dalam memenuhi regulasi,” tegas  Pengamat Telematika  M. S. Manggalanny di Jakarta, Senin (19/9).

Menurutnya, RIM banyak tidak memenuhi regulasi seperti pusat layanan purna jual yang tak lebih hanya  pick up point bukan fasilitas yang lengkap dengan  dukungan stock spare part dan memiliki tenaga ahli memadai. Belum lagi masalah pembangunan data center yang hingga sekarang belum ada titik terang.

”Saya rasa layak rasanya Kemenkominfo tidak  menerbitkan sertifikasi baru dulu untuk perangkat BlackBerry. Ini akan menjadi pelajaran bagi RIM nantinya dan menunjukkan Kemenkominfo itu bukan menang gertak saja,” tandasnya.

Menurutnya, masalah pembangunan data center RIM di Indonesia harus terus dikejar oleh Kemenkominfo karena pendiriannya tidak sesulit yang dibayangkan. Secara teknis s  infrastruktur data center RIM tidak istimewa.

“Hanya  server push dan squid proxy saja,  Jika masalah kestabilan pasokan listrik RIM bisa   membangun redundant UPS redundant generator dan redundant fuel supplier. Bicara Sumber Daya Manusia (SDM) yang akan merawat, Indonesia memiliki segudang tenaga ahli,” ketusnya

Pengamat  telematika lainnya, Abimanyu Wachjoewidajat memperkirakan, RIM  memiliki omset di Indonesia per bulan sekitar  112.5 miliar rupiah. “Omset itu dibawa semua ke Kanada. Jika ada  RIM Indonesia maka pemasukan bagi pemerintah akan lebih banyak dan bukan hanya dari Biaya Hak Penyelenggaraan (BHP). Pemerintah harus tegas terhadap RIM, karena Apple dan Samsung juga akan mengembangkan model layanan seperti RIM. Jika RIM lolos, potensi kehilangan pendapatan negara kian besar ,” katanya.

Sebelumnya, RIM telah bertemu dengan Kemenkominfo membahas empat hal. Keempat hal itu adalah  membahas penyediaan pusat layanan purna jual, memfasilitasi akses lawful interception (penyadapan) bagi penegak hukum Indonesia,  masalah membangun sebuah Regional Network Aggregator,dan melakukan pemblokiran akses konten internet negatif.

“Hasil pertemuan mengecewakan kami. Kita akan kembali memanggil RIM tak lama lagi untuk meminta pemenuhan komitmen terhadap hal-hal yang ada dalam regulasi Indonesia,” kata Juru Bicara Kemenkominfo Gatot S Dewo Broto.[dni]

 

200911 Telkom Selenggarakan Kompetisi Edutainment

JAKARTA—PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) menyelenggarakan kompetisi Edutainment Sains Asyik 2011 untuk meningkatkan kualitas dunia pendidikan  nasional.

Operations Vice President Public Relations Telkom, Agina Siti Fatimah menjelaskan, kompetisi ini merupakan  uji kemampuan siswa-siswi sekolah dasar  menyelesaikan soal ujian dengan menggunakan media portal http://www.speedycerdas.com serta untuk membangun dan mewadahi komunitas edutainment yang terdiri dari para guru, murid, dan para orangtua murid di kalangan sekolah dasar di beberapa kota.

“Sesuai dengan tema kompertisi yakni edutainment,  kami mencoba merancang proses pembelajaran dimana muatan pendidikan dan hiburan dapat dikombinasikan secara harmonis, sehingga pembelajaran lebih menyenangkan,” jelasnya di Jakarta, kemarin.

Dijelaskannya, tujuan dari kegiatan yang dimenangkan oleh Dhia Fadhilah B siswi Sekolah Dasar Islamic Village itu   memberikan pengalaman kepada siswa-siswa sekolah dasar untuk belajar dalam suasana yang menyenangkan.  Dikatakannya, pembelajaran yang menyenangkan biasanya dilakukan dengan humor atau melalui permainan (game), bermain peran (role play) dan demontrasi atau melalui pemanfaatan teknologi multimedia seperti animasi yang dikemas dalam bentuk CD Pembelajaran maupun aplikasi online berbasis internet.

Menurutnya, saat tren pertumbuhan industri telekomunikasi berkembang pesat yang didorong oleh konten dan content based devices seperti Google, Facebook, BlackBerry dan iPhone, Telkom menangkap peluang untuk berinovasi guna tetap mempertahankan competitive sustainable growth. “Peluang-peluang tersebut diwadahi Telkom melalui rangkaian proses transformasi dengan mengubah arah bisnis dari bisnis infocom menjadi Telecommunication, Information, Media dan Edutainment (TIME),” jelasnya.

Beberapa produk Telkom di bidang Edutainment saat ini antara lain Indismart dan PesonaEdu. Layanan tersebut dapat diakses melalui portal http://www.telkomspeedy.com dan Flexi Gaul yang baru diluncurkan beberapa bulan lalu. Flexi Gaul Cerdas merupakan aplikasi tambahan yang ada pada handset bundling Flexi yang berisi layanan informasi tentang dunia sekolah, kegiatan belajar-mengajar, bimbingan belajar dan kreativitas para siswa.

Produk edutainment lain adalah  `Belajar Sains bersama Prof. Yohanes Surya` yang dikemas dalam bentuk CD (compact disc). Sudah ada 15 judul yang diterbitkan. Metode pembelajaran yg dikembangkan oleh Prof Yohanes Surya yang sudah dikenal sebagai GASING-Gampang, Asyik, dan Menyenangkan ini nantinya akan diintegrasikan ke super portal e-learning Telkom yg saat ini sedang dikembangkan oleh Telkom RDC.[dni]

 

 

 

 

200911 Skynindo Bidik Tambahan 60 ribu Pelanggan

JAKARTA—Operator televisi berbayar, Sknindo, yang baru saja meluncurkan layanannya mulai Maret 2011, membidik tambahan  sekitar 40-60 ribu pelanggan baru dengan menggarap segmen  rumah tangga yang menggunakan parabola.

“Di Indonesia ada sekitar  4juta rumah tangga menggunakan parabola dan umumnya pointing diarahkan ke Satelit Palapa D milik Indosat yang kebetulan kami sewa. Kami ingin menggarap segmen ini dengan menawarkan program Skynindo Box,” ungkap Direktur Pengembangan Usaha Skynindo Widodo Mardijono di Jakarta, kemarin.

Dijelaskannya, para pemilik parabola dengan menggunakan Skynindo Box akan dapat menikmati teknologi terkini yakni dari MPEG 2 ke MPEG 4 ditambah 30 siaran gratis, dan pada akhir pekan bisa menikmati semua siaran berbayar dari Skynindo secara bebas.

“Harga perangkat ini di pasar dengan kualitas High Definition (HD) sekitar satu juta rupiah. Kami memangkasnya menjadi 600 ribu rupiah diluar bonus-bonus siaran gratis itu,” katanya.

Dia optimistis, program ini akan diminati oleh pasar sehingga setiap bulannya terjadi penjualan sekitar 10 ribu unit sehingga target menambah 40-60 ribu pelanggan dapat tercapai. Saat ini Skynindo memiliki 30 ribu pelanggan dengan dukungan satelit palapa D sebesar 2 transponder (72 MHz) pada pita C-band. Total siaran yang dipancarkan sebanyak 65 channel.

Lebih lanjut dikatakannya, persaingan di segmen televisi berbayar diprediksi makin sengit di tengah masih tersisanya potensi pasar hingga 15 juta rumah tangga dan seiring dengan kehadiran Internet Protocol TV (IPTV) di Indonesia.

“Saat ini pasar televisi berbayar yang sudah digarap baru sekitar 3,3 juta rumah tangga saja, sehingga masih ada lebih dari 12 juta rumah tangga lagi yang belum tersentuh. Televisi satelit tetap menguasai pasar mengingat daya jangkaunya yang luas dan harganya yang relatif murah,” jelasnya.

Menurutnya,   kehadiran IPTV, atau teknologi  LTE (long term evolution) dan WiMax yang juga bisa memberikan layanan televisi streaming masih sangat awal, mengingat jaringan telekomunikasi di Indonesia belum seluruhnya berbasis IP. “Teknologi ini baru sebatas dinikmati oleh mereka di perkotaan,” katanya.

Secara terpisah, Direktur Marketing and Sales Aora TV Guntur S. Siboro mengungkapkan pihaknya tidak terlalu mengkhawatirkan persaingan karena pasar yang masih sangat besar.

”Tidak perlu rebutan pelanggan. Dengan pemilik televisi lebih dari 40 juta rumah tangga, sementara pasar yang tergarap baru 2,5 persen, maka kami optimistis bisa menciptakan pangsa pasar baru,” katanya.[dni]

200911 Retensi Pelanggan Usai Pesta Besar

Bulan Ramadan yang memberikan kesempatan pesta besar bagi operator telekomunikasi untuk meraup keuntungan telah usai. Namun, bagi operator masih ada pekerjaan berat lainnya yang harus dilakukan, yakni meretensi pelanggan agar tetap setia pada layanan yang ditawarkannya seusai pesta besar dijalani.

Beberapa operator langsung menggeber program pemasaran baru untuk menjaga agar pelanggan yang didapat selama Ramadan tidak pindah ke kompetitor atau berharap masih bisa mengakusisi pelanggan baru untuk mencapai target yang dicanangkan tahun ini.

Direktur Utama Telkomsel Sarwoto Atmosutarno mengungkapkan, kenaikan omset pada Ramadan lalu tidak begitu signifikan hanya 7 persen dari pendapatan di bulan biasa, walaupun penguasa pasar itu sudah menghentikan program bonus SMS untuk periode periode 27 Agustus – 2 September 2011.

“Tidak banyak kenaikan omset selama Ramadan karena masyarakat membagi pengeluarannya antara libur sekolah dan Lebaran yang berdekatan,” ungkapnya di Jakarta, kemarin.

VP Product Marketing Telkomsel Lindayanti Harjono menambahkan, untuk meretensi pelanggan pada sisa 2011, dikeluarkan program  InternetMania unlimited bagi pelanggan simPATI dan BonbAStis bagi pengguna KartuAS

InternetMania Unlimited menawarkan akses internet hanya  lima ribu rupiah  per hari dan  mengunduh musik seribu rupiah sepuasnya selama seminggu. Sedangkan program BonbAstis menawarkan bonus pulsa hingga 200 persen.

Group Head Segment Management Indosat Insan Prakarsa menjelaskan,  perseroan membuat program yang   berkelanjutan karena Indosat ingin menekan angka pindah layanan. “Tantangan setelah Ramadan ini adalah membuat pelanggan yang baru memiliki Indosat tidak berpindah karena masih ada momen Lebaran Haji, Natal, dan Tahun Baru,” katanya.

Brand Manager IM3 Andre Reynaldi menambahkan, program terbaru yang diluncurkan oleh anak usaha Qatar Telecom itu adalah  “Pulsa Langsung Kembali” bagi pelanggan prabayar IM3, Mentari dan Indosat Mobile.

Dikatakannya, selain bonus bicara, Indosat juga menyediakan beragam pilihan Paket Nelpon, SMS dan Internet melalui Indosat Mobile dan IM3. Tersedia dalam paket Harian, Mingguan dan Bulanan, pelanggan Indosat Mobile juga dapat menikmati tarif Rp. 300/menit ke semua operator. Bagi anak muda, IM3 menghadirkan promo hanya kirim 2 SMS Gratis Nelpon dan SMS ke semua operator.

Sementara Direktur Marketing XL Joy Wahjudi mengungkapkan, perseroan mengandalkan program  “Xmua 49” yang menawarkan kemudahan untuk mengakses internet dan layanan data, antara lain berupa Paket BlackBerry dan Internet Unlimited, untuk memanfaatkan sisa waktu yang tersisa di 2011.

Dijelaskannya,  program “Xmua 49” ini menawarkan paket berlangganan XL BlackBerry Full Service hanya  49 ribu  rupiah per 30 hari selama 3 bulan pertama. Paket istimewa ini hanya berlaku untuk pelanggan baru, baik prabayar maupun pasca bayar.

Paket berlangganan XL Internet Unlimited juga bisa didapatkan pelanggan dengan harga 49 ribu rupiah per 30hari.  Dengan berlangganan semurah itu, pelanggan akan mendapatkan layanan berkecepatan sampai to 512 Kbps.

Selain itu, program “Xmua 49” juga menawarkan paket bundling BlackBerry Bold 9900, iPhone4 16 GB, dan Samsung Galaxy SII dengan cicilan sangat menarik, yaitu sebesar  490 ribu rupiah per bulan selama 12 bulan. “Kami sadar pelanggan sekarang sangat menginginkan layanan dan perangkat data yang terjangkau. Program “Xmua 49” adalah jawabannya,” katanya.

Tak Ketinggalan

Tak mau ketinggalan kereta, operator papan tengah juga langsung tancap gas usai Ramadan. Axis yang telah memiliki 15 juta pelanggan, bernafsu ingin memiliki 18 juta pelanggan pada akhir tahun ini. Axis terus melakukan berbagai promosi tarif, khususnya memberikan harga murah untuk layanan telepon dan SMS off net (ke operator lain). Strategi ini berbeda dibandingkan dengan operator lain yang memberikan harga murah untuk layanan on net (sesama operator).

Kali ini Axis   muncul program  “Axis Pangkal Hemat, Pulsanya Tidak Habis-Habis”. Program baru AXIS ini memberikan GRATIS 10.000 SMS sepuasnya ke semua operator setelah pemakaian Rp300 dan GRATIS nelpon 1.000 menit ke semua nomor AXIS setelah pemakaian 500 rupiah yang berlaku setiap hari dari jam 12.00 malam – 05.00 sore.

“Kami sadar pasca   Lebaran masyarakat harus mengencangkan ikat pinggang. Namun kami juga mengerti komunikasi itu sudah menjadi kebutuhan mendasar. Karena itu program ini diluncurkan,” jelas Direktur Penjualan Axis Telekom  Syakieb Ahmad Sungkar.

Sementara Presiden Direktur Smartfren, Rodolfo Pantoja mengungkapkan, mengandalkan kartu Smartfren Cerdas untuk mendongkrak pelanggan datanya. “Kartu Smartfren Cerdas  dihadirkan untuk menjawab kebutuhan komunikasi data maupun suara berkualitas tinggi, cepat dan tidak lambat lagi, serta berbiaya hemat. Kami menargetkan ada dua juta pelanggan data pada tahun depan, tahun ini kita sudah memiliki satu juta pelanggan data. Sebanyak 55 persen pendapatan kami dari jasa data,” katanya

Deputy CEO Smartfren Djoko Tata Ibrahim mengungkapkan, tahap awal disediakan sebanyak satu juta nomor kartu Smartfren Cerdas yang dibanderol lima ribu rupiah dengan mengandalkan kecepatan data hingga 14,7 Mbps berkat teknologi Evolution Data Optimized Rev B (EVDO-Rev B).

Saat ini, jaringan Smartfren yang menggunakan total 9 kanal di frekuensi 1900 MHz dan 800 MHz, sudah tersebar cakupannya di 19 kota besar di seluruh Indonesia. Namun untuk EVDO Rev B, cakupannya baru akan sebatas di 10 kota besar saja.

“EVDO Rev B akan  digelar pada Oktober nanti di Jakarta. Untuk infrastrukturnya, akan ada 1000 pemancar khusus EVDO Rev B  dari total 4500 base transceiver station (BTS) yang ditargetkan pembangunannya hingga akhir tahun.

Dijelaskannya,  alasan Smartfren lebih fokus mengembangkan layanan data internet tak lain karena rendahnya churn rate (nomor hangus) untuk layanan data. Terlebih, average revenue per user/ARPU (penggunaan rata-rata per pelanggan) untuk data jauh lebih tinggi.

“Voice itu churn rate-nya 80 persen  sedangkan data cuma 1 persen. ARPU data kami sekitar  60 ribu rupiah, sedangkan   voice cuma 15 ribu rupiah. Berkat program pemasaran yang komunikatif, setiap bulan ada 150 ribu pelanggan melakukan aktifasi dan aktif dengan nomor barunya,” jelasnya.

Dikatakannya, saat ini Smartfren  memiliki 7 juta pelanggan, dan diharapkan pada akhir tahun nanti bisa mencapai 8 juta pelanggan. “Pada awal tahun kami menargetkan meraih 10 juta pelanggan. Sekarang kita realistis dengan 8 juta pelanggan. Soalnya konsolidasi antar dua entitas (Mobile-8 dan Smart Telecom) terus berjalan,” jelasnya.

Chief Technology Officer Smartfren Merza Fachys  optimistis target omset satu triliun rupiah yang dicanangkan perseroan pada tahun ini tercapai jika melihat lonjakan trafik data di jaringannya.

“Kami sudah menerapkan strategi  bandwidth optimizer menggunakan kompresi data melalui  pendeteksian perangkat yang digunakan oleh pelanggan dan  aplikasi yang diakses. Ini agar jaringan tidak dieksplorasi kebablasan yang berujung trafik tidak menghasilkan uang,” jelasnya.[dni]

 

200911 Implementasi Sistem Remunerasi Baru Pilot Garuda

JAKARTA—Manajemen PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) optimistis implementasi dari sistem baru remunerasi untuk  para penerbangnya bisa dilaksanakan secara bertahap pada awal tahun depan seiring telah didapatnya kesepakatan dengan Asosiasi Pilot Garuda (APG).

“Jika tidak ada hambatan, pada akhir Oktober atau awal November tim yang terdiri dari manajemen dan APG akan selesai merumuskan sistem remunerasi baru bagi pilot Garuda. Mengingat kami adalah perusahaan yang tercatat di pasar saham, dan harus membuat anggaran, diperkirakan pada awal 2012 bisa diimplementasikan sistem baru dari remunerasi itu,” ungkap VP Flight Operation Garuda Indonesia Capt Suhasril Samad di Jakarta, Senin (19/9).

Diungkapkannya, pada pertemuan 9 September lalu manajemen dengan APG telah membuat  kesepakatan dengan Presiden APG Stefanus Gerardus Rahadi  untuk tiga hal.

Pertama, membahas keberadaan pilot asing. Kedua, renogosiasi sistem remunerasi. Ketiga, penghargaan pada masa kerja penerbang. “Tiga hal itu telah disepakati dalam surat SK JKTD1/SKEP/5612/11 yang ditandantangi Direktur SDM Herianto sebagai ketua tim kecil pengkajian sistem remunerasi,” katanya.

Diharapkannya, sistem dan model remunerasi yang baru itu berlaku  untuk jangka panjang sehingga dapat menciptakan lingkungan kerja yang kondusif melalui empat hal.

Pertama, pemberian penghargaan yang didasarkan kepada kinerja (pay performance). Ini akan membuat penerbang atau talent yang baik akan tertarik untuk terus bekerja di Garuda karena mendapatkan penghargaan atas kinerja yang dicapai melalui pemberian penghargaan senioritas, penghargaan masa kerja, retention bonus, pilihan pengelolaan benefit (uang kesehatan, uang pra pensiun, uang pensiun, dan lainnya) dikelola sendiri atau oleh perusahaan.

Kedua, Garuda ingin menjadi perusahaan penerbangan yang atraktif sehingga SDM baik lokal atau asing ingin bekerja di maskapai pelat merah tersebut karena nilai yang kompetitif dengan pasar. Ketiga, penghargaan yang bebrbeda terhadap penerbang yang produktif dan tidak/kurang produktif. Terakhir adanya sistem benefit baru yang bersifat jangka panjang.

Dikatakannya, berkaitan dengan masa kerja pilot yang melebihi batas usia pensiun pegawai yang lain (pada usia 56 tahun ), maka masa kerja pilot yang melebihi batas usia pensiun pegawai lain (56 tahun) tersebut diharapkan dapat diberikan penghargaan secara proporsional.

Sedangkan bagi pilot yang telah mencapai usia 56 tahun, diberikan kesempatan atau pilihan untuk mengambil sebagian atau hak-hak pensiun lainnya yang mekanisme dan teknis pelaksanaannya akan dibahas tersendiri dan hasil pembahasan ajan dituangkan dalam perjanjian kerja penerbang atau PKP.

“Dalam sistem remunerasi baru nanti tidak ada lagi pembedaan antara Pilot kontrak lokal dan pilot kontrak asing.  Nanti mereka akan mendapat hak yang sama  alias sistem remunerasi hanya ada satu,” jelasnya.

Berdasarkan catatan, saat ini jumlah pilot lokal Garuda sebanyak 800 orang. Sementara pilot asing sebanyak 34 orang. Perbedaan kompensasi untuk pegawai kontrak asing ini yakni hanya mendapat paket gaji 12 kali setahun tanpa menerima production allowance. Kalau pilot kontral  lokal, akan mendapat gaji 14,5 kali setahun dan mendapat production allowance. Untuk pilot  pegawai tetap, menerima gaji 15,5 kali setahun fan seyiap hjam terbang dibayar atau production allowance.

Juru bicara Garuda Indonesia Pujobroto menambahkan, perseroan dalam memberikan kompensasi bagi pegawai mengacu pada tuga hal yakni kontribusi karyawan bagi perusahaan, nilai di pasar, dan kemampuan perusahaan untuk menyanggupi.

“Jika hasil perundingan menunjukkan perseroan ada kenaikan yang siginifikan, kemungkinan kenaikan akan dilakukan secara bertahap. Tetapi jika ternyata kenaikan tidak besar dan perusahaan mampu menyanggupi, maka pembayaran bisa dilakukan secara keseluruhan mulai awal 2012,” jelas Samad.

Secara terpisah, Stefanus mengakui memang ada kesepakatan antara APG dengan manajemen dan akan kembali berunding membahas hal-hal yang telah disepakati. “Untuk masalah pilot asing opsinya pendapatannya diturunkan atau dipulangkan. Sedangkan untuk masalah remunerasi dan penghargaan masa kerja itu akan kembali dirundingkan,” katanya.[dni]