190911 Lion Air Bidik Pasar Layanan Penuh

JAKARTA—Maskapai penerbangan swasta terbesar, Lion Air, akan mendirikan anak usaha untuk membidik pasar penumpang full service (layanan penuh) 2012.

“Kami akan menggarap pasar full service. Sekarang sedang dibentuk anak usaha untuk mewujudkan rencana tersebut. Surat Izin Usaha Penerbangan (SIUP) juga tengah diurus ke regulator,” ungkap Direktur Umum Lion Air Edward Sirait di Jakarta, akhir pekan lalu.

Dijelaskannya, perseroan harus membentuk anak usaha baru khusus menggarap segmen full service karena tipe layanan ini berbeda dengan pasar yang biasanya dilayani yakni budget traveler. “Untuk menggarap segmen ini Air Operation Certificate (AOC) tidak boleh sama dengan Lion Air. Selain itu kemampuan pesawat dan sumber daya manusia juga berbeda. Karena itu persiapannya harus matang. Diperkirakan pada November tahun depan baru terealisasi,” katanya.

Diungkapkannya, untuk menggarap segmen full service, perseroan akan mengalokasikan sekitar 12 pesawat tipe Boeing 737-900 ER yang telah dimodifikasi interiornya sesuai dengan segmen yang dilayani. “Kami sekarang telah memiliki 50 pesawat tipe Boeing 737-900 ER, hingga akhir tahun nanti akan menjadi 54 unit. Sedangkan pada 2016 nanti akan menjadi 178 unit,” katanya.

Saat ini Lion Air dan anak usaha Wings Air telah mengoperasikan 92 pesawat yang terdiri dari Boeing 747-400, Boeing 737-400, Boeing 737-300, dan MD 90.  yang melayani 53 kota untuk rute domestic dan 6 rute luar negeri. Sehari ada sekitar 500 penerbangan yang dilakoni oleh armada Lion Air.

Direktur Utama Lion Air Rusdi Kirana mengatakan, agresifnya perseroan mengembangkan usaha tak bisa dilepaskan dari kepercayaan para pendukung pendanaan. Misalnya, komitmen kredit yang berhasil didapatkan dari Bank Exim AS sebesar  dua miliar dollar AS dan BNP Paribas sekitar satu miliar dollar AS dengan waktu kredit 10-12 tahun dengan bunga di bawah 5 persen per tahun.

Diungkapkannya, untuk layanan Full Service perseroan akan membuat  jarak antar kursi menjadi 32 feet  bukan 31 feet seperti yang ada selama ini dengan hiburan penuh. “Kita sudah pesan untuk interiornya untuk kapasitas 180 kursi. Kemungkinan November tahun depan sudah bisa dipasarkan.  Rute yang dibidik adalah  Jakarta-Bali, Jakarta -Hongkong, Bali- Hongkong, dan Bali- Shanghai, “ungkapnya.

Sebelumnya, maskapai Sriwijaya Air juga telah mencanangkan  pada awal 2012 akan  memberikan layanan full services tanpa harus mendirikan anak usaha.  Armada yang digunakan rencananya adalah  20 unit Boeing 737-800 NG dan 20 unit Embraer 190. Di Indonesia pemimpin pasar full services adalah Garuda Indonesia.

Perbaiki OTP

Selanjutnya Rusdi   mengungkapkan, maskapainya telah berhasil meningkatkan On Time Performance (OTP) setelah sempat diperingati oleh regulator pada pertengahan Juli lalu.

”Saya akui OTP Lion Air beberapa waktu lalu sempat jelek yakni sekitar 66,45 persen. Namun setelah melakukan perbaikan, pada Lebaran lalu OTP berhasil naik menjadi 89 persen,” katanya.

Dijelaskannya, kala diperingatkan oleh regulator, maskapainya sempat tidak menerbangkan sejumlah armadanya. Sementara pilot yang ada diberikan kesempatan untuk mendidik pilot-pilot muda. Alhasil, berkat adanya program tersebut stok pilot Lion Air untuk 2012 diklaim mampu mencukupi crew set untuk jumlah armada tahun depan.

”Kami juga memperbaiki sistim Teknologi Informasi (TI) agar lebih baik dalam penjadwalan kru dan check in penumpang. Kita optimistis angka OTP di atas 80 persen itu bisa dipertahankan. Untuk semua ini kami ada pengorbanan yakni terjadinya potensi kehilangan pendapatana karena pesawat di-grounded,” tegasnya.

Pada kesempatan sama, Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono menegaskan, walau Lion Air mengklaim telah melakukan perbaikan di sisi OTP, tetapi evaluasi secara periodik yang dilakukan oleh regulatorlah akan menilai nantinya.

”Kami menghargai usaha yang dilakukan oleh Lion Air. Tetapi dilihat saja nanti hasil evaluasi periodik terhadap maskapai ini,” katanya.

Dijelaskannya, seiiring keluarnya regulasi yang mengatur tentang kompensasi delay oleh maskapai, maka kemampuan mensinergikan jumlah armada, kekuatan Sumber Daya Manusia (SDM), dan sistim operasi pendukung harus ditingkatkan. ”Jika ini tidak dilakukan maskapai, dijamin akan kedodoran memberikan layanan berkualitas bagi pelanggan. Saya harap aturan itu dilihat semangat peningkatan kualitas layanan bagi masyarakat, bukan masalah pemilihan asuransi mitra dan lainnya,” tandasnya.[dni]

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s