140911 ALU Bidik Pasar Data Center

JAKARTA—Penyedia solusi dan jaringan, Alcatel Lucent (ALU), membidik pasar data center yang sedang bergairah di Indonesia seiring mulai maraknya penggunaan Cloud Computing.

“Pertumbuhan investasi untuk Cloud Computing secara global dalam empat tahun ke depan akan tumbuh lima kali lipat ketimbang pembelian produk teknologi informasi tradisional. Saat ini secara global nilai bisnis cloud computing mencapai 29 miliar dollar AS dan emapt tahun lagi mencapai 55 miliar dollar AS,” ungkap VP of  Enterprise Network Alcatel Lucent Asia Pacific BG poon di Jakarta, kemarin.

Menurutnya, tingginya penggunaan Cloud Computing juga akan membuat kebutuhan data center kian besar. Hal ini terlihat dari banyaknya terjadi merger dan akuisisi dari perusahaan data center serta prediksi pertumbuhan dari bisnis ini hingga 2014 bisa mencapai 13 persen.

“Indonesia sebagai salah satu negara yang telah mengadopsi cloud computing, tentu akan membutuhkan data center. Kami sebagai penyedia solusi akan bermitra dengan para penyedia data center untuk bisa memberikan layanan yang hemat biaya dan berkualitas,” katanya.

Dijelaskannya, dalam mengelola data center terdapat beberapa isu krsuial seperti performa dan skala dari sistem, network kongesti dan arsitektur konektivitias, serta biaya energi, pendingin, dan ruangan. ”Konsumsi energi itu menyerap 50 persen dari investasi data center. Harus diingat, prinsip dari bisnis data center adalah menghasilkan dan menghemat uang. Melalui solusi switching data center kami yang terbaru, semua itu dapat dilakukan,” katanya.

Hal ini karena produk dari ALU ini hanya menelan biaya listrik sekitar 0.10 dollar AS per Kwh dan bisa berinteroperobilitas dengan solusi dari merek lainnya. ”Konsep bisa keterhubungan ini sangat penting karena perusahaan tentu ingin mengamankan investasinya. Terikat pada satu vendor itu justru merugikan karena akan dipasung oleh satu teknologi,” jelasnya.

Diungkapkannya, saat ini segmen yang dibidik untuk solusi data center ini adalah operator telekomunikasi, industri strategis seperti oil and gas,  pemerintahan, serta pendidikan. ”Kami berbicara dengan semua operator telekomunikasi, termasuk   Telkom yang tengah membangun data center,” katanya.

Sebelumnya, Telkom berencana membangun data center seluas 15 ribu meter  dengan investasi  400 miliar rupiah untuk mengembangkan lini bisnis berbasis cloud computing di Indonesia. Pembangunan ini melengkapi dua data center sebelumnya yang telah dibangun di Surabaya dan Serpong.

Lembaga riset Frost & Sullivan memperkirakan Cloud Computing terutama segmen Infrastructure as a Service (IaaS) diyakini akan  tumbuh 53.4 persen  selama periode 2010 – 2014.  65 persen  dari pasar data center di industri BFSI (Banking, Financial Services & Insurance), Manufaktur, dan Telco/IT menyediakan potensi terbesar bagi layanan Cloud (IaaS) di Indonesia.

Lembaga ini memperkirakan nilai pasar data center di Indonesia tahun 2010 diperkirakan mencapai  146,5 juta dollar AS. Sedangkan Sharing Vision memprediksi Coumpound Annual Growth Rate (CAGR) bisnis ini sebesar  20 persen dengan nilai pasar pada tahun ini sekitar  1,1 triliun rupiah.[dni]

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s