130911 Pasar Cloud Computing Tumbuh 53,4%

JAKARTA—Layanan Cloud Computing terutama segmen Infrastructure as a Service (IaaS) diyakini akan  tumbuh 53.4 persen  selama periode 2010 – 2014 karena industri semakin sadar manfaat efisiensi biaya yang ditawarkan jasa ini.

“Pangsa pasar dari  IaaS dalam pasar Cloud Computing diperkirakan juga akan mengalami peningkatan sebesar 34 persen  pada 2014 dibandingkan dengan tahun 2010 yang mencapai 30 persen,” ungkap Senior Consultant, ICT Practice, Frost & Sullivan Indonesia Iwan Rachmat di Jakarta, kemarin.

Diungkapkannya,  65 persen  dari pasar data center di industri BFSI (Banking, Financial Services & Insurance), Manufaktur, dan Telco/IT menyediakan potensi terbesar bagi layanan Cloud (IaaS) di Indonesia.

“Namun masih banyak perusahaan yang menunjukkan sikap skeptis terhadap penerapan sistem Cloud karena adanya kekhawatiran atas keamanan (Security) dan privasi (Privacy). Hal ini, ditambah dengan rendahnya konektivitas internet broadband yang handal di Indonesia, dapat menghambat penerapan sistem Cloud,” ungkapnya .

Menurutnya, meskipun mengalami pertumbuhan, pasar Cloud Computing Indonesia masih dalam tahap pengembangan awal karena skalanya yang masih relatif kecil, mengingat Indonesia adalah negara terpadat keempat di dunia, setelah Cina, India, dan Amerika Serikat.

“Hal ini terutama disebabkan oleh kurangnya infrastruktur yang terkait dengan ketersediaan dan konektivitas internet. Penetrasi internet di luar ibukota Jakarta pada umumnya melalui konektivitas nirkabel dan tidak memiliki kapasitas untuk koneksi broadband dalam skala besar,” paparnya.

Dikatakannya,   tidak adanya konektivitas internet yang cepat dan dapat diandalkan di Indonesia, ditambah dengan rendahnya minat perusahaan-perusahaan lokal terhadap TI merupakan tantangan utama yang dihadapi oleh penyedia layanan Cloud Computing.

Meskipun demikian, lanjutnya,  saat ini pasar Cloud tengah mengalami peningkatan permintaan dari perusahaan-perusahaan lokal karena mereka mulai memahami lebih banyak aplikasi model dan adanya kesempatan untuk mengurangi biaya dan mendorong terciptanya efektivitas.  Selain itu, investasi asing di sektor telekomunikasi dan rencana ekspansi pemain lokal ke Broadband Wireless Access telah menarik perhatian pemain global seperti Google, Amazon,  NetSuite, Salesforce, RightNow, Oracle dan Zoho yang telah memasuki pasar Indonesia, melalui 17 mitra saluran.

“Pasar Cloud Indonesia tengah berada dalam kurva pertumbuhan pesat dan semakin banyak perusahaan yang akan menjadikan Cloud sebagai prioritas mereka dalam tahun-tahun mendatang seiring dengan adanya kesempatan bagi perusahaan-perusahaan lokal untuk memperoleh pemahaman lebih baik mengenai Cloud Computing melalui strategi marketing pemain-pemain global yang mencoba memasuki pasar Indonesia dalam bentuk konferensi dan road show,” ungkap Iwan. “ Hal ini diharapkan akan meningkatkan level kesadaran dan adopsi sistem Cloud dalam jangka panjang,” katanya.[dni]

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s