130911 Garuda Bentuk Tim Kaji Sistem Remunerasi

JAKARTA–PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) akan membentuk tim guna mengaji sistem remunerasi guna merespons  tuntutan Asosiasi Pilot Garuda (APG) yang menginginkan adanya perbaikan kesejahteraan.

Direktur Sumber Daya Manusia dan Umum Garuda Indonesia  Herianto Agung Putra menjelaskan, tim pengkajian itu akan terdiri dari perwakilan Asosiasi Pilot Garuda (APG) dan manajemen Garuda.

VP Corporate Communication Garuda Indonesia Pujobroto menambahkan,  hingga kini manajemen dan APG masih melakukan pembahasan mengenai empat hal terkait sumber daya manusia  salah satunya mengenai remunerasi untuk pilot.

“Kami sudah lakukan pertemuan sejak 13 Agustus 2011, dan selama puasa ada pertemuan manajemen dengan APG, untuk bahas empat hal. Disepakati empat hal untuk dibahas dalam pertemuan lanjutan untuk referensi bersama,” kata Pujo.

Pujobroto menjelaskan keempat kesepakatan yang akan dibahas tersebut yakni pertama, soal pilot asing dan lokal dan diputuskan bahwa hal ini sudah tidak masalah lagi, karena pilot asing hanya sampai habis masa kontrak kerjanya, hanya tinggal 5 orang yang masih bekerja hingga 2012.

Kedua, masalah remunerasi, akan dipangkas menjadi 10 tingkatan penggajian atau layer dari sebelumnya 17 layer. Ketiga, mengenai masa kerja pilot, sampai 25 tahun diberi penghargaan lebih proporsional. Keempat, masalah komunikasi.

“Kami ingin bangun sistem penggajian yang sistematis. Bangun sistem tidak bisa serta merta, ada tiga pertimbangan, yakni pertama penggajian sesuai kinerja. Kedua, sesuai pasar, ketiga, disesuaikan dengan kemampuan perusahaan. Konsepnya harus jelas, bangun sistemnya,” jelas Pujo.

Pujo membantah manajemen inkonsisten terkait empat poin kesepakatan dengan APG, ” Inkonsistennya dimana, manajemen masih lakukan pembahasan hingga kini, dan suasananya berjalan kondusif. Setelah Lebaran sudah lakukan pertemuan 2-3 kali,” katanya.

Terkait  besaran remunerasi, menurut Pujobroto, masih harus ditentukan formulasinya dahulu sehingga belum dapat menentukan besarannya.

Secara terpisah, Presiden  APG Capt. Stephanus Gerardus meminta direksi  Garuda Indonesia  untuk secepatnya menyepakati empat poin yang telah dirundingkan sebelumnya.

“Jika tidak, para pilot ini mengancam untuk kembali melakukan aksi mogok terbang seperti yang pernah dilakukan pada akhir Juli lalu,” tegasnya.

Menurutnya, saat ini ada inkonsitensi dari manajemen Garuda Indonesia. Hal itu terlihat pada perundingan 15 Agustus 2011 di kantor Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (Menneg BUMN) yang dihadiri oleh Menneg BUMN Mustafa Abubakar, Deputy dan Staf Ahli Hukum Menneg BUMN, jajaran direksi Garuda Indonesia dan tim perunding APG, disepakati empat poin.

Kesepakatan dalam pertemuan tersebut adalah:  Pertama, terkait keberadaan pilot asing, masa kontraknya tidak akan diperpanjang (maksimal satu tahun) dan perhitungan kembali sistem renumerasi agar tidak terlalu besar perbedaannya.

Kedua, pensiun penerbang tetap pada usia 60 tahun, namun penghargaan masa kerja dihitung secara proposional.  Ketiga,  peninjauan kembali atas sistim Production Allowance  dan Service Allowance.  Keempat, perbaikan komunikasi.

Dalam pertemuan tersebut disepakati bahwa perundingan antara manajemen Garuda dan APG harus selesai sebelum Hari Raya Idul Fitri 2011. Hasil pertemuan akan dilaporkan kepada Menteri dalam pertemuan terakhir. Tanggal perundingan yang disepakati oleh Manajemen Garuda dan APG adalah tanggal 19, 22, 23, 24, 25 dan 26 Agustus 2011.

Namun, lanjut Stephanus, pada pertemuan 26 Agustus 2011, ternyata dinyatakan belum adanya kata kesepakatan dari empat poin utama  sebagaimana yang telah disepakati dalam perundingan pada 15 Agustus 2011. Bahkan, masih terjadi beda pendapat terkait masalah yang akan dibahas.

“Hal ini tentunya sangat mengecewakan karena seluruh anggota APG sudah menunggu hasil perundingan tersebut,” kata dia.

Menurut Stephanus,  pihaknya merasa tidak perlu melanjutkan pertemuan 26 Agustus ini karena batas waktu yang telah disepakati telah selesai tanpa ada kesepakatan apapun.

“Kami mau menunggu direksi Garuda untuk ambil langkah terkait kesepakatan sebelumnya. Pernyataan ini juga merupakan hak jawab kami atas pernyataan pers manajemen sebelumnya,” tuturnya.[dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s