080911 Instant Messaging Mulai Geser SMS

Lonjakan trafik telekomunikasi selama Lebaran belum lama ini memberikan pesan tersirat bagi operator dan pengembang aplikasi. Hal itu adalah jasa data tak bisa dipungkiri lagi telah menjadi kebutuhan bagi pelanggan.

Simak trafik  dari pemain besar kala lonjakan trafik Lebaran lalu. Telkomsel yang menjadi penguasa pasar dengan 106 juta pelanggan mengalami peningkatan lonjakan trafik data hingga 101 terabyte atau naik  33 persen dibandingkan trafik di hari normal.

Di samping itu, pemanfaatan layanan BlackBerry Telkomsel yang mencakup aplikasi chatting, browsing, dan social media juga meningkat hingga 2.3 Gbps, dibandingkan hari normal yang mencapai 1.9 Gbps.

Sedangkan Indosat juga mengalami peningkatan trafik data di hari H-1  Lebaran  menjadi sekitar  28,6 Terabyte/day, atau naik 10,7 persen dibandingkan trafik data pada pertengahan bulan Juli 2011. Pada hari H Lebaran trafik data  meningkat menjadi sekitar  26,5 Terabyte/day, atau naik 2,6 persen dibandingkan trafik data pada pertengahan bulan Juli 2011.

Begitu juga dengan XL dimana layanan data mencapai  sebesar  38,5 terabytes  atau naik 16,7 persen dibandingkan hari biasa. Hal yang sama juga dialami oleh Flexi dimana  mengalami kenaikan trafik data sebesar 32 persen   yakni mencapai 16 terrabyte.

Gejala layanan data mulai menjadi primadona sebenarnya telah terlihat kala Lebaran tahun lalu dimana Telkomsel pada hari H  lonjakan sebesar 26 persen menjadi 41 Tera Bytes dari trafik data 32 Tera Bytes pada hari normal,  XL menyalurkan data sebesar 11,5 terabytes (naik 33,7 persen), dan Indosat  sekitar  17,06 Terabyte  (naik 108,11 persen).

Pemicu tingginya penggunaan jasa data tak bisa dilepaskan dari maraknya  aplikasi Instant Messaging (IM) dan social media yang dibenamkan pada telepon seluler. Hal ini dipertegas dengan kenyataan pada jasa akses internet Fixed Broadband milik Telkom, Speedy yang mengalami penurunan kala Lebaran lalu.

Trafik Speedy pada hari raya Idul Fitri tercatat 72.09 Gbps atau terjadi penurunan sebesar 46 persen  dibanding sebelum Idul Fitri yang mencapai 134 Gbps dan berangsur naik pada 1 September 2011 seiring dengan kembalinya aktivitas sebagian besar masyarakat.

Marak Aplikasi

Praktisi telematika Dolly Surya Wisaka mengatakan, tingginya lonjakan trafik data tak bisa juga dilepaskan dari  fokus strategi pemasaran operator selama ini dan maraknya aplikasi untuk Instant Messaging di luar BlackBerry Messenger.

”Komunikasi pemasaran operator memegang peranan penting. Jika operator fokus pada pertumbuhan jasa data, akan digeber promosi di sektor itu dan tercermin dari pertumbuhan trafik yang didapat kala Lebaran,” katanya.

Diungkapkannya, tren mengirimkan pesan melalui Instant Messenger masih dikuasai oleh segmen anak muda karena lebih cepat mengadopsi perubahan. Sementara golongan mapan, walau sudah menggunakan Instant Messenger, tetap akan mengirimkan SMS untuk ucapan selamat berlebaran karena belum yakin dengan kemampuan pengiriman data.

Chief Architect Director Risto Mobile Wvgen Wong mengungkapkan, BlackBerry Messenger (BBM) dari Research in Motion masih menjadi penguasa pasar yang kuat di aplikasi IM walau mulai bermunculan pesaing.

”BBM memiliki keunggulan pada respons yang cepat, notifikasi pesan terkirim, paket data yang kompetitif, dan harga perangkat yang mulai terjangkau. Satu hal lagi, BBM membuka peluang bagi pihak ketiga menjual aplikasinya. Ini sesuatu yang tak dimiliki oleh kompetitornya,” katanya.

Untuk diketahui, aplikasi IM milik pemain global yang menjadi pesaing dari BBM adalah    WhatsApp, Yahoo! Messenger, Google Talk (Gtalk), IQC, Pingchat, Live Profil, Cnectd atau  Facebook Chat.

WhatsApp yang digadang-gadang mampu menggeser BBM ternyata baru digunakan 500 ribu pengguna. Angka ini tentu tak sebanding   dengan BlackBerry yang telah digunakan sekitar 5 juta pelanggan pada semester I lalu di Indonesia.

Keunikan dari aplikasi WhatsApp adalah menggunakan  nomor ponsel sebagai username,sehingga  layanan ini bisa dimanfaatkan oleh berbagai pengguna di lintas provider

maupun merek ponsel. Asalkan penggunanya memakai kartu seluler Global System for Mobile (GSM). Aplikasi ini bisa berjalan di sistem operasi Symbian, iOS, BlackBerry, dan Android.

Gairah Lokal

Ditengah gempuran pemain global, ternyata aplikasi lokal juga menunjukkan gairahnya. IM lokal ada yang dikeluarkan oleh penyedia konten, pemilik merek ponsel, atau operator yang bekerjasama dengan pihak ketiga.

IM milik penyedia konten lokal yang mulai banyak dilirik oleh pelanggana adalah MeChat besutan  PT Maxitech Interactives Tehnologies (Maxitech). Aplikasi ini diluncurkan pada Juni lalu dan telah digunakan oleh 150 ribu penguna.

General Manager Maxitech Antonius A. Susanto mengungkapkan, diliriknya Mechat oleh pelanggan tak bisa dilepaskan dari maraknya penjualan ponsel merek lokal dan menggandeng operator telekomunikasi seperti Tri dan Telkomsel. “Kami menargetkan pengguna Mechat bisa mencapai satu juta pelanggan pada akhir tahun nanti. Jika melihat tumbuhnya pengapalan ponsel di Indonesia pada tahun ini, target tersebut realistis,” katanya.

Berdasarkan riset International Data Corporation (IDC) diperkirakan pada tahun ini pengapalan ponsel ke Indonesia mencapai 37 juta unit atau naik 15,6 persen dibandingkan tahun lalu sebesar 32 juta unit. Secara total jumlah ponsel yang beredar di Indonesia 214 juta unit atau naik 19 persen dari 180 juta unit pada tahun lalu.

Manager Vas and Emerging Product Telkomsel Emir Gema Surya mengatakan, perseroan juga tak mau ketinggalan menggarap pasar IM karena telah memiliki basis pelanggan di atas 100 juta nomor. “Kami baru saja melepas aplikasi IM untuk pelanggan Telkomsel yakni Mangga. Aplikasi ini bisa berjalan di ponsel BlackBerry, Android, dan Nexian,” ungkapnya.

Dijelaskannya, konsep yang diusung Mangga mirip dengan berlangganan data BlackBerry dimana pengguna cukup membayar paket langganan untuk mendapatkan akses Instant chat, instant push email, serta kirim gambar dan video.

“Paket yang diberikan, gratis untuk 7 hari trial, harian dua ribu rupiah, mingguan 10 ribu rupiah, dan bulanan 35 ribu rupiah,” katanya.

Langkah Telkomsel yang memanfaatkan basis pelanggan besar ini sebelumnya telah dilakukan oleh Nexian melalui Nexian messenger, Esia (Esia Messenger), dan Flexi (Flexi Messenger).

Secara terpisah, praktisi telematika Bayu Samudiyo mengatakan, peluang aplikasi IM dari lokal terbuka besar asalkan mampu membangun komunitas dan memberikan pengalaman menggunakan yang memudahkan bagi pelanggan.

“Saat ini penggunaan fitur SMS tidak dapat lagi memfasilitasi seluruh kebutuhan  pelanggan

Mereka sulit untuk bisa saling berkirim foto, suara, atau bahkan video, karena harus menggunakan fitur lain secara terpisah. Belum lagi tambahan biaya yang cukup tinggi,” tuturnya.

Menurutnya, faktor lain yang harus diperhatikan oleh  pengembang aplikasi masalah tarif berlangganan dimana akan selalu dibandingkan dengan paket data BlackBerry yang kadung dibanting murah. “Operator mulai bermain di aplikasi mirip BlackBerry sebenarnya   menekan biaya operasional yang sangat mahal untuk sewa link ke server RIM. Jika aplikasi lokal marak, operator akan senang karena data tidak perlu dibawa ke Kanada dulu hanya untuk mengucapkan selamat berlebaran bagi orang yang berada di Indonesia,” katanya,[dni]

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s