060911 Nama Besar Bukan Jaminan

Telkomsel pada Lebaran kali ini dipastikan meraup keuntungan yang besar hanya dari jasa pesan singkat (SMS). Lihat saja, pada  29 Agustus  terkirim 924 juta SMS, 30 Agustus (1,2 miliar SMS), lalu Hari H lebaran  (967 juta SMS).

Untuk diketahui, tarif SMS dari Telkomsel adalah 150 rupiah per SMS. Diperkirakan pada 29 Agustus hanya dari SMS didapat omset sekitar 138,6 miliar rupiah, pada 30 Agustus ( 180 miliar rupiah), dan 31 Agustus ( 145,05 miliar rupiah). Angka ini murni menjadi milik Telkomsel karena penagihan SMS masih berbasis Sender Keep All (SKA) dan periode 27 Agustus – 2 September 2011, skema bonus SMS bagi pengguna kartu prabayar simPATI dan As dihentikan oleh operator ini.

Berdasarkan catatan, pengguna simPATI memiliki program gratis SMS tergantung lokasi pelanggan. Misalnya, di Jabodetabek untuk siang atau malam hari ada gratis SMS bervariasi sesuai paket yang dipilih dengan mengirimkan 5,7, 10,atau 12 SMS berbayar, maka akan menerima 100 – 500 SMS. Sementara kartu As juga memiliki bonus. Misalnya pelanggan As Ekstra Ampuh cukup mengirim 5 SMS akan menerima 5 ribu SMS.

GM Corporate Communication Telkomsel Ricardo Indra menjelaskan, langkah menghentikan bonus SMS untuk menjamin kelancaran pelanggan berkomunikasi dan pengumuman penghentian itu sudah dilakukan melalui situs resmi operator tersebut.

Bagi sebagian kalangan langkah Telkomsel ini dinilai membingungkan mengingat di awal Ramadan operator ini mengklaim telah  mengantisipasi kenaikan trafik SMS dengan meningkatkan kapasitas dari 80.000 SMS per detik pada lebaran tahun lalu, menjadi sanggup memproses 83.750 SMS per detik di lebaran tahun ini.

Apalagi, secara teknis operator telekomunikasi telah menerapkan konsep pooling system pada jaringan dalam menghadapi lonjakan trafik. Konsep ini memungkinkan besaran kapasitas dibuat fleksibel tergantung area yang mengalami kenaikan trafik.

Jika pun pertimbangannya soal jaringan, kemungkinan besar tim teknis Telkomsel tidak percaya diri dengan dimensi kapasitas signalling. Peningkatan kapasitas signalling ini perhitungannya tidak semudah menaikkan kemampuan  SMS center.

Dugaan lainnya, Telkomsel tidak ingin mengulangi cerita pahit akhir tahun 2006 dimana jaringannya tumbang karena tidak mampu mengukur bonus bagi pelanggan. Kala itu, Telkomsel diharuskan memberikan sejumlah kompensasi bagi pelanggannya.  Kejadian ini menjadi pelajaran pahit bagi setiap operator dimana dalam menggelar jaringan harus memiliki kontigency plan dan tidak bisa hanya mengandalkan nama besar yang disandang.

Jika Telkomsel mengambil langkah aman, tidak demikian dengan Indosat, XL atau Axis yang merasa percaya diri menggelar bonus SMS selama Lebaran lalu. ”Kami tidak menghentikan bonus SMS. Jika itu dilakukan, namanya bikin malu dan melukai perasaan pelanggan yang telah menaruh kepercayaan pada Axis,” tegas Direktur Penjualan Axis Telekom Syakieb A Sungkar.

Direktur Jaringan XL Axiata Dian Siswarini menegaskan, persiapan jaringan dilakukan oleh tim XL sejak dini dan bonus diberikan secara terukur. ”Kami tidak mau muncul kesan dari pelanggan, XL mengambil momentum Lebaran untuk mengeruk keuntungan. Bagi kami melayani lonjakan trafik selama Lebaran  bagian dari layanan,” katanya.

Group Head Segment Management Indosat Insan Prakarsa mengungkapkan, SMS masih menjadi andalan bagi pelanggannya untuk bersilahturahmi sehingga diambil keputusan tidak menghentikan bonus yang dijanjikan.

”Kami menawarkan program pemasaran tidak hanya untuk satu bulan Ramadan saja. Program yang dibuat berkelanjutan karena Indosat ingin menekan angka pindah layanan. Tantangan setelah Ramadan ini adalah membuat pelanggan yang baru memiliki Indosat tidak berpindah karena masih ada momen Lebaran Haji, Natal, dan Tahun Baru,” katanya.

Sementara Anggota Komite  Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) Heru Sutadi mengungkapkan,   sejak kejadian tumbangnya jaringan Telkomsel pada akhir 2006, selalu ditekankan  promosi tidak diberikan saat trafik berpotensi terjadi anomali, seperti  Lebaran dan Tahun Baru agar kualitas tetap terjaga.

”Dalam kasus penghentian bonus SMS oleh Telkomsel ini yang kita sayangkan adalah pengumumannya tidak semassif berjualannya. Kalau hanya melalui situs, seberapa banyak pelangganya yang masuk ke halam itu. Minimal melalui broadcast SMS jelang bonus dihentikan agar pelanggan tidak kecele,” ketusnya.[dni]

 

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s