020911 Kemenhub Jamin Tender Kalibaru Transparan

JAKARTA—Kementrian Perhubungan (Kemenhub) menjamin tender  proyek Pelabuhan Kalibaru Utara senilai  11,75 triliun rupiah berjalan secara transparan walaupun salah satu peserta tender memiliki right to match.

Peserta yang memiliki keistimewaan tersebut adalah Pelindo II. Adanya Right to Match memungkinkan Pelindo II menawar atas nilai penawaran tertinggi yang diajukan peserta tender. Hak ini di lindungi regulasi karena Pelindo II salah satu inisiator perluasan Kalibaru.

“Kami menjamin tender akan berjalan secara transpran walaupun Pelindo II diberikan Right to Match. Nanti, nilai yang ditawar oleh Pelindo Ii terhadap pemenang itu tentu dievaluasi kewajarannya,” kata juru bicara Kemenhub Bambang S Ervan di Jakarta, Kamis (1/9).

Menurutnya, right to match yang diberikan ke Pelindo II sudah sesuai regulasi karena Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini salah satu inisiator proyek tersebut. “Masalah Right To Match itu tidak akan diubah. Kita berpegang pada regulasi,” tegasnya.

Kemenhub sendiri telah menyatakan lima peserta tender   lolos prakualifikasi  setelah melalui proses evaluasi administrasi, teknis, dan financial.   Kelimanya adalah konsorsium PT Pelabuhan Socah Madura dan PSA SE ASIA PTE, Ltd., konsorsium PT Pelabuhan Indonesia I, International Container Terminal Services, Inc., PT Sinar Rajawali Cemerlang, konsorsium PT Hutchison Port Indonesia, PT Brilliant Permata Negara, PT Salam Pacific Indonesia Lines, COSCO Pacific Limited, konsorsium 4848 Global System, Mitsui & CO, Ltd., Evergreen, PT Nusantara Infrastrukstur, serta PT Pelabuhan Indonesia II yang maju secara mandiri tanpa membentuk konsorsium.

Pengumuman itu tertuang dalam surat pengumuman panitia lelang pekerjaan pembangunan dan pengoperasian Terminal Petikemas di Pelabuhan Tanjung Priok Tahap I No. PC.088/P/04/KALIBARU/PAN.DJPL/VIII/2011.

Dalam surat itu disebutkan  dari tujuh konsorsium yang mengembalikan dokumen prakualifikasi, lima di antaranya dinyatakan lolos dan dua lainnya dinyatakan tidak lolos prakualifikasi. Dua konsorsium yang tidak lolos itu adalah konsorsium PT Pelayaran Bintang Putih dan APM Terminal, serta PT Pelabuhan Indonesia IV yang maju sendiri tanpa menggandeng perusahaan lain.

Perusahaan atau konsorsium yang keberatan atas hasil evaluasi tersebut diberikan kesempatan untuk mengajukan sanggahan setelah dikeluarkan pengumuman, yakni pada 26 Agustus-7 September 2011. Sanggahan itu dapat diajukan perusahaan atau konsorsium yang merasa dirugikan, baik secara sendiri-sendiri maupun bersama-sama dengan peserta lain.

Dirjen Perhubungan Laut Kemenhub Leon Muhamad sebelumnya mengatakan, kepastian pemenang atas lelang tersebut akan diketahui pada September 2011. Diharapkan  pada Oktober 2011 sudah bisa dilakukan pemancangan tiang pertama (ground breaking). Ditargetkan pengoperasian pelabuhan baru itu sudah bisa dilakukan pada 2012-2013 mendatang.

Direktur Utama Briliant Permata Negara Boy Tohir mengharapkan proses tender bisa berjalan transparan, adil, dan tidak memberikan keistimewaan bagi peserta tertentu. “Pemerintah harusnya bisa menjamin setiap peserta memiliki posisi dan peluang yang sama,” katanya.

Berdasarkan catatan, pengembangan tahap I dari Kalibaru memiliki kapasitas sekitar 1,9 juta teus.
Pelabuhan ini  harus dikembangkan karena Pelabuhan Tanjung Priok terancam mengalami stagnasi dalam kurun tiga tahun mendatang. Sinyal stagnasi bisa dilihat dari pertumbuhan peti kemas internasional pada 2009-2010 sebesar 23 persen dan domestik 26 persen. Saat ini kapasitas Tanjung Priok sekitar 4,5 juta teus.[dni]

010911 Dua Operator Sukses Layani Lonjakan Trafik

JAKARTA—Dua operator telekomunikas mengklaim sukses melayani lonjakan trafik menjelang hari Lebaran berkat kesiapan jaringan yang direncanakan secara matang. Kedua operator itu adalah PT  XL Axiata Tbk (XL) dan PT Indosat Tbk (Indosat).

Head of Corporate Communication XL Febriati Nadira mengungkapkan, perseroan  yang memiliki 38,9 juta pelanggan pada hari biasa memiliki trafik percakapan 530 juta menit, SMS  (630 juta SMS), dan data 33 terabytes per hari.

“Kenaikan trafik terjadi mulai 29 dan  30  Agustus 2011,  dimana secara nasional trafik naik 19.31 persen  (29/8)  dan 26.14 persen (30/8) dibandingkan hari biasa. Diperkirakan pada hari ini (31/8)  trafik komunikasi masih akan terus meningkat dan akan terus dipantau,” ungkapnya di Jakarta, Rabu (31/8).

Diungkapkannya, secara detail pada 29 Agustus jumlah percakapan sebanyak   605 juta menit  atau naik 14,2 persen dibandingkan hari biasa, pada 30 Agustus  sebanyak 640 juta menit  atau naik 20,8 persen dibandingkan hari biasa.

Sementara untuk SMS pada 29 Agustus terkirim sebanyak   770 juta SMS atau naik 22,2 persen dibandingkan hari biasa dan pada 30 Agustus  sebanyak  800 juta SMS  atau naik 27 persen dibandingkan hari biasa. Sedangkan layanan data pada 29 Agustus sebesar  38 terabytes atau naik  15,2 persen dan pada 30 Agustus sebesar  38,5 terabytes  atau naik 16,7 persen dibandingkan hari biasa.

Head of Corporate Communication Indosat Djarot Handoko mengungkapkan,  trafik  suara dari 47,3 juta pelanggannya pada 28 Agustutus mengalami peningkatan menjadi sekitar 365,9 juta menit, atau naik sekitar 13,8 persen dibandingkan dengan trafik voice reguler pada pertengahan bulan Juli 2011. Kenaikan tertinggi trafik voice terjadi di area Jawa Tengah (37,9%),  Jawa Barat (31,0%), Jawa Timur (23,2%), Sumatera Selatan (19,7%), Kalimantan (11,2%) dan Sumatera Utara (5%)

Sedangkan trafik SMS pada 28 Agustus 2011  meningkat menjadi  sekitar 765 juta SMS , atau naik 6,2 persen dibandingkan trafik SMS pada pertengahan bulan Juli 2011. Keberhasilan kirim antar pelanggan Indosat lebih dari 97,2 persen yang berarti tidak ada permasalahan yang signifikan dalam pengiriman SMS internal jaringan Indosat. Sedangkan tingkat keberhasilan pengiriman SMS ke antar operator mencapai sekitar 98 persen  walau terjadi  kepadatan jalur pengiriman antar operator. ”Kenaikan tertinggi trafik SMS terjadi di Three (15,9%), XL (9,6%) dan SMART(2,6%),”katanya.

Dilanjutkannya, untuk trafik 29 Agustus yang dialami Indosat adalah jasa suara  mengalami peningkatan menjadi sekitar 392,8 juta menit, atau naik sekitar 22,18 persen  dibandingkan dengan trafik voice reguler pada pertengahan bulan Juli 2011. Kenaikan tertinggi trafik voice terjadi di area Jawa Tengah (53,1%),  Jawa Barat (42,7%), Jawa Timur (35,5), Sumatera Selatan (29,9%), Kalimantan (17,8%) dan Sumatera Utara (10,7%)

Sedangkan trafik SMS  meningkat menjadi  sekitar 862 juta SMS , atau naik 19,7 persen dibandingkan trafik SMS pada pertengahan bulan Juli 2011. Keberhasilan kirim antar pelanggan Indosat lebih dari 96,72 persen  yang berarti tidak ada permasalahan yang signifikan dalam pengiriman SMS internal jaringan Indosat. Sedangkan tingkat keberhasilan pengiriman SMS ke antar operator mencapai sekitar 97,4% walau terjadi  kepadatan jalur pengiriman antar operator. Kenaikan tertinggi trafik SMS terjadi di Three (31,5%), XL(23,5%),SMART(18,7%) , Ceria(16,5) danTelkomsel (14,7%).

Trafik data pada 29 Agustus 2011 meningkat menjadi sekitar  28,87 Terabyte/day, atau naik 11,7 persen  dibandingkan trafik data pada pertengahan bulan Juli 2011. Sedangkan trafik data 28 Agustus  meningkat menjadi sekitar  29,33 Terabyte/day, atau naik 13,5 persen  dibandingkan trafik data pada pertengahan bulan Juli 2011.

Sebelumnya, pemerintah memprediksi  akan terkirim sekurang-kurangnya 2 miliar layanan pesan singkat (SMS) pada H-1 hingga H+1 lebaran tahun ini. Sedangkan percakapan   akan berlangsung  sebanyak minimal 2,5 miliar menit. Selain itu, diperkirakan akan digunakan sebanyak minimal 250 terabyte untuk layanan data (khususnya internet).[dni]

010911 Flexi Molor Gelar EV-DO

JAKARTA—Layanan Fixed Wireless Access (FWA) milik PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom), Flexi, molor menggelar teknologi  mobile broadband berbasis Evolution Data Optimized (EV-DO) pada Agustus lalu seiring negosiasi harga dengan penyedia jaringan yang alot.

“Rencananya memang EV-DO dari Flexi akan diluncurkan sekitar pertengahan Agustus lalu. Tetapi karena negosiasi harga dengan penyedia jaringan sedikit alot, maka penggelarannya agak terlambat,” ungkap Direktur Utama Telkom Rinaldi Firmansyah di Jakarta, kemarin.

Menurutnya, hasil dari negosiasi dengan penyedia jaringan seperti ZTE atau Huawei lumayan menggembirakan dimana harga yang didapat oleh Flexi untuk penggelaran EV-DO lumayan murah sehingga nantinya tarif yang diberikan ke pelanggan lebih terjangkau. “Besaran investasinya bisa ditekan lebih rendah untuk EV-DO. Tidak masalah mundur sedikit, tetapi hasilnya lebih kompetitif  ,” katanya.

Sebelumnya, Executive General Manager Telkom Flexi Mas’ud Khamid mengungkapkan, penggelaran layanan mobile broadband  dengan kecepatan hingga  5 Mbps akan dirilis sekitar 17 Agustus 2011   di 10 lokasi potensial di Indonesia antara lain Jakarta, Bandung, Surabaya, Malang,  Jogjakarta, Banjarmasin, Pekanbaru, Makassar, Denpasar, dan  Medan.

“Tingginya penetrasi internet di Indonesia yang tumbuh sekitar 60 persen belakangan ini serta pertumbuhan pengakses internet yang meningkat drastis mendorong kami untuk masuk di dalam bisnis yang berbasiskan broadband ini, selain itu mobile broadband Flexi juga didukung ketersediaan infrastruktur dan peningkatan kapasitas 6.000 BTS yang  telah tersebar di lebih dari 80 persen wilayah Indonesia” ujarnya.

Berdasarkan catatan, Flexi  membenamkan dana sebesar 200 hingga 300 miliar rupiah untuk mengembangkan jasa data pada tahun ini.  Rencananya Flexi  akan mengembangkan  EV-DO Rev A dan B.  Ditargetkan hingga akhir 2011 ada 100 ribu pelanggan menggunakan teknologi terbaru ini dan pada 2012 menjadi 500 ribu pelanggan.

Saat ini sebanyak satu juta pelanggan Flexi aktif menggunakan data dan diharapkan  menjadi dua juta pengguna pada akhir tahun nanti.  Pada tahun lalu Flexi mencatat pertumbuhan sebesar 20 persen dengan  rata-rata penggunaan pulsa (Average Revenue Per User/ARPU) sekitar 30 ribu rupiah per bulan. Telkom  berharap pelanggan Flexi pada 2011 bisa tumbuh 10-11 persen menjadi sekitar 20 juta pelanggan pada akhir 2011.

Bandwitdh Speedy
Sementara berkaitan dengan pengembangan akses Fixed Broadband Speedy, Rinaldi mengungkapkan, kapasitas bandwidth dari jasa tersebut  mencapai 100 Gbps untuk akses ke luar negeri.

Dijelaskannya, penambahan bandwidth ke luar negeri mutlak dilakukan mengingat pelanggan senang melakukan  akses terhadap konten-konten internasional ketimbang nasional. “Hal ini juga untuk mengimbangi pesatnya pertumbuhan pelanggan Speedy yang kini memiliki 2,1 juta pelanggan atau meningkat lebih dari 400 ribu pelanggan dibanding akhir 2010,” kata Rinaldi.

Selain itu, lanjutnya, perseroan juga akan meningkatkan kapasitas Broadband Remote Acces Server ke Jakarta, Jawa Barat, Batam, Semarang, Medan,dan Pontianak untuk meningkatkan kecepatan Acces pelanggan Speedy. Ke depannya, perusahaan pelat merah itu juga menargetkan kapasitasnya bisa diperluas menjadi 220 Gbps.[dni]