250811 Bersiap Hadapi Lonjakan Trafik Lebaran

Tak lama lagi bulan suci Ramadan segera berakhir. Layaknya beberapa tahun lalu, menyampaikan ucapan selamat berlebaran melalui pesan singkat atau sosial media sepertinya sudah menjadi tradisi di masyarakat  mengalahkan kartu pos.
Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) memperkirakan pada tahun ini trafik komunikasi akan naik sekitar 20 hingga 30 persen dari hari-hari biasa, mengingat penetrasi telepon selular semakin mendekati jumlah populasi.
”Sejak tahun lalu di masyarakat terjadi pergeseran tren layanan komunikasi dari tradisional (suara dan SMS) ke data. Kami harapkan operator memperhatikan fenomena ini dan meningkatkan kapasitas jaringannya,” ungkap juru bicara Kemenkominfo Gatot S Dewo Broto di Jakarta, kemarin.
Dijelaskannya, pemerintah menetapkan standar kualitas jaringan dalam Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika No 10, 11, 12, 13, dan 14 tahun 2008 tentang Standar Kualitas Pelayanan Jasa Telefoni Dasar Pada Jaringan Bergerak Seluler. ”Aturan ini akan mejadi acuan menilai kinerja operator termasuk mengantisipasi lonjakan trafik di kala lebaran nanti,” katanya.
Operator Siap
Direktur Utama Telkom Rinaldi Firmansyah menegaskan, sebagai penguasa pasar perseroan siap meladeni lonjakan trafik yang terjadi kala lebaran nanti, khususnya untuk jasa data.
Diungkapkannya, Telkom   menyiapkan layanan broadband dengan bandwith mencapai 300 Gbps untuk akses ke luar negeri. ”Sebanyak 100 Gbps dialokasikan bagi akses internet Speedy, 20 Gbps untuk Telkomsel Flash, sisanya disewakan ke pihak ketiga. Kita rencananya akan tingkatkan kapasitas tersebut hngga akhir tahun nanti menjadi 400 Gbps yang menelan investasi 50 miliar rupiah,” ungkapnya.
Menurutnya, peningkatan kapasitas ke luar negeri dibutuhkan karena  kondisi saat ini  akses terhadap konten-konten di internasional  masih dominan dibanding akses terhadap konten-konten lokal.   “Hal ini juga untuk mengimbangi pesatnya pertumbuhan pelanggan Speedy yang kini memiliki 2,1 juta pelanggan atau meningkat lebih dari 400.000 pelanggan dibanding akhir 2010,” tegas Rinaldi.
Selanjutnya dikatakan, Telkom  juga telah melakukan peningkatan kapasitas Broadband Remote Acces Server (BRAS) di beberapa lokasi (Jakarta, Jawa Barat, Batam, Semarang, Medan & Pontianak) untuk meningkatkan kecepatan Acces pelanggan Speedy dalam mengantisipasi jumlah pelanggan Speedy.
Head of Corporate Communication and Affairs Telkom, Eddy Kurnia  menambahkan,  khusus untuk Flexi,  telah ditingkatkan   kapasitas jaringan data  dua kali lipat menjadi satu Giga byte per second (Gbps), sehingga pelanggan lebih nyaman menggunakan layanan data.
Sedangkan untuk kapasitas kirim SMS Center juga telah ditingkatkan menjadi delapan juta SMS per jam. “Saat ini okupansinya baru sekitar 30 persen dan lonjakan trafik SMS biasanya pada malam takbiran. Selain itu telah disiapkan nomor virtual (combo) bagi pelanggan yang akan melakukan perjalanan keluar kota sebanyak 3,5 juta nomor. Sebanyak satu juta nomor dialokasikan untuk Jatim, Bali, dan Nusra” katanya.
Direktur Utama Telkomsel Sarwoto Atmosutarno mengungkapkan, perseroan telah memberikan kelonggaran kapasitas sebesar 35-40 persen untuk mengantisipasi lonjakan trafik.
”Pada layanan mobile broadband, Telkomsel  telah meningkatkan kapasitas jaringan data hingga 17 Gbps sehingga   kami sanggup melayani trafik hingga 88 terabyte,” katanya.
Sementara untuk kapasitas BlackBerry telah ditingkatkan menjadi 2.8 Gbps mengingat telah ada 2,2 juta pelanggan. Untuk kapasitas SMSC (Short Message Service Center) menjadi 83.750 SMS per detik dari 80.000 SMS per detik di tahun 2010. .
Pada kesempatan lain, Direktur Jaringan XL Dian Siswarini mengungkapkan   untuk mengantisipasi lonjakan trafik selama bulan Ramadan perseroan menyiapkan 100 BTS khusus dan 18 mobile BTS. Jumlah ini diluar tiga ribu BTS 2G dan dua ribu BTS 3G yang dibangun selama tahun ini. Sementara total jumlah BTS yang dimiliki 24 ribu site.
“Kami memprediksi area yang akan mengalami lonjakan itu paling besar di Jawa Tengah, sementara di Jakarta dan sekitarnya justru terjadi penurunan trafik,” katanya.
Chief of Commerce XL, Nicanor V Santiago III mengatakan, peningkatan kualitas data juga dilakukan di area wisata seperti Bali yang telah disediakan  jaringan Full 3G di dua wilayah utama yaitu Denpasar dan Badung.
Sedangkan Group Head Segment Management Indosat Insan Prakarsa mengungkapkan,  perseroan   sudah menambah 676 unit BTS   2G dari tahun sebelumnya yang berjumlah 14.652 unit. Sementara untuk jaringan 3G, anak usaha Qatar Telecom itu menambah 682 unit BTS, sehingga di tahun ini memiliki 3.040 unit BTS 3G.
Pembangunan infrastruktur itu menjadikan kapasitas SMS Indosat  meningkat 2 kali lipat sehingga   mampu mengelola 1,2 miliar SMS/hari dari tahun sebelumnya yang sebanyak 530 juta/hari. Untuk akses data, Indosat memiliki kapasitas sebesar 100 TB di tahun 2011, dibandingkan dengan 17 TB yang dimiliki di tahun 2010. Sedangkan kapasitas BlackBerry mencapai 2,3 Gbps. Indosat sendiri memiliki  45,7 juta pelanggan.
Secara terpisah, Direktur Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat Informasi (LPPMI) Kamilov Sagala meminta operator tidak terlalu percaya diri dengan kemampuan jaringannya dan selalu waspada menghaapi lonjakan trafik.
”Operator harus menyiapkan kontigency plan jika terjadi sesuatu. Industri ini sudah punya pengalaaman pahit pada pergantian tahun 2006 dimana jaringan Telkomsel sempat tumbang karena tidak mampu mengukur bonus yang diberikan ke pelanggan,” katanya.
Kamilov juga meminta operator konsisten dengan penawaran promosi yang diberikannya ke masyarakat dengan tidak menghentikan sepihak bonus yang jatuh bertepatan di hari lebaran sebagai  hak pelanggan.
”Jangan operator mau enaknya saja, dengan alasan mengamankan jaringan, tiba-tiba pemberian bonus SMS, suara, atau data hilang selama dua hari lebaran. Ini tidak fair bagi pelanggan,” ketusnya.
Anggota Komite Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) Heru Sutadi menghimbau masyarakat mengirimkan pesan singkat ucapan selamat berlebaran tidak terkonsentrasi di hari H agar jaringan tidak terlalu terbebani dan pesan bisa sampai ke tujuan.
”Masyarakat harus memahami jika semuanya fokus pada satu hari pengiriman SMS, tentu akan sampai lama karena antri di server. Sebaiknya pola pegiriman di atur agar kenyamanan tetap terjaga,” katanya.
[dni]
Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s