220811 Kemenkominfo Minta Akuisisi Reja Dilaporkan

JAKARTA—Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo)  meminta aksi akuisisi yang dilakukan oleh  kelompok usaha Bakrie, melalui salah satu perusahaannya, Capital Manager Asia (CMA) terhadap  Reka Jasa Akses (Reja) dilaporkan ke instansi teknis karena terkait dengan frekuensi yang dikelola di 3,3 GHz sebesar 12,5 MHz.
“Terus terang kami tidak mengetahui sama sekali aksi akuisisi yang dilakukan oleh kelompok usaha Bakrie itu. Kita akan minta klarifikasinya karena ini terkait dengan sumber daya terbatas yang dikuasai oleh Reja di 3,3 GHz sebesar 12,5 MHz,” ungkap juru bicara Kemenkominfo Gatot S Dewo Broto di Jakarta, Senin (22/8).

Dijelaskannya, instansinya berhak untuk mengetahui nasib dari frekuensi yang dikelola oleh Reja karena sesuai regulasi sumber daya terbatas itu tidak bisa diperjualbelikan.

“Aksi akusisi dan merger kian marak di industri telekomunikasi. Sayangnya, pelaku usaha seperti lupa, selain dengan regulasi telekomunikasi dan lebih memperhatikan aturan lain seperti UU Perseroan atau pasar modal dalam melancarkan aksi ini,” keluhnya.

Sebelumnya, Eksekutif Grup Bakrie Anindya N Bakrie mengumumkan CMA telah mengakuisisi
Reja sebagai bagian dari ambisi
mewujudkan Bakrie Telecom, Media & Technology Vision 2015 (Bakrie
TMT) yang telah dicanangkan Grup Bakrie beberapa waktu
lalu.

Anindya menyakini, mengakuisisi Reja yang memiliki
bandwith sebesar 12,5 Mhz yang berjalan di pita frekuensi 3,3 Ghz secara nasional akan membuat salah satu anak usaha lainnya, Bakrie Telecom, menjadi operator 4G yang mampu melayani beragam kebutuhan layanan data pita lebar kepada untuk menjawab kebutuhan data korporasi maupun UMKM, Home Internet,
bahkan kebutuhan operator selular lainnya,

“Kami   mengalokasikan dana guna  akuisisi dan pengembangan lebih lanjut Reja  sebesar 50 juta dollar AS. Seluruh dana akuisisi berasal dari kas internal CMA. Sebanyak 25 persen  dari total dana yang dikeluarkan tersebut untuk akuisisi. Sementara 75 persen sisanya digunakan untuk pengembangan, seperti untuk pengembangan infrastruktur dan jaringan ” jelasnya.[Dni]

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s