220811 Kapasitas Angkutan Laut Terjamin

JAKARTA—Pemerintah   menjamin ketersediaan kapasitas angkutan laut selama mudik Lebaran 2011 mengingat telah tersedia  daya angkut sebesar 3,19 juta penumpang dengan jumlah total armada 733 unit kapal yang menghubungkan sejumlah wilayah di seluruh Indonesia.

Direktur Jenderal Perhubungan Laut Leon Muhammad mengatakan, moda laut memang tidak menjadi primadona angkutan Lebaran seperti halnya pesawat udara. Hanya saja, moda laut menjadi kebanggaan tersendiri di Indonesia sebagai identitas bangsa maritim.
“Tidak dapat dipungkiri bahwa dengan moda laut, dapat menjangkau wilayah yang mungkin belum terjangkau oleh moda udara atau darat. Khususnya, di wilayah Kawasan Tengah dan Timur Indonesia (KTI). Selain itu, tarif juga relatif lebih terjangkau,” katanya, di Jakarta, Selasa (23/8).
Dalam data Kementerian Perhubungan, jumlah pemudik yang akan mempergunakan jasa transportasi laut pada masa Angkutan Lebaran ini diprediksi akan mencapai 1.050.721 orang atau mengalami peningkatan jumlah penumpang sebanyak 59.475 orang atau 6 persen  dibanding realisasi jumlah penumpang tahun 2010 sebanyak 991.246 orang.
Guna mengantisipasi kenaikan penumpang tersebut, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut telah menyiapkan armada kapal sebanyak 733 unit dengan kapasitas daya angkut sebesar 3,19 juta orang penumpang, terhitung dari H-15 sampai dengan H+15.
Armada angkutan laut tersebut masing-masing terdiri armada kapal pelni sebanyak 27 kapal, armada kapal perintis sebanyak 60 unit kapal, armada kapal Ro-Ro milik PT Dharma Lautan Utama sebanyak 10 unit kapal, PT Prima Vista Surabaya sebanyak 6 unit kapal, PT Prima Eksekutif sebanyak 2 unit kapal, PT Bukit Merapin Nusantara Lines sebanyak 3 unit kapal, PT Citra Niaga Mandiri sebanyak 1 unit kapal, PT Rusianto Bersaudara sebanyak 2 unit kapal, PT Sumber Sumatera Raya sebanyak 3 unit kapal, PT Tanjung Selamat sebanyak 1 unit kapal, kapal ferry swasta sebanyak 13 unit kapal serta kapal swasta jarak dekat sebanyak 600 unit kapal.
Selain hal tersebut, untuk memberikan keamanan serta kenyamanan bagi penumpang yang menggunakan jasa transportasi laut maka Direktorat Perhubungan Laut juga akan mengadakan Posko Angkutan Laut dari H-15 (15 Agustus 2011) sampai dengan H+15 (31 Agustus 2011) yang akan memantau 52 pelabuhan strategis yang diperkirakan mengalami peningkatan penumpang cukup tajam.
Adapun 52 pelabuhan yang akan dipantau, Belawan, Tanjung Balai Asahan, Sibolga, Pekanbaru, Dumai, Sei Pakning, Selat Panjang, Tanjung Balai Karimun, Batam, Tanjung Batu, Tanjung Uban, Tanjung Pinai, Sei Kolak Kijang, Kuala Tangkal, Palembang, Teluk Bayur, Tanjung Pandan, Pangkal Balam/Muntok, Tanjung Priok, Tanjung Emas, Tanjung Perak, Gresik, Benoa, Lembar, Kupang, Pontianak, Kumai, Sampit, Banjarmasin, Balikpapan, Samarinda, Tarakan, Nunukan, Makassar, Pare-pare, Bau-bau, Siwa, Kendari, Pantoloan, Gorontalo, Bitung, Menado, Ternate, Sanana, Ambon, Tual, Namlea, Sorong, Manokwari, Biak,  Jayapura, Merauke.
Beberapa upaya yang dilakukan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut terkait dengan pelaksanaan Angkutan Laut Lebaran 2011/1432 H : melaksanakan sosialisasi ke beberapa pelabuhan yang diperkirakan mengalami lonjakan penumpang (Pontianak, Kumai, Sampit, Banjarmasin, Batam, Balikpapan, dan Makassar), dengan melibatkan Kantor Syahbandar, Otoritas Pelabuhan, Adpel, Kanpel Batam dan UPP setempat serta pihak BUMN dan swasta. Diharapkan dalam sosialisasi pelaksanaan angkutan laut Lebaran berjalan lancar, tertib dan aman, serta menghimbau kepada pihak perusahaan BUMN dan swasta agar dalam pemberian THR kepada karyawannya dapat dilaksanakan jauh hari sebelum hari H. Kepada karyawan untuk melakukan arus mudik tidak dalam waktu yang bersamaan.
Leon juga mengingatkan, Pelindo II  untuk mempercepat penataan area  terminal dengan telah selesai  perbaikan di areal parkir terminal penumpang harus selesai H-7 Lebaran.
 “Saya sudah minta kepada PT Pelindo II, agar mempercepat pengerjaan areal parkir di terminal penumpang. Paling tidak, pada H-7, dimana puncak arus mudik angkutan laut,  areal parkir itu sudah bisa digunakan,” katanya.
Terkait tingkat isian penumpang, pemerintah pun menetapkan dispensasi sebesar 30 persen bagi operator pelayaran. Meski begitu, Leon menegaskan tidak memberikan toleransi terhadap pelanggaran  keselamatan.
“Kami berikan dispensasi angkutan sebesar 30 persen, tapi jangan sampai mengabaikan keselamatan pelayaran,” katanya.

Ditegaskannya, pemerintah  akan  memberikan tindakan tegas bagi operator kapal yang melakukan pelanggaran saat mengangkut penumpang. Ditjen Hubla  telah membentuk tim khusus untuk melakukan pemantauan di lapangan, sehingga setiap pelanggaran yang terjadi bisa dideteksi.[dni]

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s