180811 Garuda Optimistis Kinerja Positif

 

JAKARTA—PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) optimistis kinerja keuangannya hingga akhir tahun nanti mencatat pembukuan positif mengingat hanya selama Juli 2011 berhasil membukukan  laba usaha (operating profit) sebesar  459.5 miliar rupiah,  laba bersih (Rp 320 miliar), dan pendapatan usaha ( Rp 2,453 trilun) berkat mengangkut  1,642 juta penumpang.
”Kinerja selama satu bulan lalu (Juli) berhasil menutup performa kurang menggembirakan pada semester I 2011. Jika harga avtur stabil, kami yakin kinerja Garuda akan positif hingga akhir tahun nanti. Apalagi penerbangan Haji akan dimulai September nanti,” ungkap Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar di Jakarta, kemarin.
Direktur Keuangan Garuda Indonesia Elisa Lumbantoruan mengungkapkan, dalam posisi Year to Date, keuangan perseroan untuk pendapatan usaha sebesar 12,992 triliun rupiah, laba usaha (Rp 11,1 miliar), dan laba bersih ( Rp.133,4 milliar).
Posisi ini jauh berbeda dengan kondisi selama semester I 2011 dimana maskapai pelat merah ini menderita rugi komprehensif yang diatribusikan ke pemilik entitas induk atau rugi bersih 186,57 miliar rupiah. Sedangkan   pendapatan usaha  sekitar  11,21 triliun rupiah.
Emirsyah menjelaskan, faktor utama pendorong kinerja positif hanya selama satu bulan karena perseroan  mengurangi penawaran tiket promosi, meningkatkan efisiensi dan utilitas armada, harga avtur yang mulai turun, dan musim lonjakan penumpang memang terjadi selama Juli.
“Bisnis transportasi ini seasonal. Biasanya pada Juli dan Desember selalu ada lonjakan penumpang,” katanya.
Elisa menambahkan, salah satu faktor keberhasilan Garuda yang mendorong kinerja positif adalah   meningkatnya utilisasi armada yang mencapai 11: 23 jam per hari, dibanding periode yang sama tahun lalu, sebesar 10:23 jam per hari.
Selain itu, berkat penggunaan armada baru maka konsumsi bahan bakar mengalami penurunan sebesar 37 persen dibandingkan periode Juli lalu. Pada Juli 2011 harga avtur sekitar 92.79 sen dollar AS, sementara  Juni 2011, sebesar 120 sen dollar AS.
Tambah Kapasitas
Lebih lanjut  Emirsyah mengungkapkan, untuk mengantisipasi lonjakan penumpang selama arus mudik nanti, perseroan telah menambah kapasitas dengan menambah  99 penerbangan extra pada rute – rute gemuk seperti  Jakarta – Denpasar (36 penerbangan ekstra), Jakarta – Singapura (30 penerbangan ekstra), Jakarta – Padang (17 penerbangan ekstra), Jakarta – Jogjakarta (8 penerbangan ekstra), dan Denpasar – Surabaya (8 penerbangan ekstra).
Selain melaksanakan penambahan penerbangan ekstra, Garuda juga mengoperasikan pesawat berbadan lebar pada rute atau penerbangan tertentu dalam mengantisipasi terjadinya lonjakan penumpang pada lebaran tahun ini. Jumlah tambahan kursi yang disiapkan Garuda melalui penerbangan ekstra dan penggantian pesawat besar  tersebut sebanyak 24.930 kursi.
Penambahan sebanyak 24.930 kursi tersebut dilaksanakan Garuda, disamping peningkatan kursi dari penerbangan regular (selama periode H-7 sampai H+7 tahun 2011) yang telah meningkat sebanyak 176. 442 kursi dibanding periode yang sama tahun 2010. Jumlah produksi Garuda pada periode H-7 sampai H+7 tahun 2011 mencapai  891.697 kursi, sementara jumlah produksi pada periode yang sama tahun lalu hanya sebesar 715.255 kursi.[dni]
Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s