160811 PSO KAI Kemungkinan Cair Sebelum Lebaran

 

JAKARTA—Kementrian Perhubungan (Kemenhub) menjanjikan dana Public Service Obligation (PSO) milik PT Kereta Api Indonesia (KAI) bisa cair sebelum Lebaran dengan kondisi semua persyaratan dipenuhi oleh Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

“Kontrak untuk dana PSO sebesar 639 miliar rupiah antara PT KAI dengan Kemenhub akan dilakukan pada minggu ini. Setelah itu ada semacam prosedur pencairan yang harus dilalui oleh PT KAI yakni verifikasi data,” ungkap Dirjen Perkeretapian Tundjung Inderawan di Jakarta, Senin (15/8).

Diungkapkannya, biasanya dalam mengajuan pencairan tidak semua dana PSO yang diberikan tetapi bertahap dengan metode per kuartal. “Biasanya besaran per kuartal itu tidak selalu sama. kala peak season seperti Lebaran, jumlah PSO yang diminta menigkat sesuai dengan kenaikan jumlah penumpang yang diangkut,” katanya.

Ditegaskannya, pencairan dana PSO untuk musim mudik 2011 bisa saja terjadi sebelum Lebaran dengan syarat PT KAI cepat mengajukan permintaan dan menyerahkan data. “Dana sudah ada. Sebagai Kuasa Pemegang Anggaran (KPA) dana itu bisa dicairkan. sekarang tergantung PT KAI, jangan lamban memberikan data,” tegasnya.

Berkaitan dengan jadwal pemberian PSO yang selalu dipertengahan tahun, Tundjung menjelaskan, karena perhitungan PSO menunggu Rancangan Kerja dan Anggaran, fluktuasi harga Bahan Bakar Minyak (BBM), dan kenaikan harga lainnya.

Sebelumnya, dana   PSO untuk PT KAI belum juga disetujui oleh pemerintah. Kementerian Keuangan menunda persetujuan pencairan karena PT KAI mengusulkan besarannya terlalu besar. Dikabarkan perusahaan BUMN tersebut mengusulkan PSO hampir  satu triliun rupiah. Pada 2010  PT KAI mendapatkan dana PSO sebesar  500 miliar  rupiah dari dana yang diusulkan sebesar 600 miliar rupiah.

Tenaga Inspektur

Lebih lanjut Tundjung mengungkapkan, perkeretaapian nasional kekurangan tenaga inspektur yang mengawasi operasional juga tenaga penguji sarana dan prasarana. Tenaga yang ada hanya mampu memenuhi sepertiga dari total kebutuhan.

“Kebutuhan akan penguji dan inspektur masih tinggi, sedangkan direktorat perkeretaapian baru lima tahun, penguji dan inspektur saat ini baru ada 94 orang, idealnya dari panjangnya rel kereta 4.000 km, jumlah tenaga yang tersedia masih sepertiganya,” katanya.

Dikatakannya,  selama ini penguji dan inspektur dilaksanakan dari tenaga fungsional atau poksi. Sekarang pengesahan sesuai amanah undang-undang, harus menempatkan orang-orang yang memiliki kecakapan, dan selanjutkan diuji. Khusus untuk inspektur, adalah orang-orang yang dari tenaga penguji yang kembali dites menjadi inspektur.

“Para penguji dan inspektur ini harus menjalani pelatihan 200 jam yang kami selenggarakan di Lembang, Bandung. Selanjutnya mereka harus menjalani tes, sehingga belum tentu yang sudah ikut pelatihan langsung lulus. Dengan demikian kita akan mendapatkan orang-orang yang memiliki kecakapan untuk meningkatkan keselamatan maupun layanan perkeretaapian,” katanya.[dni]

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s