160811 Omset Indosat Tumbuh 4%

JAKARTA—PT Indosat Tbk (Indosat) berhasil membukukan omset sebesar 10.049,5 triliun rupiah pada semester I 2011  atau tumbuh empat persen dibandingkan periode sama 2010 sebesar 9.661,8 triliun rupiah.
Presiden Direktur Indosat Harry Sasongko mengungkapkan, jasa seluler tetap menjadi andalan perseroan dalam meraih omset yakni berkontribusi sekitar 82 persen bagi total pendapatan.  “Data tetap (MIDI) dan telepon tetap masing-masing berkontribusi sebesar 12 dan 6 persen,” katanya di Jakarta, Senin (15/8).
“Kinerja Indosat selama semester I 2011 lumayan menggembirakan.  Hal ini bisa dilihat dari jasa seluler dimana mengalami pertumbuhan sebesar 6,3 persen jika dibandingkan Year on Year, sementara jika dilihat secara pertumbuhan kuartal I dan kedua, Indosat mengalami pertumbuhan di atas industri yakni 7,5 persen, sementara industri hanya 6 persen,” jelasnya.
Sedangkan untuk laba bersih yang diraih pada semester I 2011 sebesar 681,9 miliar rupiah atau melesat 137,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sementara Earning Before Interest Tax Depreciation and Amortization (EBITDA) mengalami penurunan sebesar 2,1 persen dari 4.594,6 triliun rupiah menjadi 4.499, 6 triliun rupiah. EBITDA margin juga mengalami penurunan sebesar 2,8 persen dari 47,6 persen pada semester I 2010 menjadi 44,8 persen pada semester I 2011.
“Apabila beban Voluntary Separation Scheme (VSS) atau pensiun dini tidak diperhitungkan sebesar 425,6 miliar rupiah, EBITDA meningkat sebesar 7,2 persen menjadi 4.925,2 triliun rupiah dengan marjin menjadi 49 persen. Program VSS ini sudah selesai pada Juni lalu, sehingga diharapkan tidak lagi menekan kinerja keuangan hingga akhir tahun nanti,” katanya.
Faktor lain yang membuat laba anak usaha Qatar Telecom (Qtel) ini melesat adalah keuntungan dari laba kurs. Beban lain-lain turun drastic 70 persen menjadi 330,6 miliar rupiah dari sebelumnya 1,1 triliun rupiah.
Sementara itu beban usaha meningkat dari 8,06 triliun rupiah menjadi 8,71 triliun rupiah atau sebesar 8,1 persen.
“Kami juga berhasil mengurangi total jumlah hutang  setelah membayar hutang jatuh tempo. Ada tujuh fasilitas hutang yang dilunasi. Jika pada semester I 2010 total hutang perseroan 24.703,8 triliun rupiah, pada semester I 2011 menjadi 22.069,2 triliun rupiah atau turun 10,7 persen,” katanya.
Berkaitan dengan hutang, perseroan menandatangani perjanjian  fasilitas pinjaman revolving dengan Mandiri  yang jumlah maksimum sebesar satu triliun rupiah dengan tingkat bunga mengambang JIBOR +1,4 per tahun dan melakukan penarikan fasilitas pinjaman revolving BCA sebesar 500 miliar rupiah dengan jumlah maksimum sebesar satu triliun rupiah dengan tingkat bunga mengambang JIBOR + 1,4 persen per tahun.
“Kemampuan membayar hutang tak bisa dilepaskan dari meningkatnya free cash flow dan mempertahankan belanja modal yang realistis. Pada semester I 2011 free cash flow mencapai 1,346 triliun rupiah atau naik 23,4 persen dari posisi semester I 2010 sebesar 1.091 triliun rupiah,” ungkapnya.
Diyakininya, jika kondisi nilai tukar kurs tetap stabil, maka pada akhir tahun nanti perseroan bisa mengalami pertumbuhan omset diatas rata-rata industri yakni 7-8 persen. “Tentunya kami juga akan menekan beban usaha dengan efisiensi. Jika pada tahun lalu beban usaha bisa ditekan hingga 250 miliar rupiah, tahun ini diharapkan bisa naik efisiensinya sebesar 10-15 persen,” katanya.
Sebelumnya, XL Axiata mengumumkan  pada   semester pertama 2011 perseroan  memiliki  pendapatan usaha 9,1 triliun rupiah atau meningkat 8 persen dibandingkan periode sama 2010 sebesar 8,5 triliun rupiah.  Sedangkan   normalisasi laba bersih sebesar  1,6 triliun rupiah atau naik 18 persen dibandingkan periode sama 2010 sebesar 1,3 triliun rupiah.
Sementara Earning Before Interest Tax Depreciation and Amortizatiobn (EBITDA) mencapai  4,8 triliun rupiah atau naik 7 persen dibandingkan periode sama 2010  dan EBITDA margin stabil di level 52 persen pada akhir Juni 2011.
Sedangkan Telkom mencatat pendapatan usaha perseroan  pada semester I 2011 sebesar 34,46 triliun rupiah atau naik  2,2 persen dari periode sama 2010 sebesar 33,71 triliun rupiah.
Sedangkan EBITDA mengalami penurunan 3,7 persen dari sebelumnya 18,76 triliun menjadi 18,07 triliun rupiah.  Sementara laba bersih  turun sebesar 1,5 persen dari 6,03 triliun menjadi 5,94 triliun rupiah.[dni]
Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s