160811 Huawei Genjot Penjualan Perangkat Android

 

JAKARTA—Prinsipal telepon seluler (Ponsel) dari China,  Huawei Device, menggenjot penjualan perangkat bergerak berbasis sistem operasi Android di Indonesia dengan menggandeng  PT Teletama Artha Mandiri (TAM) sebagai distributor.
“TAM akan mendistribusikan produk Android generasi pertama dari Huawei, seperti IDEOS S7 Slim hingga produk selanjutnya. Kami memiliki jaringan distribusi yang kuat dan selalu memperhatikan layanan purnajual yang terbaik untuk pelanggan,”jelas Chief Commece Officer  TAM Hasan Aulia di Jakarta, kemarin.
Menurut President Director Huawei Device South Pacific  Mike Liu perkembangan cepat teknologi Android telah menghadirkan sebuah perbedaan besar bagi sejumlah pengguna gadget di Indonesia dan negara lainnya. “Inilah mengapa kami sangat fokus mengembangkan perangkat yang dapat membantu konsumen menikmati fitur terbaik dari teknologi Android,” katanya.
Diharapkannya, melalui jalur distribusi TAM yang kuat dan layanan purna jual yang baik, konsumen akan memperoleh kemudahan menikmati produk Android Huawei. Konsumen diharapkan punya lebih banyak alternatif dalam memilih perangkat dari segi desain, fitur, fungsi dan spesifikasi untuk kebutuhan masing-masing.
Diperkirakannya, industri mobile di Indonesia   akan cenderung didominasi perangkat berbasis sistem operasi Android. International Data Corporation (IDC) memprediksi perangkat Android akan lebih populer dari Symbian dan Blackberry. IDC memperkirakan di tahun 2014, 51,2 persen pasar ponsel secara global didominasi Android.
”Data-data di atas memberikan sinyal adanya  peluang  akan terus berkembangnya  perangkat berbasis  Android. Kami akan terus  melakukan langkah-langkah strategis dalam upaya memperkuat posisi di pasar Indonesia,” katanya.
Berdasarkan catatan, setiap tahunnya di Indonesia terjual sekitar 25-30 juta unit ponsel di Indonesia. Sekitar 3-5 juta unit yang terjual adalah kategori smartphone dimana perangkat sistem operasi Android menguasai sekitar 35 persen, sedangkan BlackBerry hanya 14 persen.[dni]

 

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s