130811 Kemenhub Awasi Tarif Maskapai

JAKARTA–- Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengawasi tarif yang ditawarkan oleh maskapai penerbangan nasional dalam rangka menyambut mudik lebaran.

Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Herry Bakti S Gumay mengungkapkan telah menegur empat maskapai penerbangan nasional karena  terbukti melanggar tarif batas atas yang telah ditetapkan sebelumnya oleh pemerintah pada masa musim libur (high season) mudik Lebaran 2011.

“Bentuk tegurannya melalui pelayangan surat pertama kepada keempat maskapai penerbangan itu. Jika layangan surat pertama tidak ditaati maskapai, maka pemerintah berjanji akan mengirim surat teguran kedua,” katanya di Jakarta, Jumat (12/8).

Ditegaskanny, jika surat teguran kedua tidak digubris, maka pemerintah akan mengirimkan surat teguran terakhir dan sanksinya akan ada pencabutan izin rute penerbangan bagi maskapai yang melanggar tarif tersebut.

“Kami telah mengirimkan surat teguran kepada maskapai yang melanggar tarif batas atas kemarin, mereka itu perhitungannya tidak benar,” jelasnya.

Diungkapkannya,  berdasarkan temuan tim pemantau tarif dari Ditjen Perhubungan Udara, pada pekan pertama Agustus 2011 ini, keempat maskapai penerbangan yang terbukti melanggar tarif batas atas berdasarkan Keputusan Menteri Perhubungan (KM) 26 / 2010 tentang Penetapan Tarif Batas Atas Angkutan Udara yaitu Merpati Nusantara Airlines, Express Air, Susi Air dan Trigana Air Service.

“Tarif yang dilanggar maskapai berada di wilayah Indonensia bagian timur yaitu di Papua. Sedangkan untuk di wilayah di bagian barat belum ditemukan,”jelasnya.

Selanjutnya diungkapkan, selain empat maskapai di atas,terdapat  satu satu maskapai carter yang melanggar perizinan. Maskapai tersebut adalah Aviation Missionary Association (AMA) yang dianggap melanggar perizinan penerbangan carter menjadi penerbangan reguler.
“Statusnya carter berjadwal, kalau carter ya carter, karena ini ada unsur kebutuhan di daerah maka kami tetap izinkan untuk terbang tapi tarifnya disesuaikan,” jelasnya.

Secara terpisah, juru bicara Kemenhub Bambang S Ervan mengungkapkan, pemerintah berhasil membuka penerbangan baru berbendera Indonesia setelah  melalui negosiasi cukup alot dalam acara Air Talk Jepang-Indonesia pada  9-11 Agustus lalu.

“Indonesia diperbolehkan menambah frekuensi di airport haneda 7 kali  dalam seminggu dari semula tidak ada, dan Narita dapat tambahan 1 flight dari semula 2 flight per hari menjadi 3 flight,” katanya.[Dni]

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s