040811 Garuda Siap IPO Citilink

JAKARTA—PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) bersiap melepas saham
Citilink ke pasar modal setelah unit usaha  berbasis Low Cost Carrier (LCC) tersebut  dimandirikan dan mampu berkontribusi secara signifikan ke perseroan.

“Tentu ada rencana untuk di lakukan Initial Public Offering (IPO) terhadap Citilink. Target paling lambat pada 2015 nanti,” ungkap Direktur Utama Garuda Emirsyah Satar di Jakarta, Rabu (3/8).

VP Strategic Citilink dan EVP Finance Garuda Elisa Lumbantoruan mengatakan, perseroan menargetkan pada kuartal pertama  2011 akan berdiri PT Citilink Indonesia yang memiliki Surat Izin Usaha Penerbangan (SIUP) dan Air Operation Certificate (AOC) terpisah dari Garuda Indonesia.

“Kita akan jadikan Citilink sebagai truly LCC. Bagi kami LCC itu maskapai yang bisa mengelola biaya secara efisien sehingga tercermin dalam penawaran low fare alias tiket murah,” jelasnya.

Diungkapkannya, Citilink pada semester I 2011 berhasil mengangkut 730 ribu penumpang dengan omset sekitar 219 miliar rupiah.
“Kami menargetkan pada akhir tahun ini Citilink bisa mengangkut dua juta penumpang. Setelah itu pada 2012 terangkut 3,7 juta penumpang, dan pada
akhir 2015 bisa membawa 8,3 juta penumpang,” jelasnya.

Dijelaskannya, untuk mencapai target jumlah penumpang yang dibawa maka akan digunakan armada tipe A320 untuk lima tahun mendatang. “Pada tahun ini ditaretkan ada 10 pesawat yang terdiri dari lima B737-300, satu B 737-400. Sisanya empat lagi A320 yang akan mulai datang pada September. Citilink sendiri ditargetkan pada 2015 memiliki 30 pesawat,” katanya.

Diharapkannya, dalam waktu empat tahun mendatang seiring dicapainya target jumlah penumpang yang diangkut dan armada dimiliki, maka Citilink akan berkontribusi sebesra 30 persen terhadap total omset Garuda Indonesia.

Dikatakannya, salah satu yang akan menjadi andalan dari omset Citilink selain
penjualan tiket adalah dari Auxiliaries atau pembelian dari barang-barang di atas pesawat, iklan di atas pesawat, dan pembayaran kelebihan bagasi.

VP Citilink Con Korfiatis mengatakan, kehadiran Citilink yang menawarkan pelayanan LCC bukan membuka persaingan makin keras di segmen tersebut. “Pasar angkutan udara Indonesia masih besar. Jika dihitung secara normal ada 800 juta frekeunsi berpergian setahun. Ini masalah suplai dan demand yang maish timpang. Citilink masuk mengisi ketimpangan suplai itu,” jelasnya.[dni

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s