030811 Kemenhub Garap SIUP Dua Maskapai


JAKARTA—Kementrian Perhubungan (Kemenhub) tengah menggarap Surat Izin Usaha Penerbangan (SIUP) milik dua maskapai penerbangan. Kedua maskapai itu adalah PT Citilink Indonesia (Citilink) dan  PT Pacific Royale Airways.
”SIUP milik keduanya memang tengah diproses. Untuk Citilink sudah diajukan oleh Garuda Indonesia beberapa waktu lalu dan tengah diperiksa kesiapan adminsitrasinya. Sementara Pacific Royale berkasnya dikembalikan karena ada yang kurang. Misalnya, soal kepemilikan pesawat yang harus lima milik dan lima sewa,” ungkap  Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Udara Herry Bakti S. Gumay di Jakarta, kemarin.
Dikatakannya, meskipun tengah diproses dan maskapai memiliki target sendiri waktu penerbitan SIUP, tetapi regulator tidak akan gegabah menerbitkannya. ”Kalau semuanya lengkap pasti bisa cepat, penerbitan SIUP itu kan tergantung kesiapan dari maskapai itu sendiri,” jelasnya.
Dijelaskannya,  regulator  akan melakukan pengecekan atas sejumlah persoalan, seperti masalah pemodalan jika melibatkan investor asing ke   Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dan Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), serta Kementerian Hukum dan HAM.
Juru bicara Kementrian Perhubungan Bambang S Ervan menambahkan, bagi maskapai seperti Citilink memang ideal memilii SIUP dan Air Operation Certificate (AOC) terpisah dengan induknya Garuda Indonesia. ”Akan lebih adil bagi persaingan di pasar. Soalnya antara Garuda Indonesia dan Citilink itu beda segmen pasarnya. Satunya full service, lainnya no frill,” katanya.
Sebelumnya, Direktur Utama Garuda Indonesia  Emirsyah Satar mengungkapkan, akan memisahkan unit bisnis strategis miliknya yang bergerak di jasa penerbangan biaya rendah (Low Cost Carrier), Citilink, pada tahun depan sebagai salah satu wujud  strategi perseroan meningkatkan omset dan pangsa pasar.
“Pemisahan Citilink dalam proses. Sekarang sedang diajukan  SIUP ke Kementrian Perhubungan, setelah itu disusul keluarnya AOC. Kta prediksi pada tahun depan sudah berdiri PT Citilink Indonesia,” ungkapnya.
Diungkapkannya, nantinya pada 3 Agustus 2011 Citilink akan di-relaunch ke pasar mengingat telah memiliki 10 pesawat yang terdiri atas 6 Boeing 737 seri klasik dan 4 Airbus 320.
“Kami merevisi jumlah pesawat Citilink untuk tahap awal dari 15 menjadi 10 unit. Nantinya semua armada Citilink akan terdiri atas  A-320 dimana  25 pesawat sudah kita pesan beberapa bulan lalu dan kedatangannya bertahap,” katanya
Sedangkan Project Director Pacific Royale Airways Samudra Sukardi mengungkapkan, tengah melengkapi syarat-syarat administrasi SIUP dan lisensi terbang untuk maskapai yang mengoperasikan pesawat di atas 30 kursi (air operator certificate/AOC-121) untuk mengoperasikan 10 armada  dengan basis layanan penuh (Full Service).
Pacific Royale sendiri memiliki target akhir Juli lalu sudah mengudara. Melihat belum siapnya SIUP, tentu akan molor.
Pacific Royale Airways akan mengoperasikan 10 pesawat, yakni lima Fokker F-50, empat Airbus A320, dan satu Airbus A330. Sedangkan mayoritas saham dimiliki investor perorangan Indonesia yakni 51 persen  dan sisanya dimiliki investor perorangan asal India 49 persen.[dni]
Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s