020811 Kebijakan Telematika: Kemenkominfo Blokir Situs Lagu Ilegal. Adu Kuat Blokir Lagu Ilegal

 

Kementrian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo) akhirnya mendengar juga jeritan para komunitas musik Indonesia yang sengsara akibat pembajakan hasil karyanya di era digital.
Menkominfo Tifatul Sembiring telah menargetkan waktu setahun untuk melakukan penertiban dari situs-situs penyedia lagu illegal. Enam bulan pertama sejak Rabu (27/11) akan menjadi tahap sosialisasi ke masyarakat agar tidak lagi mengunduh lagu bajakan di dunia maya.
Selesai masa sosialisasi, baru dilakukan pendekatan melalui sistem hukum. Bagi yang terbukti melakukan pelanggaran bisa dikenai sanksi menurut undang-undang (UU) yang berlaku. UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) Pasal 32 ayat 2 dan Pasal 34 ayat 1 akan menjadi senjata andalan nantinya.
“Situs yang akan dibidik nantinya dari lokal, nama yang masuk ke kami ada 20 situs. Tetapi tidak tertutup kemungkinan situs dari luar juga seperti   4Shared. Proses penutupan situs lokal lebih gampang ketimbang situs luar negeri,” katanya di Jakarta, belum lama ini.
Direktur e-Bisnis Kemenkominfo Azhar Hasyim mengharapkan, dalam masa sosialisasi   penyedia konten yang ilegal bisa menjalin kerja sama dengan para pencipta lagu penyanyi ataú produsen, sehingga semua menjadi legal.
Menurutnya, pemblokiran situs penyedia lagu ilegal tidak akan sulit alias sama dengan yang dilakukan terhadap kontenpornografi. Nanti tinggal dimasukkan  daftar situs yang harus diblokir  satu server dengan servernya pornogarafi, setelah itu Penyedia Jasa Internet  (PJI) tinggal menyesuaikan layaknya yang dilakukan terhadap konten pornografi.
“Kita harus melakukan sesuatu atas maraknya pembajakan hak cipta ini. Tidak hanya para musisi yang sengsara hidupnya, negara pun bisa kehilangan potensi pemasukan. Saya sadar banyak yang menentang langkah ini atas nama kebebasan di dunia maya, tetapi kita harus ajarkan kebebasan yang bertanggung jawab,” tegasnya.
Berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh kelompok Heal Our Music (HOM),  di negeri ini tercatat 15 server-server illegal dimana per April 2011 sebanyak 118.525.000 lagu diunduh  dari situs-situs tersebut  atau setiap detik sebanyak 92 lagu bajakan diunduh dari internet.

Periode Januari-Desember 2010, tercatat omset lagu legal di Indonesia  sekitar 1,811 triliun rupiah dengan jumlah lagu diunduh  15.395.253 lagu. Sementara nilai omset lagu bajakan diperkirakan sekitar 12 triliun rupiah dengan lagu yang diunduh 2,8 miliar karya cipta.

Pegiat organisasi Heal Our Music Heru  Nugroho Setio Utomo menegaskan, pemblokiran situs-situs yang menyediakan lagu illegal dipastikan akan selektif sehingga tidak merugikan pengguna internet.
“Pemblokiran tidak akan dilakukan secara membabi-buta. Situs-situs yang akan diblokir itu hasil diskusi dari semua pemangku kepentingan musik digital yang diusulkan ke Kemenkominfo,” jelasnya.
Menurutnya,  jika sebuah lagu memang diizinkan oleh pemiliknya untuk diunduh secara gratis tidak akan diganggu.  “Jadi, kalau ada situs yang menyediakan unduh gratis, dan semua isinya lagu-lagu boleh diunduh karena seijin pencipta atau pemiliknya tidak akan diblok,” jelasnya.
Diharapkannya, masyarakat memahami langkah yang dilakukan Kemenkominfo karena banyak pemusik yang mengharapkan dari hasil karyanya bisa hidup tenang sampai tua dari musik digital.
”Jika dibajak terus, sengsara mereka tuanya. Lihat saja seperti Chrisye atau Utha Likumahua yang harus dibuka dompet kepedulian untuk membantu sakitnya. Di luar negeri juga terjadi hal yang sama. Harus diingat yang diblok itu bukan jaringan internet tapi akses ke situs penyedia lagu ilegal itu,” katanya.
Melawan Prinsip
Wakil Ketua Umum Asosiasi Penyedia Jasa Internet Indonesia (APJII) Sammy Pangerapan  mengatakan, jika bicara masalah download lagu ilegal pelakunya ada dua yakni  penyedia konten tanpa hak dan pengundu konten tanpa hak.
”Mereka itu yang harus dijerat.  Memblokir situs penyedia konten tanpa hak, bukan solusi tapi malah bisa menjadi fire back. Bisa jadi nantinya  penyedia konten tanpa hak dan pengunduhnya mendapat simpati dari komunitas internet. Bukan karena komunitas internet mendukung kegiatan ilegal mereka tapi karena ada prinsip dasar yang dilanggar yaitu network neutrality,” jelasnya.
Diingatkannya, menutup situs harus bedasarkan keputusan pengadilan kalau  tidak akan runyam. ”Setiap ada tekanan dari sebuah kelompok terus pemerintah menutup situs. Mau jadi apa  jaringan internet kita. Kalau begini caranya mengelola internet, tidak akan berhasil aksi pemerintah itu,” ketusnya.
Disarankannya, langkah yang harus dilakukan oleh pemerintah adalah menangkap para pelaku sebagai shock terapi, aktif dalam diskusi pembahasan masalah pelanggaran hak cipta,  dan melakukan sosialisasi  mengampanyekan tolak pembajakan.
Wakil Ketua Indonesia Security Incident Response Team on Internet Infrastructure (IDSIRTII) M. S. Manggalanny  meminta,  agar penggunaan lagu legal marak, industri musik harus menunjukkan upaya perubahan  sehingga  masyarakat merasa punya pilihan yang legal itu  murah sehingga kebebasannya dalam menikmati karya intelektual  tidak menjadi masalah pelanggaran hukum.
“Penyebaran lagu ilegal di internet hanya kepanjangan tangan dari penjualan di lapak-lapak pinggir jalan. Kemenkominfo tidak bisa kerja sendiri harus sinergi dengan instansi lain seperti  polisi, Kemendag, Kemenperin, dan Pemda,” katanya.
Diungkapkannya, sebenarnya banyak pelaku seni yang terbantu dengan adanya media online dalam  menyebarkan karyanya secara luas dan efektif ke masyarakat  tanpa lewat mafia industri yang diyakini menyedot sebagin besar keuntungan dari karya intelektual.
Menurutnya, jika para pemusik ingin bertahan di era digital  harus kreatif memikirkan model bisnis yang bagus dan  tidak mengeksploitasi pencipta atau penggemarnya.  ”Para pelaku di industri musik  tidak boleh lagi berpikir untuk mendapatkan untung besar seperti di masa lalu.   Sekarang produknya  harus lebih murah, sosial serta mengarahkan ke model personalisasi,” katanya.
Sementara praktisi telematika Abimanyu Wachjoewidajat   mengkhawatirkan kebijakan yang diambil Kemenkominfo  mengancam bisnis  PJI seperti Telkom.
Menurutnya,  penyebab utama turunnya penjualan lagu bukan mutlak disebabkan situs unduh lagu melainkan lebih karena memang berbagai fitur telematika saat ini memungkinkan hal itu.
“Solusinya untuk menekan pembajakan itu adalah ditertibkan situsnya, buat metode pembayaran digital yang sederhana, dan masifkan penggunaan Digital Right Management (DRM) yang bisa mengkontrol penggunaan hak cipta,” katanya.[dni]
Daftar 20 Situs Penyedia Lagu Ilegal
http://www.gudanglagu.com
http://www.gudanglagu.net
http://www.mp3sgratis.net
http://www.mp3lagu.com
http://www.warungmp3.com
http://www.pandumusica.info
http://www.musik-corner.com
http://www.mp3bos.com
http://www.mp34shared.com
http://www.musik-flazher.com
http://www.index-of-mp3.com
http://www.misshacker.com
http://www.trendmusik.com
http://www.abmp3.com
http://www.katalogmp3.info
http://www.mp3bear.com
http://www.mp3downloadlagu.com
http://www.freedownloadmp3.org
http://www.dewamp3.com
http://www.plasamusic.com

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s