300711 Operator Akui Pasar Sudah Jenuh

JAKARTA—Operator telekomunikasi mengakui pasar  sudah mulai jenuh seiring tercapainya penetrasi sebesar 100 persen dari semua pemain baik berbasis teknologi Global System for Mobile (GSM) atau Code Division Multiple Access (CDMA).
“Pasar sudah tersaturasi, sangat sulit mencari pelanggan yang benar-benar baru,” ungkap Presiden Direktur XL Axiata Hasnul Suhaimi di Jakarta, Jumaat (29/7).
Dijelaskannya, akibat kondisi pasar yang jenuh, operator lebih mengejar pelanggan yang berkualitas dan memberikan produk  baru ke pelanggan yang ada. “Inilah yang terjadi di XL selama semester I 2011. Pada akhir 2010, XL memiliki 40,1 juta pelanggan, kuartal I 2011 menjadi 39,3 juta pengguna, dan semester I 2011 tinggal 38,9 juta pelanggan,” jelasnya.
Menurutnya, walau pelanggan berkurang karena adanya churn (pindah layanan ke operator lain) tetapi tidak menganggu pendapatan perseroan yang masih menunjukkan pertumbuhan diatas rata-rata industri. “Ini karena produk yang ditawarkan diminati oleh pelanggan. Dampaknya bisa dilihat pada kinerka selama semester I 2011 dari XL,” katanya.
Diungkapkannya, pada   semester pertama 2011 perseroan  memiliki  pendapatan usaha 9,1 triliun rupiah atau meningkat 8 persen dibandingkan periode sama 2010 sebesar 8,5 triliun rupiah.  Sedangkan   normalisasi laba bersih sebesar  1,6 triliun rupiah atau naik 18 persen dibandingkan periode sama 2010 sebesar 1,3 triliun rupiah.
Sementara Earning Before Interest Tax Depreciation and Amortizatiobn (EBITDA) mencapai  4,8 triliun rupiah atau naik 7 persen dibandingkan periode sama 2010  dan EBITDA margin stabil di level 52 persen pada akhir Juni 2011.  1.
 ”Peningkatan pendapatan kami terutama diperoleh dari  layanan data, yang meningkat sebesar 47 persen jika dibandingkan periode sama 2010 dan memberikan kontribusi sebesar 21 persen terhadap total pendapatan atau sekitar 1,91 trilun rupiah,” katanya.
Dikatakannya, perseroan  melihat adanya potensi besar di bisnis layanan data terkait perubahan perilaku pelanggan dari penggunaan layanan tradisional (layanan percakapan dan SMS) menuju layanan data sehingga di masa mendatang,  XL akan lebih fokus dalam mengembangkan bisnis layanan data dengan cara memperkuat organisasi  secara keseluruhan.
Selama 12 bulan terakhir,XL   telah menambah BTS sebanyak 4.084 BTS (2G/3G) di seluruh Indonesia, dimana 1.220 merupakan 3G BTS .  Total BTS (2G/3G)  pada akhir Jun’11 berjumlah 24.971 BTS. Pada tahun ini dianggarkan belanja modal sekitar 6 triliun rupiah.
“Sekarang ini adalah masa transisi dari perubahan organisasi di XL sehingga publik melihat seperti  ada gangguan.  Setelah seluruh pengembangan dan masa transisi selesai, kinerja   akan meningkat pesat,” tegasnya.
Berkaitan dengan kondisi dari hutang perseroan, Hasnul mengungkapkan, pada kuartal dua, XL mencairkan fasilitas pinjaman dalam rupiah sebesar  500 miliar rupiah serta fasilitas pinjaman dollar AS yang baru diterima di bulan Juni 2011 sebesar  59 juta dollar AS.
Selain itu, selama semester I, XL melakukan pembayaran pinjaman dipercepat sebesar  900 miliar rupiah dan juga pembayaran pinjaman yang sudah jatuh tempo sebesar 24,1 juta dollar AS menggunakan arus kas internal, sehingga saldo pinjaman menurun dari  11,4 triliun rupiah  di Juni 2010 menjadi  9,9 triliun rupiah  di Juni 2011 dengan rasio Hutang Bersih (Hutang berbunga dikurangi Kas)/EBITDA sebesar 1,0x.
Kinerja Telkom
Pada kesempatan lain, Direktur Utama  Telkom Rinaldi Firmansyah mengungkapkan, pendapatan usaha perseroan  pada semester I 2011 sebesar 34,46 triliun rupiah atau naik  2,2 persen dari periode sama 2010 sebesar 33,71 triliun rupiah.
Sedangkan EBITDA mengalami penurunan 3,7 persen dari sebelumnya 18,76 triliun menjadi 18,07 triliun rupiah.  Sementara laba bersih  turun sebesar 1,5 persen dari 6,03 triliun menjadi 5,94 triliun rupiah.
“Melihat kinerja keuangan lebih detil pada triwulan II/2011 dibandingkan dengan  triwulan I/2011,  kami masih optimistis bahwa TelkomGroup  tetap mampu bersaing di tengah-tengah persaingan yang sangat tajam dalam industri telekomunikasi dan informasi. Lihat saja dari harga saham Telkom yang naik 50 rupiah pada sore ini, itu buktinya pasar merespons positif kinerja Telkom,” tegasnya.
Diungkapkannya,  angka pertumbuhan pendapatan operasi, EBITDA dan laba bersih pada triwulan II dibanding triwulan I 2011  untuk  pendapatan operasi tumbuh  6,3 persen menjadi 17,7 triliun rupiah dari sebelumnya 16,7 triliun rupiah,   EBITDA tumbuh sebesar 9,1 persen menjadi  9,4 triliun rupiah dari sebelumnya 8,64 triliun rupiah, dan laba bersih  tumbuh sebesar 10 persen menjadi Rp 3,11 Triliun dari sebelumnya 2,82 triliun rupiah.
Dijelaskannya, laba bersih dari perseroan tertekan pada semester I 2011 tak bisa dilepaskan dari aktifitas noncash dimana biaya personal naik akibat Perjanjian Kerja Bersama (PKB) yang baru diimplementasikan. Faktor lainnya adalah pola penarikan Biaya Hak Penggunaan (BHP) frekuensi yang berubah dari biasanya dimulai Juli, menjadi Januari-Juni. “Kami justru optimistis jika melihat kinerja bottom line seperti ini pada akhir tahun nanti laba Telkom grup bisa positif dengan posisi single digit,” katanya.
Sementara untuk kinerja dari top line yang hanya tumbuh kecil, Rinaldi menjelaskan, tak bisa dilepaskan dari bisnis warisan yang masih dikelola Telkom yakni telepon kabel. “Kalau bicara Telkomsel dengan pertumbuhan pendapatan secara tahunan sebesar 5 persen, itu artinya mulai membaik. Telkomsel itu yang paling kuat pertumbuhan pendapatan broadband-nya di industri,” katanya.[dni]

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s