300711 2012, Garuda Spin Off Citilink

JAKARTA—PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) akan memisahkan unit bisnis strategis miliknya yang bergerak di jasa penerbangan biaya rendah (Low Cost Carrier), Citilink, pada tahun depan sebagai salah satu wujud  strategi perseroan meningkatkan omset dan pangsa pasar.
“Pemisahan Citilink dalam proses. Sekarang sedang diajukan Surat ijin Usaha Penerbangan (SIUP) ke Kementrian Perhubungan, setelah itu disusul keluarnya Air Operation Certificate (AOC). Kta prediksi pada tahun depan sudah berdiri PT Citilink Indonesia,” ungkap Direktur Utama Garuda Indonesia Emirsyah Satar di Jakarta, Jumat (29/7).
Diungkapkannya, nantinya pada Agustus 2011 Citilink akan di-relaunch ke pasar mengingat telah memiliki 10 pesawat yang terdiri atas 6 Boeing 737 seri klasik dan 4 Airbus 320. “Kami merevisi jumlah pesawat Citilink untuk tahap awal dari 15 menjadi 10 unit. Nantinya semua armada Citilink akan terdiri atas  A-320 dimana  25 pesawat sudah kita pesan beberapa bulan lalu dan kedatangannya bertahap,” katanya.
Direktur Keuangan Garuda Elisa Lumbantoruan mengungkapkan, sebelumnya perseroan berencana untuk memberikan Boeing klasik milik Garuda ke Citilink, tetapi mengingat di pasar LCC yang berbicara adalah kuantitas, maka tidak mungkin mengandalkan tipe pesawat tersebut. “Boeing klasik itu rata-rata mengangkut 180 penumpang, sedangkan A 320 bisa membawa 215 penumpang. Karena itu kita lebih memilih A 320 untuk Citilink,” katanya.
Garuda sendiri pada tahun ini akan menerima 11 pesawat baru terdiri dari 2 A330-200 dan 9 B737-800NG. Saat ini Garuda memiliki 86 pesawat.
Kinerja
Berkaitan dengan kinerja dari perseroan selama semester I 2011, Emirsyah mengungkapkan, Garuda   menderita rugi komprehensif yang diatribusikan ke pemilik entitas induk atau rugi bersih 186,57 miliar rupiah.
Hal ini berbanding terbalik dengan posisi yang sama tahun sebelumnya dimana Garuda  mendulang laba bersih 59,96 miliar rupiah.

Sedangkan  rugi periode berjalan perseroan pada Januari-Juni 2011 sebesar 187,31 miliar rupiah, sementara pada Januari-Juni 2010 membukukan laba 55,68 miliar rupiah.

Adapun rugi per saham dasar dan dilusian seebsar  8,27 rupiah dari sebelumnya laba per saham 6.105,75 rupiah

Dari sisi pendapatan usaha Garuda  mencetak   sebesar 44,64 persen atau dari 7,75 triliun menjadi 11,21 triliun rupiah. Namun, beban usaha melonjak sebesar 40,51 persen menjadi 11,55 triliun dari sebelumnya 8,22 triliun rupiah. Sehingga, rugi usaha perseroan tercatat 340,78 miliar rupiah dibandingkan dengan sebelumnya rugi usaha 463,46 miliar rupiah.

Elisa menjelaskan, meningkatnya beban usaha dipengaruhi antara lain karena harga minyak dunia yang membumbung sepanjang enam bulan pertama tahun ini, sehingga beban dari operasional penerbangan naik signifikan 65 persen menjadi 6,32 triliun rupiah dari sebelumnya 3,83 triliun rupiah.

Sementara itu total liabilitas Garuda per 30 Juni 2011 tercatat 10,87 triliun rupiah, naik 6,67 persen dibandingkan dengan posisi per 31 Desember 2010 sebesar 10,19 triliun rupiah.[dni]

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s