010811 Garuda Segera Tender Pengadaan Pesawat Sub-100 seat

JAKARTA—PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) akan menenderkan pengadaan pesawat under Sub-100 seat untuk memperluas segmen perseroan menggarap pasar   penerbangan intra pulau. Pesawat Sub-100 seat dikenal dengan   angkutan dengan kapasitas di bawah 100 penumpang.

Direktur Utama Garuda, Emirsyah Satar mengungkapkan,  perseroan  membutuhkan sebanyak 18 unit pesawat tipe Sub-100 seat   sebagai pesawat feeder yang akan ditempatkan di pulau-pulau besar seperti Kalimantan, Sumatera dan Sulawesi.

“Garuda akan menenderkan dua tipe  pesawat dari pabrikan   Bombardier dan Embraer. Akhir tahun ini akan ditentukan pesawat mana yang akan dioperasikan, tapi operasinya mungkin butuh waktu setahun kemudian,” kata Emirsyah di Jakarta, akhir pekan lalu.

Berdasarkan catatan, Embraer adalah pabrikan pesawat asal Brasil yang memiliki spesialisasi pembuatan pesawat jet untuk di bawah 100 penumpang. Sedangkan Bombardier yang buatan Kanada juga memiliki kemampuan yang sama dengan Embraer.

Pada Juni lalu, Sriwijaya Air  secara resmi memesan 20 pesawat jet Embraer 190 (E 190) dengan hak untuk pembelian lebih dari 10 unit untuk memperkuat armadanya dan memperluas wilayah layanan hingga ke tingkat kabupaten di Indonesia.

Dijelaskannya, jika Garuda telah menentukan jenis yang akan dioperasikan, nantinya armada  tersebut akan menggantikan pesawat sub-100 seat yang saat ini dioperasikan  yaitu Boeing 737-500.  Pesawat ini telah dioperasikan untuk melayani penerbangan antar kota di luar Jawa, seperti di kota-kota di Sulawesi.

Plt Direktur Pemasaran dan Penjualan Garuda, Arief Wibowo menambahkan, saat ini Garuda telah memiliki hub untuk sub-100 seat di Makassar. Dari ibukota Sulawesi Selatan tersebut, Garuda terbang ke 13 kota diantaranya Singapura, Manado, Palu, Gorontalo, Ambon, Surabaya, Denpasar dan Kendari.

“Akhir tahun ini kita juga akan membuka hub di Kota Medan untuk terbang ke kota-kota sekitarnya seperti Penang (Malaysia), Pekanbaru, Batam, Aceh, Palembang, Lampung dan Jambi,” ujar Arif.

Dijelaskannya,  setelah menggarap kota-kota intra Sumatera, pulau berikutnya yang segera dimasuki adalah Kalimantan. Selama ini Garuda telah masuk ke Kalimantan, tetapi untuk penerbangan reguler dengan jenis pesawat dengan kapasitas di atas 100 kursi seperti Boeing 737-400 atau Boeing 737-800 NG.

Menurutnya,  pesawat  Sub-100 seat ini akan digunakan untuk antar kota dengan penumpang yang tidak banyak tapi menguntungkan. “Jadi mungkin rutenya bukan premium, tapi yieldnya premium. Beda seperti rute-rute premium seperti Jakarta-Surabaya yang yield-nya tidak premium,” kata Arif.

Direktur Keuangan Garuda  Elisa Lumbantoruan menjelaskan, digarapnya segmen sub 100- seat  untuk mengakomodasi tiga hal. Pertama, untuk melayani  rute yang memiliki landasan pendek dan tidak terlalu keras.

Kedua,  mengakomodasi rute-rute yang selama ini belum memiliki hak bypass domestik seperti  Medan-Denpasar yang selama ini harus dilewati melalui Jakarta.Adanya layanan ini membuat tercipta  pasar baru  karena benefit yang bisa dirasakan langsung oleh pengguna, yaitu kecepatan dan kemudahan dalam bepergian.

Ketiga,  menambah frekuensi di sejumlah slot kosong penerbangan. Selama ini ada sejumlah rute dengan frekuensi yang cukup tinggi masih memiliki jeda waktu atau slot kosong.  Contohnya,  Jakarta-Surabaya, masih ada slot yang kosong sekitar 1,5 jam, tidak ada penerbangan.[dni]

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s