260711 Operator Kembali Berunding dengan PJN

JAKARTA—Operator telekomunikasi  kembali berunding dengan PT Pratama Jaringan Nusantara (PJN) untuk menjalankan Sistem Kliring Trafik Telekomunikasi (SKTT) sesuai diamanatkan oleh pemerintah.
SKTT merupakan sistem kliring yang telah diagendakan oleh pemerintah sejak 2004 lalu untuk menggantikan sistem otomatisasi kliring interkoneksi (SOKI) milik operator.  Posisi regulator dalam pelaksanaan sistem kliring sebagai pengawas, sedangkan untuk pelaksanaanya diserahkan pada operator yang meng-outsourcing pekerjaan tersebut pada PJN.
“Dalam pemahaman operator setelah diterbitkannya  PM.14 Tahun 2009 tentang pelaksanaan fungsi kliring trafik telekomunikasi, sistem pencatatan itu  dilakukan para operator secara bersama-sama melalui Asosiasi Kliring Trafik Telekomunikasi (Askitel),” ungkap Ketua Askitel Herdy Harman di Jakarta, Senin  (25/7).
Dijelaskannya, sejak terjadinya kesepakatan pada 26 Januari 2010 ada beberapa hal terkait implementasi pekerjaan SKTT antara PJN dengan Askitel yang harus diselesaikan. Dari sisi Askitel diminta menjadi asoisiasi berbadan hukum yang telah dilaksanakan pada   20 Juni 2011. PJN sendiri diminta untuk menyelesaikan masalah keuangan yang membelitnya dengan Rabo Bank. Selain itu harga fee Call Data Record (CDR) pun masih dalam tarik menarik   dari kesepakatan awal yakni 0,4 dollar AS menjadi semakin kecil karena PJN dianggap sebagai outsourcing.
“Kami sebenarnya sedang mengaji pekerjaan outsourcing dari SKTT yang akan diberikan ke PJN. Soalnya perusahaan ini tidak jadi menyewa alat SOKI yang kita miliki. Alat SOKI sendiri terus ditingkatkan kemampuannya hingga bisa menjadi clearing house nantinya,” jelasnya.
Menurutnya,  evaluasi secara rutin terhadap proses SOKI dari parameter, settlement dan volume compare, performansinya   semakin baik. Indikatornya adalah diskrepansi data interkoneksi semakin menurun khususnya diskrepansi jumlah call dari 1,1 persen pada  2009 menjadi 0,9 persen di  2010.
Dari catatan Askitel,  jumlah panggilan interkoneksi pada tahun 2010 turun 6,3 persen dibandingkan 2009 yang sebesar 18,9 milliar call  Jumlah durasi panggilan interkoneksi pada  2010 turun 6 persen dibandingkan  2009 yang sebesar 26,1 milliar menit. Perbandingan jumlah durasi  triwulan I 2011 dibandingkan triwulan I 2010 turun sebanyak 6,3 persen. Total jumlah call pada triwulan I 2011 adalah 5,7 milliar menit dimana pada triwulan I 2010 sejumlah 6,1 milliar menit
Sedangkan  jumlah  pendapatan  interkoneksi pada tahun 2010 turun tipis sebesar 0,01 persen dibandingkan tahun 2009 dimana pada tahun 2010 jumlah gabungan revenue interkoneksi sebesar 8,250 trilliun rupiah sedangkan pada tahun 2009 sebesar 8,251 trilliun rupiah. Sementara perbandingan jumlah pendapatan pada triwulan I 2011 dibandingkan triwulan I 2010 turun sebanyak 2,3 persen. Total jumlah call pada triwulan I 2011 adalah 1,9 trilliun rupiah.[dni]
Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s