220711 AP II Kembangkan 9 Bandara

JAKARTA—PT Angkasa Pura II (APII) berencana akan mengembangkan 9 dari 12 bandara yang dikelolanya selama ini untuk meningkatkan kualitas layanan terhadap penumpang.
“Perusahaan mengagendakan sebanyak 324 program dengan total nilai investasi mencapai 2,8 triliun rupiah. Sebagian besar dari program-program tersebut diorientasikan untuk pengembangan maupun pembangunan bandara, serta sistem pendukung operasional lain untuk meningkatkan kualitas pelayanan terhadap penumpang,” ungkap Direktur Utama AP II Tri S Sunoko di Jakarta, Kamis (21/7).
Diungkapkannya,  dari 12 bandara yang dikelola perseroan,  sembilan bandara di antaranya sedang dalam program pengembangan yang kesemuanya dikerjakan secara simultan berkesinambungan mulai tahun 2011 ini.
Kesembilan bandara tersebut adalah Soekarno-Hatta (Jakarta), Supadio (Pontianak), Minangkabau (Padang), Sultan Mahmud Badaruddin II (Palembang), Sultan Syarif Kasim II (Pekanbaru), Husein Sastranegara (Bandung), Sultan Iskandarmuda (Banda Aceh), Raja Haji Fisabilillah (Tanjung Pinang), Sultan Thaha (Jambi), serta Depati Amir (Pangkal Pinang).
”Mayoritas pengembangan yang dilakukan adalah menambah kapasitas terminal penumpang. Ada yang kita perluas bangunan aslinya, ada juga yang kita relokasi dan membangun terminal baru. Sebagian proyek sudah mulai berjalan pembangunan fisiknya, sebagian lagi siap dikerjakan, salah satunya adalah Soekarno-Hatta yang kita programkan ground breaking awal 2012,” jelasnya.
Dijelaskannya, selain kesembilan bandara tersebut,  perseroan  I saat ini juga tengah melakukan proses penyelesaian pembangunan bandara baru di Medan, Sumatera Utara, sebagai pengganti Bandara Polonia, yang tahapan pembangunannya telah mencapai total 75 persen.
Berkaitan dengan kinerja dari perseroan selama semester I 2001, Tri mengungkapkan,   berhasil membukukan laba perusahaan  melebihi target yang ditetapkan  sebesar 32 persen dalam Rencana Kerja Anggaran (RKA), yaitu dari 599.583 miliar menjadi  793.645 miliar rupiah.
Menurutnya,  pencapaian positif tersebut diraih berkat adanya sejumlah pendapatan usaha yang cukup menonjol. Antara lain sektor kargo, dari target sebesar 25.805 miliar rupiah pada RKA, terealisasi 26.662 miliar rupiah atau lebih tinggi 3 persen. Kemudian untuk usaha Aeronautika Air Traffic Service (ATS), dari yang ditargetkan sebesar  192.198 miliar rupiah  diperoleh pendapatan sebesar 207.877 miliar rupiah atau lebih tinggi 8  persen.
Selanjutnya, pada sektor usaha Aeronautika Non-ATS, realisasi pendapatan yang diraih juga lebih tinggi 4  persen dari target RKA, yaitu  1.044.782 triliun menjadi 1.004.418 triliun rupiah. Sedangkan untuk sektor Non Aeronautika, dari yang ditargetkan 350.989 miliar rupiah tercapai 378.495 miliar rupiah atau lebih tinggi 8 persen dari RKA.
 “Kami harus mengejar  496 miliar rupiah lagi selama semester kedua ini agar target omset sebesar  1,290 triliun rupiah tercapai,” katanya.[dni]
Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s