210711 Mitratel Bidik Omset Rp 1 Triliun

JAKARTA—PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel) membidik omset sebesar satu triliun rupiah pada akhir 2011 dari posisi 2010 yang hanya senilai 60 miliar rupiah.

Mitratel adalah anak usaha PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) yang memiliki bisnis inti  pembangunan dan penyewaan menara telekomunikasi serta fasilitas telekomunikasi lainnya seperti repeater outdoor dan indoor (Inbuilding Cellular System/IBS). Di industri telekomunikasi, nilai sewa satu menara jika diisi oleh empat operator bisa mencapai 2,1 miliar rupiah per bulan. Sedangkan kebutuhan menara setiap tahunnya mencapai tiga ribu unit.

Direktur Utama Mitratel Edy Irianto mengungkapkan, target omset tersebut bisa dicapai jika pada akhir tahun ini perseroan memiliki tiga ribu menara dengan tenant sebanyak lima ribu unit. “Hingga semester I 2011 kami telah membangun 566 menara dan memiliki tenant sebanyak 1.263. unit Pada Agustus nanti akan dibangun 300 menara alias setiap hari ada 10 menara yang kita dirikan,” katanya di Jakarta, Rabu (20/7).

Diungkapkannya, untuk merealisasikan pembangunan aset tersebut dialokasikan belanja modal sebesar 2,5 triliun rupiah. Pemenuhan belanja modal berasal dari kredit perbankan, shareholder loan, equity call, dan kas internal. “Kami baru saja menandatangani akad kredit dengan Bank BRI senilai satu triliun rupiah untuk pemenuhan belanja modal. Rencananya dana ini akan dialokasikan untuk membangun sekitar 1.662 menara,” jelasnya.

Dijelaskannya, untuk menggelembungkan aset dari perseroan dijalankan tiga strategi yakni membangun sendiri menara, mengakuisisi aset perusahaan penyedia menara, dan mengakuisisi perusahaan penyedia menara. “Kami telah mendapatkan ijin dari induk usaha untuk mengakuisisi perusahaan penyedia menara. Jika menara yang dimilikinya banyak, kita lebih suka membeli perusahaan. Sebaliknya jika menaranya sedikit, kita hanya membeli asetnya saja,” jelasnya.

Dikatakannya, agresifnya perseroan membesarkan aset dan omset tak bisa dilepaskan dari keinginan untuk bisa melakukan Initial Public Offering (IPO) pada semester kedua 2012.
“Angan-angan kami demikian. Walaupun spin off 16 ribu menara milik Telkomsel  belum terjadi, tetapi jika memiliki aset diatas tiga ribu menara itu sudah cukup seksi ditawarkan ke bursa. Mitratel ini adalah pemain ketiga terbesar di bisnis penyewan menara,” katanya.

Direktur Keuangan Telkom Sudiro Asno menegaskan, Mitratel akan dijadikan oleh Telkom grup sebagai kendaraan dalam bisnis penyewaan infrastruktur. “Perusahaan ini akan menjadi anak usaha terbesar berikutnya setelah Telkomsel. Sekarang boleh kontribusinya terhadap omset grup sekitar satu persen, di masa depan tentu akan lebih besar. Apalagi pada 2012 Mitratel akan memiliki 4 ribu menara,” jelasnya.

Sementara Head of Corporate Affair Mitratel Adjat Sudrajat mengakui, bisnis penyewaan menara tetap bergairah walau pertumbuhannya tidak setinggi periode 2004-2007 yang mencapai 50 persen setiap tahunnya. “Sekarang pertumbuhannya sekitar 20 persen. Tetapi ini masih menjanjikan karena banyak operator baru yang bermunculan. Belum lagi kebutuhan untuk membangun di daerah-daerah,” jelasnya.

Dikatakannya, Mitratel dalam menjalankan bisnis penyewaan menara menjalankan dua fungsi. Pertama menyewakan menara yang dibagun sendiri oleh perseroan. Kedua, mengelola dan menyewakan menara-menara yang dimiliki oleh Telkom dan Telkomsel.

Pada kesempatan sama Direktur Bisnis UMKM BRI Djarot Kusumayakti  mengatakan  sektor telekomunikasi merupakan salah satu sektor yang memiliki potensi pertumbuhan yang baik dimana pada kuartal I 2011 mencapai 10 persen. “BRI siap mendukung Mitratel dan para mitranya. Selain memberikan kredit bagi Mitratel, kita juga siap melakukan vendor financing bagi para rekanan Mitratel agar arus kas lancar,” katanya.

Diungkapkannya,  BRI telah menyalurkan kredit kepada Telkom Group dengan total plafond mencapai sebesar  6,8 triliun rupiah. Kredit tersebut diberikan kepada  Telkom sebesar  5 triliun rupiah dan  Telkomsel   800 miliar rupiah. Untuk Kredit kepada Mitratel, plafond kredit yang diberikan sebesar  satu triliun rupiah  dengan jangka waktu pinjaman  enam tahun.[dni]

 

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s