210711 Garuda Dapatkan Margin Kecil di Angkutan Haji

JAKARTA—PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) dipastikan mendapatkan margin yang kecil dalam menjalankan bisnis angkutan haji mengingat biaya yang ditetapkan pemerintah dan DPR  sebesar rata-rata 2.010 dollar AS per jemaah atau di bawah tarif yang dikenakan Saudi Airlines yang juga mengangkut jemaah asal Indonesia yaitu 2.114 dollar AS per jemaah.

“Usulan yang kami berikan untuk biaya haji beberapa kali direvisi. Tadinya diusulkan  2.074 dollar AS per jemaah atau naik  dibandingkan   pelaksanaan haji 2010 lalu yaitu sebesar 1.734 dollar. Dalam sidang yang digelar beberapa kali, DPR meminta agar tarif yang diusulkan tersebut diturunkan,”  ungkap  Direktur Utama PT Garuda Indonesia Emirsyah Satar di Jakarta, Rabu (20/7).

Diungkapkannya, Garuda telah  menurunkan tiga kali usulannya dari 2.074 menjadi   2.044 dollar, kemudian menjadi 2.030  dan akhirnya menjadi 2.010 dollar AS per jemaah. “Angka itu sudah final. Dengan tarif tersebut, maka Garuda akan mendapatkan margin yang sangat kecil. Meski keuntungannya sangat kecil namun hal itu dilakukan sebagai komitmen Garuda untuk melayani penyelenggaraan haji sejak tahun 1959,” katanya.

Direktur Operasi Garuda, Capt Ari Sapari mengungkapkan, saat ini   harga bahan bakar pesawat (avtur) sebesar 1,02 dollar AS, sementara saat penyelenggaraan haji pada Oktober mendatang harganya diperkirakan menjadi 1,23 dollar AS. Jika dibandingkan dengan harga bahan bakar tahun lalu, saat ini kenaikan harga minyak dunia telah meningkat hingga 60 persen.
Sementara kontribusi biaya produksi dari BBM pun diperkirakan melonjak. Bila saat ini kontribusi avtur terhadap biaya sebesar 30 persen, nantinya diperkirakan akan melonjak menjadi 48 persen.  “Dengan tarif sebesar itu, angka break even point kami adalah pada harga avtur 92 dollar per barel, saat ini harganya sudah mendekati 100 dollar. Agar harga tidak melonjak dilakukan hedging (lindung nilai) biar  tidak rugi,”  jelasnya.
Selanjutnya diungkapkan, selain kenaikan bahan bakar dunia permasalahan lain yang juga dirasakan  yaitu kenaikan tarif sewa pesawat tahun ini juga meningkat 8 persen dibandingkan tahun lalu. Berikutnya,  kenaikan biaya ground handling (jasa pelayanan penairan pesawat di bandara) sebesar 40 persen dibandingkan tahun 2010.
Diungkapkannya, tahun ini Garuda telah menyiapkan 15 armada pesawat yang telah dipersiapkan untuk mengangkut jamaah haji secara nasional jika ditunjuk kembali oleh pemerintah. Garuda diperkirakan mengangkut 120.000 jamaah dari seluruh Indonesia. Jumlah jamaah itu, naik 10 persen dibandingkan tahun 2010 lalu yang hanya mencapai 109.000 orang.[dni]

 

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s