190711 Kemenkominfo Segera Tuntaskan BHP Smart

 

JAKARTA—Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) berjanji segera menuntaskan masalah tunggakan Biaya Hak Penggunaan (BHP) frekuensi milik  Smart Telecom (Smart) yang terkatung sejak beberapa tahun lalu.
“Kami telah memberikan batas waktu selama 1 bulan kepada Smart untuk memberikan respons setelah pengiriman surat tagihan yang akan dilakukan dalam waktu dekat,” ungkap Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring di Jakarta, kemarin.
Dijelaskannya,   batas waktu 1 bulan  terkait dengan pelimpahan penagihan tunggakan  BHP frekuensi Smart kepada Panitia Urusan Piutang Negara (PUPN) di bawah Kementerian Keuangan.
“Saat ini masih proses, kami  berharap bisa selesai dalam waktu 1 bulan itu, tetapi kalau belum, akan dilimpahkan penagihan ke PUPN Kemenkeu. Kalau nanti ada masalah, kami akan cabut izinnya,” tegasnya.
Diungkapkannya,  tunggakan BHP frekuensi Smart menurut perhitungan Kemenkominfo  saat ini sudah mencapai 1,1 triliun rupiah termasuk kewajiban tahun ini dan bunga tunggakan.
Juru bicara Kemenkominfo Gatot Dewo menegaskan, instansinya tidak membeda-bedakan perlakuan terhadap pelaku usaha terkait tunggakan BHP frekuensi.
Pemerintah masih melakukan verifikasi terhadap PT Smart Telecom sebelum mencabut lisensinya meski operator tersebut sudah diberi surat peringatan ke-3 beberapa waktu yang lalu karena lalai membayar BHP frekuensi.
”Memang benar Kemenkominfo sudah berulangkali memberikan peringatan kepada Smart Telecom sampai peringatan ke-3, tapi untuk sampai ke pencabutan lisensi perlu verifikasi yang jangka waktunya tidak diatur oleh UU,” tuturnya.
Jika merujuk pada   UU Telekomunikasi No. 36, jangka waktu pemberian surat peringatan ke-1 sampai ke-2 adalah 60 hari kerja, demikian halnya peringatan ke-2 sampai ke-3 hingga pencabutan lisensi. Pemenang tender Broadband Wireless Access (BWA), Internux, telah menelan pil pahit dari kebijakan ini karena dianggap telat   membayar  BHP frekuensi tahun pertama dan up front fee dengan total 220,06 miliar rupiah.
Hanya dalam tempo satu tahun, Kemenkominfo pun mencabut lisensi operator BWA tersebut.  Namun, untuk kasus Smart aroma tarik menarik antara regulator dan operator sangat kentara, bahkan kasus ini telah menyita perhatian kantor Wakil Presiden.[dni]

 

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s