190711 Berubah untuk Bersaing

 

Mulai berubahnya penawaran paket berlangganan layanan BlackBerry yang ditawarkan oleh Telkomsel dan XL Axiata dimana akses untuk streaming diberikan,  tak bisa dilepaskan adanya perubahan pola kerjasama dengan Research In Motion (RIM).
Sebelumnya, RIM menetapkan pola kutipan fee untuk penggunaan akses jaringannya dimana banderolnya   6 hingga 10 dollar AS per pelanggan untuk menggunakan jasa BlackBerry Internet Services (BIS).  Angka itu diluar   biaya data.
Skema ini diubah menjadi model revenue sharing untuk jenis layanan yang baru dengan minimum sekitar dua dollar AS per pelanggan, per bulan yang mensyaratkan  minimum guarantee, ditambah  biaya link internasional  ke RIM  dan biaya paket data unlimited.
”BlackBerry sudah mulai kehilangan pamor  di kalangan pengguna high end user, sehingga perlu ada inovasi untuk berubah dari prinsipalnya,” ungkap Praktisi Telematika Teguh Prasetya di Jakarta, Senin (18/7).
Diungkapkannya, jika  hitungan operator dengan pola APN khusus dan biaya ke RIM  harus ditanggung operator hingga lisensi yang harus dibayarkan operator ke RIM saat ini dengan penggunaan per pelanggan yang rata-rata sudah melebihi 150 MB per bulan,  pola berlangganan  unlimited saat ini yang berkisar 50 ribu hingga 100 ribu rupiah,  bisa dikatakan terjadi subsidi. ”Karena itu wajar jika ada perubahan pola skema berbisnis dengan RIM,” katanya.
Diingatkannya,  paket streaming yang dilewatkan APN khusus  akan meningkatkan pengguna hingga 10 kali lipat (1.5 GB per bulan per pelanggan). Walaupun sudah menggunakan kompresi data ala RIM tetap saja beban operator untuk layanan RIM ini akan membengkak, sehingga  sudah saatnya operator untuk berbenah dan tidak hanya menjadi dumb pipe saja, kalau tidak mau margin keuntungannya tergerus.
Menurut Pengamat Gadget Agung Wijanarko penawaran layanan BlackBerry yang ditingkatkan kemampuan aksesnya tidak begitu menarik karena selama ini perangkat itu identik dengan BlackBerry Messenger. ”Hanya lima persen pengguna BlackBerry itu yang suka streaming. BlackBerry kalau tidak berubah, hanya akan mampu bertahan lima tahun ke depan di Indonesia,” katanya.
Dikatakannya, jika BlackBerry ingin bertahan harus bisa secepatnya menemukan sistem operasi yang andal, meningkatkan user interference, dan meninggalkan basis QWERTY menjadi layar sentuh dengan kualitas High Definition.
Sementara Praktisi telematika Dolly Surya Wisaka mengatakan, hal yang dilakukan oleh operator dengan paket streaming  adalah menaikkan citra layanan BlackBerry agar para penggunanya tidak merasa ketinggalan dengan pemilik ponsel Android. “Operator memiliki alat smart detection device yang membuat penawaran berlangganan bisa disesuaikan dengan perangkat digunakan. Ini yang terjadi sekarang dengan BlackBerry bisa streaming,” jelasnya.
Diungkapkannya,  bagi RIM omset dari berlangganan layanan hanya 20 persen dari total omset. Melihat realita tersebut, sudah saatnya RIM jika ingin menggarap pasar Indonesia mulai aktif di pasar-pasar daerah. “RIM harus rela menurunkan segmen pasarnya, karena di kelas premium itu sudah jenuh,” katanya.
Sementara Penggagas milis BlackBerry Abul A’la Almaujudy menilai peningkatan akses berlangganan sebagai  salah satu senjata operator  mensegmentasi   pengguna BlackBerry dalam beberapa layanan tertentu. “Hal yang patut digarisbawahi dengan banyaknya produk layanan data khususnya BlackBerry, adalah  masalah kualitas layanan.  Hingga saat ini belum ada kualitas layanan  yang standar   diketahui oleh publik untuk masing masing produk tersebut,” katanya.
Sedangkan Chief Marketing Officer Nexian Andy Jobs masih mengakui secara produk, BlackBerry adalah pesaing kuat karena tanpa banyak mengeluarkan varian produk, penjualannya masih stabil. ”Secara retail, penjualan BlackBerry itu lumayan aktif. Hal yang menjadi tantangan di Indonesia saat ini adalah pengguna tidak lagi begitu fanatik kepada satu merk untuk mengakses fitur-fitur. Inilah kenapa produk-produk Nexian berbasis Android diminati pasar karena harga bersaing, fiturnya lumayan komplit,” jelasnya.[dni]
Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s