150711 Kemenhub Tak Akan Ubah Aturan Kepemilikan Pesawat

JAKARTA—Kementrian Perhubungan (Kemenhub) berjanji tidak akan mengubah aturan tentang kepemilikan pesawat yang wajib dijalani oleh maskapai pada Januari 2012 nanti untuk menjaga kesehatan industri penerbangan.
“Belum ada rencana atau wacana untuk mengubah aturan kepemilikan tersebut. Sekarang kami malah sedang menerima data atau laporan dari maskapai yang memverifikasi jumlah armada dimiliki,” ungkap juru bicara Kemenhub  Bambang S Ervan di Jakarta, Kamis (14/7).
Ditegaskannya, sesuai UU Penerbangan maskapai niaga berjadwal harus mengoperasikan 10 unit pesawat dan lima di antaranya berstatus milik, sedangkan maskapai tidak berjadwal harus mengoperasikan tiga pesawat dan satu di antaranya berstatus milik.
UU Penerbangan yang diberlakukan 12 Januari 2009 dan diberi masa transisi tiga tahun.  Artinya,  pada  2 Januari 2012 regulasi ini sudah dimplementasikan  sepenuhnya. Sedangkan realita di lapangan terungkap  untuk maskapai berjadwal  saat ini ada 16 maskapai, hanya tujuh maskapai berjadwal yang sudah memenuhi ketentuan  tersebut.
Dikatakannya, untuk pelaporan jumlah armada baik berstatus milik atau sewa tidak diberikan batas waktu pada tahun ini  karena regulator menyadari  mendaftarkan pesawat dengan registrasi  Indonesia perlu waktu. “Tujuan adanya kewajiban kepemilikan pesawat tersebut untuk menjaga kapasitas angkutan udara jika sewaktu-waktu terjadi hal yang tak diinginkan berupa terganggunya perekonomian nasional yang membuat investor asing menarik diri dari dalam negeri. Jadi, kita harapkan semua maskapai menyadari maksud baik ini,” katanya.
Presiden Direktur Indonesia Air Asia  Dharmadi mengungkapkan, pihaknya telah melaporkan ke regulator jumlah armada yang dimiliki dan menyatakan sanggup memenuhi aturan tersebut. “Kami siap memiliki lima pesawat sendiri kala aturan itu efektif berjalan,” tegasnya.
Pernyataan Dharmadi ini lumayan mengejutkan karena pada awal Maret lalu IAA sempat meminta  pemerintah  untuk mengaji masalah kepemilikan pesawat sehingga tidak memberatkan pelaku usaha dan mengabaikan aspek keselamatan bagi penumpang.
Hal ini karena sebagian besar maskapai di Indonesia menerapkan sistem operating leased atau leased to purchased untuk pengadaan pesawat agar armada yang didapat tetap dalam usia muda sehingga aspek keselamatan terjaga.
 Jika dipaksa harus memiliki 5 pesawat pada 2012 nanti, dikhawatirkan maskapai membeli  pesawat tua berharga murah yang beresiko pada aspek keselamatan.
Solusi yang ditawarkan IAA kala itu dengan  mengeluarkan regulasi tentang Bill of Sales (Faktur Penjualan) yang asli tidak diberikan saat pendaftaran pesawat. Kemenhub pun kala itu berjanji dalam dua hingga tiga bulan ke depan alias sekitar Mei akan menerbitkan Peraturan Menteri tentang hal itu.
Selanjutnya Dharmadi mengungkapkan saat ini perseroan mengoperasikan 20 pesawat dimana tahun depan 4 pesawat akan diganti. Sedangkan pada 2015 nanti diharapkan akan ada 40 pesawat yang dioperasionalkan.
“Produksi IAA hingga semester I 2011 lumayan menggembirakan dimana terangkut 2,34 juta penumpang. Kami optimistis target 4,5 juta penumpang akan terlewati sekitar 20 persen pada akhir tahun nanti,” katanya.
IAA pada kuartal IV nanti berencana akan melepas sekitar 15-20 persen saham ke pasar. Target dana yang diharapkan dari IPO itu sekitar 150-200 juta dollar AS.
Tujuan dari aksi korporasi itu adalah membeli pesawat baru dimana ditargetkan jumlah armada menjadi 30 unit dari 14 unit pada 2015 nanti. Selain itu juga untuk memperkuat modal untuk mendukung operasional jangka panjang dan meningkatkan modal kerja.[dni]
Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s