140711 Pasar Tablet Kian Panas

 

Saat ini pasar komputer tablet di Indonesia masih didominasi oleh  iPad dengan sistem operasi iOS  dan Android yang diwakili oleh produk Samsung, Galaxy Tab.
iPad telah terbukti kehandalannya menjadi tablet terbaik selama ini dengan penjualan yang stabil. Google juga  tak mau kalah dengan memperkenalkan  OS khusus tablet Android 3.0 Honeycomb.
Pada medio Juli ini, Research In Motion (RIM) akan secara resmi mulai menjual  PlayBook untuk memanaskan pasar tablet di Indonesia.
RIM membenamkan prosesor Texas Instrument 1GHz OMAP4430 serta grafis PowerVR SGX540, yang diharapkan mampu menandingi kedigdayaan tablet-tablet Android dengan Tegra 2. Spesifikasi tersebut kemudian dipasangkan dengan memori RAM sebesar 1 GB. Tak heran PlayBook mampu melakukan serangkaian fungsi multitasking dengan sangat mulus. PlayBook menawarkan  varian dengan kapasitas  16GB, 32GB atau 64GB.
Dari sisi konektivitas tablet besutan RIM ini dilengkapi Wifi serta Bluetooth 2.1+EDR yang nantinya digunakan sebagai penghubung PlayBook ke ponsel BlackBerry. Fitur ini bernama BlackBerry Bridge. Fitur lainnya adalah: GPS, accelerometer, 6-axis gyroscope serta kompas digital. Perangkat ini  berjalan dengan menggunakan QNX, sebuah OS mirip UNIX yang dikembangkan RIM sekitar satu tahun lalu.
VP Sales and Distribution RIM Singapore Hestings Singh mengharapkan perangkat ini direspons positif di pasar Indonesia karena masyarakatnya cepat mengadopsi teknologi baru. RIM rencananya akan memasarkan Playbook melalui tiga distributor resmi yakni Comtech, Teletama Artha Mandiri, Selular Group, dan dua operator seluler yaitu Telkomsel dan XL.
“Indonesia negara yang penting bagi RIM karena tahun lalu ada 2,63 juta pengguna BlackBerry di sini. PlayBook dibekali fitur unggulan seperti BalckBerry Falsh Multitasking yang tidak dimiliki pesaing,” katanya.
VP Channel Management Telkomsel Gideon Edi Purnomo mengakui tengah menyiapkan paket data khusus untuk menunjang penjualan PlayBook bagi pengguna Telkomsel. “Kami melihat PlayBook sebagai pelengkap varian dari produk RIM yang ditawarkan bagi pelanggan Telkomsel. Produk-produk bundling seperti ini efektif meningkatkan Average Revenue Per User (ARPU), loyalty, dan omset perseroan,” ungkapnya di Jakarta, Rabu (13/7).
GM Mobile Data Service Channel Development XL Axiata Handono Warih mengungkapkan, pada Sabtu (16/7) nanti, XL akan mulai berjualan PlayBook. “PlayBook memiliki satu potensi bagus apabila bisa didorong dari eksisting BlackBerry. Tantangannya saat ini PlayBook belum didukung koneksi 3G dan tergantung kepada perangkat lainnya, sementara pemain seperti iPad atau tablet berbasis Android memiliki sistem koneksi yang lengkap,” jelasnya.
Presiden Direktur Bakrie Connectivity Erik Meijer mengaku belum tertarik untuk memasarkan PlayBook. “Kita menyediakan aksesnya saja karena bisa via WiFi. Operator menjadi lebih bebas kalau hanya menyediakan akses tanpa ada kewajiban yang mengikat. Kecuali nantinya jika ada PlayBook dengan koneksi EVDO,” katanya.
Pada kesempatan lain, Pengamat Gadget Agung Widjanarko  menegaskan, PlayBook tidak akan mampu menggoyang dominasi dari iPad dan Galaxy Tab walaupun sejak dipasarkan di Amerika Utara pada April lalu sudah terjual 500 ribu unit.
“Jangankan menggoyang, kedua produk itu tergeser saja tidak oleh PlayBook.  Hal ini karena   Playbook adalah produk yang belum sempurna,” tegasnya.
Diungkapkannya, dari customer experience, PlayBook tidak memberikan hal yang baik karena tablet ini  tidak memiliki  email, BlackBerry Messenger (BBM), dan   calendar sync jika tidak di pair dengan BlakcBerry. “Sedangkan dari sistem operasi, QNX adalah platform baru yang belum teruji,” katanya.
Menurutnya, operator lebih terkesan “terpaksa” untuk menjual PlayBook karena selama ini RIM sangat mengandalkan pasar Indonesia untuk mendongkrak penjualan. “Di negara lain perangkat ini sudah tidak dilirik. Para penggila gadget di Indonesia tahu hal itu. Lihat saja ke sentra-sentra ponsel yang menjual PlayBook secara “tentengan”, umumnya toko mengeluh karena susah menjualnya akibat penggunaan yang ribet,” ungkapnya.[dni]
Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s