140711 Kemenhub Buka Peluang UPT Dikelola Swasta

JAKARTA—Kementrian Perhubungan (Kemenhub) berencana membuka peluang pengelolaan   Unit Pelaksana Teknis (UPT) bandara udara, pelabuhan, dan penyeberangan  diserahkan   ke   swasta atau  Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melalui program Public Private Partnership (PPP).
Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono  mengungkapkan,  saat ini lembaganya  sedang melakukan identifikasi UPT-UPT mana saja yang sudah siap pengelolaannya diserahkan kepada swasta maupun BUMN.
“Di harapkan tahun ini juga sudah selesai identifikasinya dan pelaksanaan tender sudah dapat dilakukan pada tahun 2012,” katanya di Jakarta, Rabu (13/7).
Dijelaskannya,  langkah menyerahkan pengelolaan ke swasta atau BUMN  karena pemerintah ingin fasilitas yang selama ini dikelola oleh UPT mengalami perbaikan, “Pemerintah kesulitan dana untuk pengembangan UPT-UPT. Jika menggandeng pihak swasta atau BUMN tentu bisa terbantu langkah perbaikan,” katanya.
Selain itu,   juga ingin pengelolaan fasilitas bandara, pelabuhan dan penyeberangan yang selama ini dikelola UPT dikelola lebih profesional lagi, sejalan dengan tumbuh dan berkembangannya perekonomian di kawasan-klawasan tersebut.
Dari situ diharapkan UPT-UPT yang selama ini masih di subsidi pemerintah karena masih menderita kerugian, akan memperoleh keuntungan sehingga dapat memberikan pemasukan ke pemerintah baik melalui perpajakan maupun dividen yang di setorkan.
‘’Hal  yang paling penting, dana yang selama ini di gelontorkan pemerintah untuk subsidi UPT maupun untuk pengembangan fasilitasnya, bisa dialihkan untuk pembangunan infrastuktur sektor perhubungan di wilayah Timur,’’ katanya.
Diungkapkannya, meski  baru menjadi wacana, namun sejumlah perusahaan swasta dan BUMN sudah menyatakan minatnya untuk menjadi pengelola fasilitas pemerintah tersebut dengan konsesi pengelolaan antara 15-20 tahun.
“Nantinya dalam penawaran UPT-UPT   akan  strategi market sounding. Pemerintah akan mendengar  keinginan pasar, dibereskan baru di lepas. Jika dilepas dengan kondisi seadanya,  dikhawatirkan tidak direspons pasar,” katanya.
Bangun Dry Port
Lebih lanjut Bambang mengungkapkan, instansinya  akan membangun pelabuhan darat (dry port) di Pekalongan, Jawa Tengah, dan Bojonegoro, Jawa Timur, setelah pembangunan jalur ganda (double track) kereta api jurusan Jakarta-Surabaya selesai dibangun.

Dijelaskannya, pembangunan pelabuhan darat di kedua kabupaten tersebut sebagai upaya pemerintah untuk meningkatkan pengembangan infrastruktur transportasi di jalur Pantai Utara Jawa (Pantura) hal ini karena  jalur tersebut masih menjadi tulang punggung pengiriman logistik di Tanah Air.

Menurutnya, adanya pelabuhan darat ini akan membuat satu efisiensi dengan penggunaan ruang baik di dalam pelabuhan maupun di luar. Misalnya,  di CDP terdapat unit seal system untuk kontainer yang akan dikirimkan ke Pelabuhan Tanjung Priok. “Jika sudah di-seal, truk maupun kontainer itu tidak bisa dibuka lagi hingga di pelabuhan,” katanya.
Berkaitan dengan  jalur ganda kereta api rute Jakarta-Semarang-Surabaya yang menelan dana 9,01 triliun rupiah  ditargetkan selesai 2013 dan dapat beroperasi 2014. Jalur ganda ini diprioritaskan untuk kereta angkutan barang. Sebagian jalur sudah selesai pengerjaan bahkan sudah beroperasi yakni jalur ganda Tegal-Pekalongan sepanjang 33 kilometer (km) yakni antara Petarukan-Larangan.

Jalur Tegal-Pekalongan seluruhnya 63 km, yang sudah beroperasi hanya 33 km, dan ditargetkan  mulai beroperasi 2012 untuk jalur ini. Untuk seluruh jalur ganda Jakarta-Semarang-Surabaya sepanjang 727 km ditargetkan selesai pada 2013 sehingga dapat beroperasi pada 2014.

Pengerjaan double track ini masih parsial, tergantung lahan yang sudah dibebaskan.  Saat ini juga tengah tahap penyelesaian jalur ganda kereta Cirebon-Brebes sepanjang 62 km dan akan menelan dana 1,38 triliun rupiah. Pengerjaannya masih membuat badan jalan yang menelan dana 450 miliar rupiah seperti pengerjaan tanah, pemadatan tanah dan menambah sirtu.
Khusus jalur Cirebon-Brebes, akan membangun 20 jembatan yang menelan dana 330 miliar rupiah, selain itu akan dilakukan pemasangan rel dan wesel senilai 350 miliar rupiah, bangunan stasiun dan peron 50 miliar rupiah, modifikasi sinyal 180 miliar rupiah, dan pembebasan lahan 23 miliar rupiah.[dni]
Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s