130711 Garuda akan Hentikan Penggunaan Pilot Asing

JAKARTA—PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) akan menghentikan penggunaan pilot asing untuk menerbangi armadanya seiring jam terbang dari pilot-pilot muda lulusan sekolah penerbang lokal mencukupi untuk menjadi pilot pada tahun depan.
Direktur Operasional Garuda Indonesia Ari Sapari mengungkapkan, perseroan tengah mengembangkan bisnis dengan menambah armada. “Kami harus bersiap menghadapai Asean Sky 2015. Pada masa itu, Garuda akan memiliki 154 armada, tentu ini akan membutuhkan banyak para penerbang,” katanya di Jakarta, Selasa (12/7).
Diungkapkannya, sejalan dengan mulai datangnya pesawat-pesawat yang dipesan, untuk  memenuhi kebutuhan penerbang, Garuda telah melaksanakan kerjasama dan merekrut penerbang-penerbang baru dari sekolah seperti PLP Curug dan Bali International Flight Academy sebanyak 150 orang,” katanya.
“Namun, penerbang baru lulus sekolah ini harus menjalani persiapan untuk mendapat lisensi dan jam terbang, persiapannya selama 3-6 bulan. Selama menunggu  perseroan terpaksa merekrut pilot asing yang dikontrak hanya satu tahun, dan tahun depan sudah tidak ada lagi karena akan digantikan oleh pilot yang berasal dari sekolah penerbangan tersebut,” tegasnya.
Dijelaskannya, pilot asing yang  direkrut  merupakan  kebijakan  yang sangat terpaksa, dan para penerbang itu hanya akan bekerja di Garuda secara temporary atau sementara sebagai  pegawai kontrak.
Dikatakannya, kepada para penerbang yang bekerja sementara ini,  diterapkan ketentuan kepegawaian sebagai karyawan kontrak yang tidak dapat diperbandingkan secara langsung atau apple to apple dengan karyawan yang berstatus pegawai tetap.
Secara terpisah, pengurus Asosiasi Pilot Garuda (APG) yang juga Deputy Technical Isays U. Sampesule meminta adanya  kesamaan hak berupa gaji dan fasilitas dengan pilot asing yang merupakan tenaga kontrak di maskapai pelat merah ini. Jika tidak diindahkan, dalam dua minggu kedepan, para penerbang lokal ini mengancam lakukan aksi mogok terbang.
“Pilot asing mendapatkan gaji dua kali lebih besar ketimbang pilot lokal. selain gaji, fasilitas yang mereka peroleh sangat berlebihan, kami tidak menyangkal keadaan ini, hanya saja perlakuan ini sangat diskriminatif dibandingkan dengan pilot lokal di Garuda,” katanya.
Dikatakannya, asosiasi menuntut dua hal, yakni persamaan hak dan.kewajiban antara pilot lokal di Garuda dan pilot asing. Kedua, pembicaraan dengan direktur utama dan jajaran komisaris untuk menyelesaikan permasalahan ini.selambat-lambatnya dua minggu setelah Selasa,12 Juli 2011.
“Jika tidak, maka kami akan melangkah ke tahap selanjutnya, dengan tidak menutup kemungkinan melakukan industrial action, mau tidak mau, dan kami mohon maaf ke masyarakat, kami akan lakukan aksi mogok terbang,” katanya.
Kuasa hukum APG Said Damanik menambahkan,   sebagai bagian dari industrial action, semua langkah-langkah hukum akan dilakukan. Hal ini karena perjanjian kerjasama pilot atau PKP sudah lama tidak diperbaharui.
Berdasarkan catatan,  seorang kapten pilot Garuda dengan masa kerja 15-20 tahun memiliki  gaji pokok 33 juta rupiah, belum termasuk tambahan jika terbang. Hingga masa pensiun seorang pilot dengan masa kerja 35 tahun, akan memperoleh gaji  54 juta rupiah.
Sementara Kapten pilot asing memiliki   gaji pokok mencapai 9 ribu dollar AS,  ditambah akomodasi 1.200 dollar AS, sehingga total 10.200 dollar AS. Untuk co pilot atau first officer gaji pokoknya sebesar  7.200 dollar AS. Saat ini, jumlah pilot asing kontrak di Garuda mencapai 43 orang, pilot lokal 700 orang dan pilot kontrak lokal 100 orang.[dni]
Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s