120711 Kemenkominfo Belum Setujui Smartfren

JAKARTA—Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) belum menyetujui  perubahan PT Mobile-8 Telecom Tbk (Mobile-8) menjadi Smartfren karena dikhawatirkan bisa mempengaruhi kewajiban kepada negara dan memicu adanya kepemilikan silang yang melanggar persaingan tidak sehat.
”Hingga saat ini masih dilakukan evaluasi terhadap PT Smart Telecom (Smart), Mobile-8, atau Smartfren itu sendiri.  Hingga hari ini menkominfo  belum menyetujui perubahan Mobile-8 menjadi Smartfren,” ungkap Anggota Komite Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) Heru Sutadi di Jakarta, Senin (11/7).
Menurutnya, terjadinya perubahan nama pada satu entitas perusahaan berarti  termasuk perubahan pemegang saham. Hal ini tentu menimbulkan perlunya dievaluasi masalah  kepemilikan silang  pertanggungjawaban terhadap kewajiban negara, terutama masalah hutang Biaya Hak Penggunaan (BHP) frekuensi milik Smart.
Sebelumnya,  Mobile-8 mengubah namanya di bursa saham menjadi PT Smartfren  Telecom Tbk. Pasalnya, tiga perusahaan milik Grup Sinarmas yang juga pemilik Smart  menguasai 66,67 persen   saham Mobile-8. Lewat aksi korporasi ini  akhirnya Smart  yang dimiliki Grup Sinarmas  bisa melakukan aksi pencatatan jalur belakang (backdoor listing) Smart  ke lantai bursa.
Smart sendiri memiliki hutang BHP frekuensi kepada negara senilai 737 miliar rupiah. Angka itu di luar denda setiap bulannya sebesar dua persen. Saat ini masalah tunggakan ini tengah dibereskan oleh  Kantor Wakil Presiden
Selama ini terdapat perbedaan hitungan besaran BHP antara pemerintah dan Smart. Smart mengklaim pihaknya seharusnya hanya membayar 242 miliar rupiah sama seperti operator 3G di pita yang sama.
Chief Technology Officer Smrtfren Telecom Merza Fachys membantah  ada merger resmi antara  Mobile-8 dengan Smart. Hal yang terjadi adalah aliansi kian mendalam tidak hanya sebatas di pemasaran, tetapi juga unifikasi jaringan.
Sedangkan kabar yang beredar di luar menyatakan Smartfren tengah dipoles oleh pemiliknya untuk mengundang investor dari China masuk ke operator tersebut. Saat ini pun infrastruktur dari Smartfren sudah menggunakan perangkat dari China, ZTE, mulai dari level backbone hingga pendukung bisnis seperti penagihan.[dni]

 

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s