110711 Pemerintah Targetkan Fatalitas Kecelakaan Turun 80%

JAKARTA—Pemerintah menargetkan tingkat fatalitas korban kecelakaan  menurun hingga 80 persen pada tahun 2035 jika dibandingkan dengan   data kecelakaan 2010.
Berdasarkan data Kepolisian RI, korban jiwa yang meninggal tahun lalu akibat kecelakaan lalu lintas mencapai 31.234 jiwa, dengan perkiraan setiap jam terdapat tiga hingga empat orang di Indonesia meninggal dunia.
“Keselamatan jalan merupakan permasalahan nasional yang memerlukan penanganan dari seluruh pemangku kepentingan di Indonesia. Selain imaterial, juga menimbulkan kerugian material yang diperkirakan mencapai Rp203-Rp217 triliun pada 2010, atau sebesar 3,1 persen  dari total PDB nasional yang mencapai 7.000 triliun rupiah,” ungkap Direktur Transportasi Bappenas Bambang Prihartono, di Jakarta, akhir pekan lalu.
Diungkapkannya, dalam menekan angka kecelakaan, pemerintah telah mencanangkan dekade aksi keselamatan jalan 2011-2020 serta rencana umum nasional keselamatan (RUNK) jalan 2011-2035 dengan menyinergikan beberapa instansi, yakni Kementerian Perhubungan, Kementrian Pekerjaan Umum, Kepolisian Republik Indonesia, Kementerian Kesehatan, Kementerian Pendidikan Nasional, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Komunikasi dan Infromasi, Kementerian Riset dan Teknologi, Kementerian Perindustrian, dan Kementerian Keuangan yang dikoordikasikan oleh Bappenas.
Dijelaskannya, pemerintah telah menyiapkan beberapa langkah. Pertama, Rencana Umum Nasional Keselamatan (RUNK) Jalan 2011-2035 diusulkan untuk dituangkan dalam Peraturan Presiden atau instruksi Presiden, agar memiliki kekuatan hukum yang pasti.
Kedua, perlu dibentuk kelompok kerja yang terdiri dari pemangku kepentingan yang akan menyusun rencana aksi yang lebih detail. Ketiga, perlu segera dilakukan sosialisasi RUNK jalan kepada seluruh stakeholder didaerah provinsi dan kabupaten. Keempat, RUNK perlu dilaporkan dalam forum land transport working group dalam lingkup regional maupun internasional seperti APEC, ASEAN, UNESCAP.
Direktur Bina Program Kementrian Pekerjaan Umum Haris Batubara mengatakan, sisi keselamatan jalan yang memenuhi standar keselamatan akan diukur dari pemenuhan standar infrastruktur yang ada. Targetnya dilaksanakan dalam periode lima tahunan, yakni lima tahun pertama berupa mengurangi keparahan korban dan kejadian kecelakaan.
Lima tahun kedua yakni menerapkan prasarana jalan yang memenuhi aspek self explaining dan. self enforcing. Selanjutnya, lima tahun ketiga menerapkan prasarana jalan yang memenuhi prinsip forgiving road, lima tahun keempat meningkatkan standar prasarana menuju jaringan jalan yang berkeselamatan, dan lima tahun terakhir memantapkan standar prasarana pada jaringan jalan.
Kementerian Pekerjaan Umum sendiri akan melakukan peningkatan infrastruktur jalan, yakni membangun badan jalan, perencanaan dan pelaksanaan pekerjaan jalan yang berkeselamatan, menyelenggarakan peningkatan standar kelaikan dan pengawasan lingkungan jalan yang berkeselamatan.[dni]
Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s