110711 Manajemen Informasi di Pelabuhan Penyeberangan Harus Ditingkatkan

JAKARTA—Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) menghimbau agar operator yang mengelola penyebarangan antar pulau untuk meningkatkan sistem manajemen informasi berupa early warning system agar bisa mengantisipasi kemacetan di pelabuhan.
 “Seharusnya jika kemacetan di pelabuhan penyeberangan sudah mencapai 3 km harus di sampaikan kepada masyarakat agar  tidak terjadi penumpukan di satu tempat,” kata  Ketua Umum Masyarakat Trasnportasi Indonesia (MTI) Danang Parikesit di Jakarta, akhir pekan lalu.
Menurutnya, selain memiliki sistem informasi yang unggul,  pemerintah juga dihimbau untuk membagi penyeberangan dibeberapa terminal pelabuhan. Hal ini untuk mensiasati agar kendaraan tidak menggunakan satu tempat penyeberangan.
“Manajemen pelabuhan juga perlu diperbaiki. Contohnya melalui sistem keluar masuk kendaraan pada kapal penyeberangan, disini kan pusat kemacetannya, harusnya ada pengaturang yang lebih baik di bottleneck ini,” jelasnya.
Dijelaskannya, selain pengaturan jangka pendek,  perbaikan jangka panjang yang harus ditempuh pemerintah agar kemacetan ini tidak terulang yaitu perlu adanya investasi baru untuk pengembangan maupun peremajaan kapal penyeberangan. “Selain itu perlu adanya perbaikan struktur tarif, karena saat ini tarifnya murah dan tidak ada penyesuaian, sehingga tingkat perbaikan apabila terjadi kerusakannya masih kecil,” tuturnya.
Dirjen Perhubungan Darat, Kementerian Perhubungan, Suroyo Alimoeso mengungkapkan, segera mempercepat pembangunan dermaga VI di lintas penyeberangan Merak – Bakauheni agar kemacetan di lintas itu tidak terulang ketika permintaan tinggi, sementara kapasitas kapal dan dermaga terbatas.
 “Kami upayakan percepatan pembangunan infrastuktur dermaga VI mulai tahun depan di lintas Merak-Bakauheni. Untuk dermaga VI diperkirakan masing-masing dermaga 50-75 miliar rupiah,” kata Suroyo.
Diungkapkanya,  pemerintah akan membuat dua kapal berbobot mati 5000 GRT yang akan diselesaikan dalam tiga tahun anggaran, masing-masing senilai 100-125 miliar rupiah.
Diakuinya,  dari  33 kapal roll on-roll off (roro) yang siap beroperasi di Pelabuhan penyeberangan Merak, Cilegon, Banten, menuju Pelabuhan Bakauheni, Lampung, hanya 17 kapal yang bisa beroperasi 24 jam, sehingga hal ini  mengganggu regrupsi.
Dijelaskannya, untuk mengatasi kemacetan panjang kendaraan yang akan menyeberangi pelabuhan penyeberangan Merak-Bakauheni, pihaknya akan mengadakan pertemuan dengan operator mengenai pengaturan pemberlakuan tarif. Jadi nantinya akan ada kontrak dengan operator di satu dermaga, yang mampu melayani penyeberangan dengan kapal roro dalam waktu lebih cepat yaitu 90 menit sekali jalan.
“Kita lihat kesiapan operatornya dulu, inikan jaraknya hanya 19 mil, jika mereka mampu, maka akan diusulkan pemberlakuan tarif,” kata Suroyo.
Direktur Lalu-lintas Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Ditjen Perhubungan Darat Kemenhub Wiratno Estitomo mengakui, saat liburan sekolah terjadi  kepadatan jumlah kendaraan yang akan menyeberang dari Pelabuhan Merak menuju Pelabuhan Bakauheni.
Untuk mengatasi jumlah penumpang penyeberangan kapal yang terus meningkat, kementeriannya telah menambah tiga unit kapal roro dari sebelumnya mengoperasikan tiga kapal. Dengan demikian saat ini, dari 14 operator yang melayani penyeberangan Merak-Bakauheni, telah mengoperasikan 27 kapal dengan jumlah trip sebanyak 86 trip.
“Penambahan kapal ini akan beroperasi selama masa liburan sekolah, jika tetap terjadi kemacetan maka akan kami tambahkan kembali jumlah kapalnya,” jelasnya.[dni]
Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s